
Dan di hari ini Bima merasa senang karena Bella sudah tertangkap dan Tika merasa bebas, Toni menghubungi Bima kalau hari ini ada metting,
"Kamu tundah saja hari ini aku melihat Bella dan kamu saja yang urus perusahaan " ucap Bima,
"Ma Bima mau keluar dulu, kamu nitip apa biar nanti aku belikan, " ucap Bima,
"Bakso beranak pak Pitung " jawab Tika sambil menelan salivanya.
Tidak terasa jam menunjukkan pukul dua siang Bima pulang membawah pesanan Tika, dengan spontan Tika mengambil mangkok dan di makan di dapur agar tidak ketahuan Bima kalau bakso ini super pedas,
Lima menit Tika tidak kembali ke kamarnya dengan terpaksa Bima melihat Tika ternyata Tika makan di meja dapur,
"Mas kamu mintak, " ucap Tika sambil menyudorkan mangkoknya,
Dengan spontan Bima berteriak " Gila kamu, apa kamu mau membunuh anak ku,
"Tapi ini enak mas, " jawab Tika sambil menghabiskan baksonya,
Langsung Bima membuang mangkok yang berisi bakso pedas tadi,
PRING,,,,,,
__ADS_1
Mendengar barang yang jatuh se isi rumah lari saat Tika berteriak, dan bu Ayu berkata sambil memeluk Tika, " Kamu apa in mantu Ibu sampai teriak,
Bima berjalan dan masuk ke kamar dengan mengebaskan ke dua tanganya, sambil berkata, " Tanyak sendiri pada mantu kesayangan mama,
Jam dinding menunjukkan pukul delapan, Bima merebahkan badanya di atas kasur dan tidak lupa dengan Tika,
Pas jam sebelas perut Tika sakit dan buang air besar dan sudah beberapa kali Tika ke kamar mandi, badan Tika merasa lemas dan tidak sadar kan diri, dengan spontan Bima membawa ke rumah sakit,
Sudah satu jam Tika mulai tersadar dan merintih ke sakitan di bagian perutnya,
Iya Tuan nga papa, cuma nyonya ke habisan cairan di dalam tubuhnya, dan sebentar lagi pulih, " ucap dokter Dian,
"Mengenai anak kami yang apa di perut apa dia sehat Dok, " ucap Bima,
Sudah dua jam mata Tika hanya terpejam dan rasanya engan membukaknya, Bima menemani Tika dengan setia sesekali tangan Tika di cium Bima sambil berkata, " Bangunla sayang maafkan aku,
Ternyata Tika takut untuk membukak matanya, karena Tika takut di marahin Bima lagi terpaksa Tika memejamkan matanya terus, dan datanglah perawat membawah makanan untuk Tika,
mencium makanan yang di bawah suster cacing perut Tika merona - rona untuk makan,
"Sayang bangunlah, aku janji ngak marah lagi sama kamu, aku sayang kamu, dan mulai sekarang aku janji akan belajar menyayangi kamu, dan menurutin apa saja yang kamu ucapkan " ucap Bima sambil mencium tangan Tika,
__ADS_1
"Benar ya mas kamu ngak akan marah dan menghukum aku lagi, " jawab Tika dengan nada gugup,
Bima terkejut saat Tika menjawab dan berkata, Buma hanya menganggukkan kepalanya dengan nada senyum,
Bima menyuapi Tika,
Di luar kamar ada bu Ayu yang akan masuk, sebelum masuk bu Ayu mengintip ternyata Bima lagi menyuapin Tika, dan bu Ayu mengagalkan niatnya untuk masuk ke ruangan Tika sampai Bima selesai dengan tugasnya,
Lima menit bu Ayu masuk ke ruangan Tika dan mendekati Tika sambil berkata, " Gimana keadaan kamu Nak!
"Alhamdulillah sudah sehat Bu ! " jawab Tika dengan nada senyum,
"Gimana kamu itu Bim! Ngak bisa jaga istri, kalau istri kamu mintak yang membahayakan jangan kamu turutin, apa kamu mau membunuhnya, " ucap bu Ayu dengan nada kesal,
"Bela terus mantu kesayangan Ibu, Ibu sebenarnya yang anak ibu itu siapa aku atau dia, " jawab Bima,
"Ya kamu lah anak kandung Ibu, tapi Tika mantu kesayangan Ibu, puas kamu, awas sampai nyakitin mantu kesayangan Ibu lagi, ingat itu, " jawab bu Ayu,
"Jangan janji - janji doang mas, " jawab Tika sambil tersenyum melihay bu Ayu,
"Iya - iya, "ucap Bima,
__ADS_1
"Iya apa, " _____.