
Waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi seperti biasa Tika membantu bik Ijah untuk memasak di dapur,
Pas jam dinding berputar menunjukkan pukul enam Tika masuk kamar untuk membangunkan Bima, separti yang di inginkan Bima, Tika membukak kancing baju Bima, Bima masih memejamkan matanya, dan tidak sengaja Tika menyengol dedeknya Bima yang sedang bangun,
Auw ! Mas " teriak Bella sampai mengejutkan Bima,
Dengan spontan dan kaget Bima memeluk Tika, lima menit Bima tersadar kalau dia sedang memeluk Tika, Tika hanya memejamkan matanya dengan dada bergetar,
Dasar pembunuh pagi - pagi mulai membuat masalah, cepat kamu gosokkan punggunku pakai sabun,
"Tapi mas."ujar Tika dengan nada gugup,
"Jadi istri itu yang penurut, mau kamu saya hukum lebih berat dari ini "ucap Andika,
Tika mengosok pungung Bima dengan pelan, dan Bima memintak mengosokkan dadanya Bima,
Sambil mengosok dadanya Bima, Tika memejamkan matanya,
__ADS_1
Dan Bima mengngagetkan Tika,
"Hai kenapa matamu kamu pejamkan, apa matamu buta, " ucap Bima sambil menguyur badan Tika,
"Tapi ! A _ ku "ucap Tika dengan nada gugup,
"Mas pakai handuk dulu apa kamu tidak malu dasar o _ "ucap Tika sambil memejamkan mata dan memberikan handuk ke Bima,
"Cepat kamu bersihkan badan kamu, lalu siapkan sarapanku, "ucap Bima sambil mengambil handuk di tangan Tika.
Seperti biasa Tika menyiapkan makananya dan keperluan Bima untuk di bawah ke kantor, Tika memakaikan sepatu untuk Bima, lima belas menit sudah,
Seperti biasa Tika mengulurkan tanganya untuk bersalaman lagi - lagi Bima menepis tangan Tika,
"Jangan berharap aku mau menyentuh tanganmu yang kotor itu, dasar pembunuh tidak tau malu "ucap Bima sambil menepis tangan Tika,
Tika menundukkan kepalanya sambil menelan salivanya dan menahan air matanya yang hampir saja terjatuh,
__ADS_1
Tika berjalan menuju kamar dan merebarkan badanya di atas sofa,
Di sisi lain Ibu Ayu bersiap - siap untuk pulang ibu Ayu memintak maaf atas apa yang di lakukan Bima,
"Tika sebenarnya suami kamu itu orangnya sangat baik , mungkin dia terlalu sayang kepada mantan kekasinya, dan suatu saat kamu akan menemukan kebahagian itu, yang sabar dan patuhi perintah suamimu suatu saat suamimu akan sayang kepada kamu, maafkan ibu ya, "ucap ibu Ayu sambil menepuk pundak Tika,
"Iya tante, karena saya tante di pulangkan ke negara tante, dan maafkan mas Bima, supaya mas Bima di beri hidayah kepada Aalloh " ucap Tika sambil mencium tangan bu Ayu.
Mendengar mobil Bima Tika bergegas membukakkan pintu,
Dan tidak terasa waktu sudah sore, Bima berangkat mengantarkan ibu Ayu di bandara,
Di dalam mobil ibu Ayu,
"Nak ! Sekali lagi ibu bilang apa kamu tidak punya niatan untuk menerima Tika menjadi istrimu nak, dia orang baik, penurut dan mau merawat kamu jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari, ingat kata - kata ibu, lupakan Rara, Rara sudah tenang di sana, sampai kapan kamu membalas ini, dan ingat kecelakaan itu bukan murni ula Tika, tapi ulah kamu sendiri, kenapa kamu menghukum orang yang tidak bersalah "ucap ibu Bima sambil melihat Bima,
"Cukup ibu ! Aku tidak mau ibu ikut masalah rumah tangga saya "ucap Bima dengan nada kesal,
__ADS_1