
"stop din stop," ucap Akmal memotong ucapan Diana.
"Lantas kenapa mal? aku butuh penjelasan darimu?" ucap Diana
" denger yah din, aku tidak ingin menganggumu terlebih dahulu. Orang tuamu bilang kepadaku, aku tidak boleh mengganggumu, hingga kamu sukses dan meraih cita-citamu." Ucap Akmal dengan gugup kepada Diana
"kenapa kamu tak memberi kabar, walau sedikit pun atau kamu lakukan apa, supaya aku tidak khawatir mal!" ucap Diana dengan nada tinggi.
"Sebenarnya aku ingin mencarimu Din, tapi aku sendiri bingung, mau mencarimu dimana. Karna rumah pamanmu saja aku tidak tau, orang tuamu tak memberikan, alamat tempat tinggalmu dikota. Maafkan aku Din, telah membuatmu nunggu, selama 3 tahun tanpa kabar." Ucap Akmal kepada Diana
"tidak masalah itu semua Mal, aku hanya takut penantianku, hanya anggan-angan saja," ucap Diana sambil terus menangis.
"Tidak Din aku tetap menjadi milikmu, aku tetap kekasihmu, aku tunggu kamu pulang ke desa, sudah menjadi seorang dokter Diana yang cantik."
"Aku akan pulang kedesa, aku ingin bertemu keluargaku dan juga kamu, aku telah meraih semuanya Mal, aku telah menjadi seorang dokter. Aku rindu kamu mah," ucap Diana
"Segeralah kembali sayang, aku pun merindukanmu."
Diana merasa senang, dan juga sedih karna dia telah,menunggu momen ini cukup lama. Dan akhirnya tanpa pikir panjang, Diana pulang kerumah pahamnya, untuk bilang bahwa ia akan pulang kedesa.
__ADS_1
*Rumah paman Diana*
"Assalamu'alaikum abi," ucap Diana sambil membukakan pintunya.
"Waalaikumsalam, ko tumben jam 12 siang sudah pulang din?" ucap paman Diana penasaran.
Diana pun mengecup tangan paman nya dan pamit untuk pergi kedalam kamarnya.
"Kenapa kamu terlihat buru-buru sekali? kamu mau pergi Din?" ucap pamannya makin penasaran.
"Diana mau minta ijin kepada abi dan umi, Diana mau pulang kedesa untuk beberapa hari, Diana sangat rindu keluarga Diana di desa abi." Ucap Diana sambil memasukan bajunya kedalam koper
"aku mau membawa mobil sendiri saja abi, kalau aku membawa supir pribadiku, kasihan dia bulak balik." Ucap Diana
"kamu yakin mau bawa mobil sendiri?" ucap paman Diana tidak percaya.
Karna Diana tidak pernah membawa mobil kemanapun, sekali membawa mobil pun selalu di temanin oleh supir pribadinya.
Mangkanya dari itu pamannya Diana tidak percaya, dan merasa khawatir kalau Diana akan, membawa mobil sendiri ke desanya.
__ADS_1
"Aku yakin lah abi, aku bisa ko abi tenang saja," ucap Diana menyakinkan pamannya
"abi merasa cemas Din kalau kamu pergi sendiri"
"tidak apa-apa abi, Diana akan baik-baik saja percayalah" ucap Diana terus menyakinkan pamannya.
Tak lama kemudian, bibi Diana datang karna mendengar perbincangan, antara Diana dan pamannya.
"Ada apasih ko ribu-ribut gini?" ucap bibi Diana penasaran
"gini umi Diana minta ijin keumi, Diana akan pulang untuk beberapa hari ke desa, Diana kangen dengan keluarga Diana." Ucap Diana kepada bibinya
"kapan kamu berangkat nak? terus kamu berangkat menggunakan apa?" ucap bibi Diana
"Diana berangkat besok umi, Diana berangkat membawa mobil sendiri umi." ucap Diana sambil terus, memasukan pakaiannya kedalam koper.
"Hah kamu yakin, besok akan berangkat? dan kamu yakin, akan membawa mobil sendiri Din?" bibi Diana pun tidak percaya
"aku yakin umi, umi dan abi tenang aja aku bakalan baik-baik aja, dan selamat sampai tujuan," ucap Diana terus menyakinkan mereka berdua.
__ADS_1