
Tidak terasa waktu sudah larut malam, Bima merebahkan badannya di atas kasur, sedangkan Tika membersikan kamarnya karena ulah Bima,
sesekali Bima melirik Tika yang sedang membersikan kamarnya, dan Tika membawah piring ke dapur untuk di bersihkan, Tika makan malam tanpa di temani siapapun, tiga puluh menit sudah Tika makan malamya,
Tika berjalan masuk kamar sambil merebahkan badanya di atas sofa,
Tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul tiga pagi seperti biasa Tika terbangun untuk memintak pelindungan dari Alloh, dan di lanjutkan membantu bibik di dapur, pas jas setengah enam Tika membangunkan Bima untuk mandi, Tika menyiapkan baju gantinya dan di taruk di atas meja rias,
Pas jam setengah tuju Tika mempersiakan untuk berangkat ke kantor, dan tidak lupa bik Ijah membuatkan bekal untuk Tika,
Tika berlamitan kepada Bima untuk berangkat lebih dulu.
Sebelum Bima berangkat kerja, Bima bertanyak mengenai kebiasaan Tika,
"Bik ! Apa dia kalau berangkat tidak perna makan pagi bik "ucap Bima,
"Tidak tuan, ! Non Tika tidak perna sarapan pagi hanya minum air putih hangat saja tuan, non Tika selalu puasa kalau hari senin dan kamis tuan, hari ini tadi juga puasa hari kamis, " ucap Bik Ijah sambil membungkukkan setengah badanya,
__ADS_1
"Hati dia itu terbuat dari apa ya, dia sangat kuat walau aku menghina dan melukainya, apa benar kata ibu, ti __tidak, gara - gara dia calon istriku meninggal " ucap Bima dalam hati sambil menyetir mobilnya,
Dua puluh menit mobil Bima sudah terparkir di depan perusahaanya,
Bima berjalan sambil tangannya yang satu di masukkan ke dalam saku celananya, semua karyawan perempuan melihatnya sangat terpesona melihat ketampanan tuannya,
semua karyawan membungkukkan setengah badanya saat Bima berjalan memasuki ruang lobby,
Toni berjalan di belakangnya sambil membawahkan tasnya Bima, Bima dan Toni masuk ke dalam lift yang akan menuju ke lantai empat tempat ruangan Bima,
Toni membawahkan tas Bima dan di taruk ke atas meja kerjanya Bima,
Toni siap bertanggung jawab atas anak buahnya itu,
"Saya siap menerima hukuman atas kesalahan anak buah saya " ucap Toni sambil membungkukkan setengah badanya,
"Aku tidak mau, kamu yang menanggug hukuman yang tidak pernah kamu lakukan, pangil dia untuk mempertanggung jawabkan kesalahanya pada saya, cepat pangil dia, saya tunggu dia " ucap Bima dengan nada marah,
__ADS_1
"I _ iya tuan " jawab Toni sambil keluar dari ruangan Bima,
"Aku akan mencari kesalahanmu agar aku bisa menghukummu setiap saat dan di mana saja, awas kamu " ucap Bima dalam hati,
Dengan terpaksa Toni memanggil Tika untuk menghadap tuan nya sekarang juga,
Dan Tika siap menjalankan itu semua walau itu hanya rekayasa Bima, agar Bima bisa menghukumya dan memberi pelajaran,
"I _ iya pak! Aku akan menghadap tuan sekarang juga, " ucap Tika dengan nada gugup,
Langsung saja Toni dan Tika masuk ke ruangan Bima, melihat tika dan Toni jalan berdua dengan spontan Bima menjatuhkan semua berkas ke muka Tika yang sedang duduk di samping Toni dan berkata " Cepat kamu ambil semua berkas ini sebagai hukuman kamu yang telah bersalah , dan kamu keluar dari ruangnganku sekarang juga.
Apa maksud tuan tadi? Sepertinya ada yang aneh dari kelakuan tuan, sejak Tika masuk di kantor ini ada saja, alasan tuan untuk menghukum Tika, apa jangan - jangan ada dendam, coba nanti aku tanyak langsung pada Tika, apa yang terjadi, "ucap Toni dalam hati sambil berjalan,
Pas mau masuk ke dalam lift, Toni bertemu Bella, Bella yang akan ke ruangganya Bima, dan Bella bertanyak " Ada siapa di dalam ruangan mas Bima,
A _ ada Tika yang sedang di hukum membereskan semua berkas yang telah di jatuhkan pada tuan bu!," ucap Toni sambil membungkukkan setengah badanya,
__ADS_1
A _ apa di hukum " jawab Bella sambil lari dan masuk ke ruangan Bima