Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Macan kelaparan


__ADS_3

Dua puluh lima menit Bima sudah ada di depan perusahaanya, Bima berjalan menuju meja resepsionis untu memberikan parfum, dan semua karyawan di sini wajib memakai parfum yang Bima beli,


Seperti biasa Toni membawahkan tas nya Bima dan berjalan di belakang Bima,


"Pakai parfum dulu bau parfum kamu tidak enak, ganti dengan ini " ucap Bima sambil memberikan parfum ke Toni,


Toni mengambil dan menyemprotkan di bajunya sambil berkata " Bau apa ini, mending harum milik saya tuan dari ada ini,


Kamu mau saya pecat sekarang, aku di sini bos kamu, seharusnya kamu nurut apa kata saya " teriak Bima,


"I __ iya tuan maafkan saya " jawab Toni sambil membungkukkan badannya,


Dan tidak sengaja Ica dan Tika mendengar ucapan Bima yang sedang marah kepada Toni, dan Ica berbisik, " Kasihan pak Toni di marahin Tuan, memang tuan kalau marah sangat menakutkan,


Dia seperti macan kelaparan, " teriak Tika, sampai Bima mendengar ucapan Tika, dan Bima membalik kan tubuhnya sambil matanya melotot dan berkata, " Apa yang barusan kamu bilang?


Tuan kalau marah seperti macan kelaparan hanya itu tuan, "ucap Tika,


Langsung saja Ica mencubit pinggan Tika sambil berkata dalam hati, " Waduh kenapa kamu bilang begitu,

__ADS_1


Sekarang juga kamu bawah barang yang ada di tangan Toni, bawah masuk ke ruanganku, eh ! Tapi kamu harus naik tangga tidak boleh naik lift, " teriak Bima dengan nada marah,


Apa tuan menghukum aku naik tangga! Oke akan aku laksanakan sekarang juga, bukan aku yang menginginkan tapi tuan " jawab Tika sambil berjalan dan memegangi perutnya,


Perut kamu sakit Tik! " Teriak Ica, sampai Bima menoleh ke arah Tika,


"Ngak apa - apa, aku juga tidak menginginkan ini semua, " ucap Tika,


Dengan spontan Bima berteriak memanggil Tika tidak untuk melanjutkan, Bima teringat kalau Tika sedang hamil anak nya,


Dan Bima memintak tas yang ada di tanggan Tika, sambil berkata " Kalau perut kamu sakit istirahatlah,


"I __ iya tuan, maafkan kita berdua " ucap Ica sambil membukukkan setengah badanya,


Ica dan Tika berjalan ke kantin sambil ica merangkul Tika sambil berjalan, dan lagi - lagi Tika berjalan dan sesekali duduk,


Sampailah di kantin, Ica sangat takut sekali,


"Kamu itu gimana Tik! Memanggil tuan macan kelaparan, dan untung saja perutmu sakit, kalau kamu tidak sakit pasti kamu di hukum atau di pecat, " ucap Ica,

__ADS_1


"Sesekali tuan kamu ada yang memanggil seperti macan kelaparan, "jawab Tika sambil tertawa,


Selesai beristirahat satu jam Ica dan Tika kembali ke ruangannya, dan semua teman yang ada di ruangan pada berbisik - bisik,


"Makannya punya mulut itu di jaga, jangan asal ucap " ucap salah satu teman Tika,


Tika hanya diam saja tidak menghiraukan ucapan semua temannya,


Dan tidak terasa waktu istirahat telah tiba Tika Ica dan teman lainnya pergi ke kantin, dan tidak seperti biasanya Bima yang sedang di temani Toni untuk memakan makanan kanti,


Semua karyawan melihat ketampanan dua lelaki yang ada di dalam kantin yang sedang makan,


Tidak biasanya tuan makan di sini, apa dia ingin dekat sama aku, coba kamu lihat Tik, tuan sangat ganteng sekali, wanita mana yang tidak terpesona! Tapi sayang tuan sudah punya istri, " ucap Ica dan memegang tangan Tika sambil ketawa,


"Kalau udah punya istri ya sama pak Toni aja, pak Toni kan belum punya pacar, kamu cocok Ca sama pak Toni, " jawab Tika dengan nada senyum,


"Gila kamu ! Kalau aku sama pak Toni gimana dengan kamu ? Jangan bilang begitu, gimana kalau ada malaikat lewat bisa beneran pak Toni jadi milikku, "jawab Ica,


"Aku sangat setuju dan mendukung, kamu harus jadian sama pak Toni, aku akan berkata sama dia, pak Toni itu sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri, " teriak Tika sambil lompat,

__ADS_1


Sampai Bima, Toni dan lainya melihat ke arah Tika yang sedang berteriak sambil melompat - lompat,


__ADS_2