Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Keriput dan menua


__ADS_3

Bik Ijah masuk rumah sambil membawah telur puyu, dan semua pelayan hanya menundukkan kepalanya saat Bima berjalan, langsung saja bik Ijah memasak telur puyunya, salah satu pelayan bertanyak kepada bik Ijah, " Tumben bik, di ajak tuan dari mana saja udah duduknya di depan di bukakkan pintu lagi sama tuan.


"O itu ! Tuan ngajak jalan - jalan di maal sama nonton film, hhhh, kamu itu ! Ya di ajak ke pasar, masak nonton film, katanya sih ! Tuan ingin tau gimana keadaan di dalam pasar, dan kebetulan kursi di belakang ada barang kantor yang belum di keluarkan,


"O, gitu bik! Hhhhhh" ucap salah satu pelayan dengan nada tawa,


Semua pelayan menggupas telur puyu yang baru saja di rebus, dan bik Ijah menyiapkan bumbu untuk mengoseng - oseng telur puyu,


Sambil bercanda,


Dan tidak terasa Tika mendengar ketawa nya seorang pelayan dan Tika ikut bergabung,


"Eh non Tika silakan duduk non ! " Ucap salah satu pelayan sambil memberikan tempat duduk,


"Udah - udah bik! Jangan berbuat begini, kita semua sama saja, ini buat apa bik! Kok banyak banget telurnya di masak apaan, aku suka ini " ucap Tika sambil mengupas dan memakannya,

__ADS_1


Di dalam.kamar, Bima melihat leptop CCTV untuk melihat Tika sedang apa, dan ternyata Tika sedang membantu semua pelayan menggupas telur puyu, sambil menggupas Tika memakanya,


Sambil melihat Tika yang sedang memakan telur puyu, Bima hanya menelan salivanya dan berkata " Rupanya enak tu telur puyu, apa memang dia orang kampung tidak pernah makan, tapi ini semua perlu di coba.


Dan akhirnya Bima menghubungi bik Ijah untuk mintak telur puyu yang hanya di rebus saja, langsung saja bik Ijah mengantarkan telur puyunya di kamar Bima,


"Ini tuan telur puyunya " ucap bik Ijah sambil menaruk telurnya di atas meja,


"Bik dan tolong panggil dia suruh ke sini untuk mengupas telur puyunya, " ucap Bima sambil menutup letopnya,


Tika masuk kamar sambil membawah piring untuk menaruk telur puyu yang sudah di kupas,


Bima melihat telur yang sedang di kupas dan tidak satu pun Bima memakanya, Bima hanya memainkan leptopnya,


"Mas! Ini telurnya dan ini tusuknya " ucap Tika sambil melihat Bima yang sedang serius dengan letopnya,

__ADS_1


Apa kamu tidak lihat aku sedang apa ! Apa tangan kamu tidak bisa menyuapin aku! Ayo cepat suapin aku "teriak Bima sambil melihat leptopnya,


"I _ iya ,iya mas! Akan aku suapin," ucap Tika sambil menyuapin Bima,


"Dasar kampret "ucap Tika dengan nada pelan,


"Apa yang barusan kamu bilang " teriak Bima sambil melihat Tika yang sedang duduk di samping Bima,


"Ngak mas! I _ itu, maaf, aku tadi bicara kamu jangan suka marah nanti cepat tua, he, he, he he, " ucap Tika sambil menyuain Bima,


Mendengar ucapan Tika langsung saja Bima berdiri dan berjalan menuju kaca sambil berkata " Apa mukaku sudah tua, mukaku ngak boleh tua, aku punya banyak uang,


"Tu betul kan mukamu sedikit Keriput dan menua, dan mulai sekarang kamu jangan suka marah - marah tidak jelas, "ucap Tika sambil menahan tawa,


Apa dia baik, apa pura - pura baik agar aku mau menceraikanya, tidak - tidak aku akan membunuhmu secara berlahan - lahan, dasar pembunuh " ucap Bima dalam hati sambil duduk dan memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2