Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
9.Episode 9


__ADS_3

"lo kenapa sih Dan, terus ngikutin gue tadi gue diruangan dokter Diana, lo ada dan sekarang gue lagi duduk, lo juga ada jangan-jangan lo ngikutin gue yah dari tadi. Ngaku lo," ucap Ciko sambil nunjuk-nunjuk Dani yang suruh mengaku.


"Idih apaan sih lo, kurang kerjaan amat gue ngikutin orang kaya lo. Yang gak jelas gitu hahah, gue tadi liat lo lagi duduk sambil ngelamun, yaudah aja gue datang dengan kagetin loh hahahha," ucap Dani terus meledek


"lo jadi orang ko gitu banget sih sama temen bro. Lo mau gue kasih pelajaran tuh bibir lo, biar bisa disaring perkataannya, biar engga nyakitin orang mulu, lo bisa nya," ucap Ciko mulai marah.


"santai bro, gue cuma bercanda baperan amat sih lo Cik, Cik, cowok tapi lo lembek yah hahhaha, engga bro bercanda," ucap Dani sambil merangkul Ciko, yang mulai asem mukanya.


"Udah ah, lo datang cuma buat ngina gue doang. Lebih baik gue pergi, awas lu kalau masih ngikutin gue. lama-lama gue santet jauh lo," ucap Ciko sambil jalan.


"Serem bro, ah lu gak seru mainya dukun," ucap Dani sambil teriak


"alah bodo amat haha," ucap Ciko sambil teriak juga

__ADS_1


"alah dasar tuh anak, susah banget untuk di ajak bercandanya. Mendingan gue, rame untuk diajak bercanda, ganteng pula," ucap Dani menilai dirinya sendiri.


*Perjalanan Diana*


"aduh udah jam 12 gini, belum juga nyampai, Gara-gara macet, parah banget engga bisa maju sama sekali," ucap Diana.


Diperjalanan Diana, udah mulai kesal dengan macet yang begitu panjang, dan Diana sudah berpikir bahwa paman, dan bibinya mengcemaskan keadaan Diana. Karna Diana, belum juga menghubungi, paman dan bibinya.


"Aduh, aku lupa aku blm ngabarin abi dan umi, pasti mereka cemas sama aku," ucap Diana.


"Aduh mana lagi hp ini, susah amat untuk diambilnya," ucap Diana sambil terus mencari-cari hpnya, yang keselap-selip.


Diana merasa kesusahan, saat ia sedang mencari hp dan juga mengendarai mobil. Dan tak lama kemudian, hp Diana pun sudah ada digenggaman tangannya.

__ADS_1


"Aku harus cepat-cepat menghubungi abi ni, biar abi dan umi, tidak cemas terhadapku," ucap Diana, sambil memainkan hpnya untuk mencari kontak abinya.


Setelah Diana menemukan kontak pamannya, Diana segera menelpon pamannya. Tetapi tidak ada sinyal, satu pun yang terdapat didalam hp Diana.


"Haduhhh, ko ini sinyalnya engga adaan sih, gimna yah sekarang," ucap Diana sambil kebingungan, dan tak tau harus berbuat apa.


Seketika Diana memparkirkan, dulu mobilnya dipinggir jalan. Untuk mencari sinyal dan beristirahat terlebih dahulu, karna ia merasakan pegal-pegal, diseluruh badannya.


"Ternyata cape juga yah bawa mobil sendiri, nyesel aku, tau gini aku bawa supir pribadiku," ucap Diana menyesal.


Lalu setelah itu Diana turun dari mobilnya, sambil membawa hpnya, berniat untuk mencari sinyal agar bisa, mengabari paman dan bibinya dikota. Diana mengangkat-ngangkat tangan nya ke atas, sambil memegang hpnya, berharap ada sinyal yang nyangkut satu, agar bisa tersambung ke nomer pamannya.


"Sinyalnya mana yah, ko didaerah sini susah banget sinyal," ucap Diana merasa putus asa.

__ADS_1


Tak lama kemudian dengan tangan yang pegal, akhirnya Diana mendapatkan sinyal. Walau hanya 1 garis, yang penting ia bisa menghubungi pamannya.


"Akhirnya dapat juga, aku harus cepat-cepat ni menghubungi abi, sebelum sinyal nya di makan lagi." Ucap Diana sambil sibuk mencari kontak pamannya.


__ADS_2