Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Cantik banget


__ADS_3

Waktu begitu cepat berganti, Dewa, Deva dan juga Dafa telah sukses, perusahanya berkembang sangat baik, dan anak Bima bertiga sudah menikah dan sudah di karuniai anak, dan sekarang Bima dan Tika di pangil Omah dan Opah,


Sebulan lagi Sifa akan menikah dengan pujaan hatinya dia seorang dokter, dan ternyata calon suami Sifa itu teman baik Dewa dan Deva, calon suami Difa bernama Rio, dia sangat tampan dan pintar, dia seorang dokter juga memegang perusahaan papanya, dia anak tunggal, sedangkan Papanya Rio sudah meningal dua tahun yang lalu,


Rio akan mengajak Sifa untuk memilih baju pengantin dan mencari keperluan untuk pernikahanya,


"Eh kamu mau kemana ! Seharusnya kamu sudah ngak boleh ketemuan sama adik, adik aku sudah di pingit, " ucap Deva sambil senyum - senyum,


"Siap Kak ! Bukan sekarang tapi mulai besok, iya kan Ma ! "ucap Rio sambil menghadap ke Deva sambil memberi hormat,


"Ih apaan si kak, kayak jaman dulu aja, " jawab Sifa sambil tersenyum dan berpamitan kepada mamanya,


Jangan pulang malam - malam ya Nak! " ucap mama Tika,


"Tu dengerin, kalau sudah cepat di kembalikan, pamalih, " teriak Dewa dengan nada senyum,

__ADS_1


Dengan spontan Sifa dan Rio berpamitan kepada Papi dan Maminya sambil mencium pundak tanganya, dan tidak lupa Sifa mencium pipi maminya,


Sifa di ajak ke butik untuk memilih gaun yang akan di pakai untuk di pesta pernikahanya, Rio memanggil salah satu mbak nya untuk menyuru melayani Sifa dengan baik,


"Tolong carikan gaun yang terbagus untuk non Sifa " ucap Rio sambil duduk,


"I ___ iya Tuan, " jawab Mbaknya sambi menuju ke gaun pengantin,


Sifa di kejutkan oleh gaun yang sangat bagus, Sifa memegangi gaun pengantin dan mbaknya ber kata, " Ini juga bagus non, boleh nona coba, pasti nona seperti ratu, nona sudah cantik pakai gaun ini ih tambah cantik lagi,


Mendengar teriakan mbaknya dengan spontan Rio melihat, Rio mengirah ada apa ternyata Rio hanya terdiam saat melihat Sifa memakai baju pengantin,


Dan tidak sengaja mbaknya memanggil Rio terpaksa mbaknya menepuk tangannya yang di arahkan di depan muka Rio, dengan spontan Rio tersadar sambil berkata, " wau cantik banget, aku suka,


Dan Sifa memintak tolong untuk melepasakn bajunya dan berkata, "Mbak berapa harganya gaun bagus ini ?

__ADS_1


"Tiga puluh juta non ! " jawab mbaknya,


"A ___ aku ngak suka mbak, carikan yang biasa biasa saja harganya " ucap Sifa dengan nada gugup,


"Ta ___ tapi ini udah di buat oleh nyonya besar bulan kemarin, itu biasanya nyonya kalau jual harganya segitu, apa nona belum tau kalau ini butik milik mama tuan Rio, " ucap mbaknya,


Sifa hanya memanggut - manggutkan kepalanya sambil berkata dalam hati, " Pantas saja mas Rio masuk dan duduk di kursi kasir,


Sudah satu jam akhirnya Rio mengantarkan Sifa untuk pulang dengan selamat,


Tidak sudah jam delapan Rio berpamitan kepada ke dua orang tuanya Sifa untuk pulang, dan hari ini Rio akan langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat perkembangan pasiennya,


"Iya hati - hati di jalan ya nak Rio " ucap Tika sambil bersalaman,


Dan tidak lupa Rio berpamitan kepada Dewa sebagai kakak iparnya.

__ADS_1


__ADS_2