Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Lari maraton


__ADS_3

Melihat jam dinding sudah jam empat kurang lima belas menit langsung saja Tika berlari keluar untuk pulang, sampai di luar Tika pulang hanya berlari maraton sambil menungu angkutan umum, dan tidak terasa Tika sampai di depan rumah Bima,


Tika membukak pintu gerbang Bima, belum sampai masuk ke dalam rumah Tika mendengar suara mobil Bima yan sedang parkir di depan rumah, dengan spontan Tika membalikkan badannya untuk berjalan membukakkan pintunya sambil membawah tas kerjanya Bima, seperti biasa Tika tetap saja membukakkan sepatunya Bima,


"Sana kamu mandi, rupanya bau ini dari badan kamu dasar wanita jorok "ucap Bima sambil memalingkan mukanya,


"I _ iya maaf mas! Aku baru datang dan aku tadi pulang lari sambil nunggu angkutan umum, dan belum sampai ketemu angkutan aku udah nyampai di depan rumah "ucap Tika sambil mencium badanya sendiri,


Dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersikan dirinya,


Sudah sepuluh menit Tika ada di kamar mandi, Tika berrendam dengan air hangat untuk mengrilekkan badannya, sambil memejamkan matanya,


Dan alangkah terkejutnya saat Tika membukak matanya dan saat pertama kali di lihat ada seseorang yang ada di depannya,


"A _ ada buaya buntung "teriak Bella sambil menyiram muka Bima dan duduk menghadap ke belakang,

__ADS_1


"Hai dasar pembunuh apa yang barusan kamu lakukan "ucap Bima sambil menggusap mukanya yang habis kena siraman air Tika,


Dengan spontan Tika berdiri sambil mintak maaf tampa memperdulikan badannya yang engak pakai sehelai bajupun, dengan spontan Bima menelan salivanya saat melihat badan Tika yang tak memakai sehelai benang,


Saat Tika mengetahui kalau dirinya tidak memakai baju langsung lari mengambil handuk di samping Bima,


"Haduh mas badanku sudah tidak suci lagi, kenapa kamu masuk kamar mandi dan melihatnya "ucap Tika sambil berdiri di samping Bima,


"Ih ! Mataku sudah ternoda " jawab Bima sambil meludah dan berjalan keluar kamar mandi sambil memeganggi dedek kecilnya yang sedang terbangun saat melihat tubuh mungil Tika,


"Memang dedek kecilku ini normal melihat barang yang an _ jadi bangun dengan sendirinya, "ucap Bima dalam hati sambil mengelus dedek kecilnya supaya tertidur,


Dan lagi - lagi Bima telah mendengar ucapan Tika walau tidak jelas di telinga Bima, dan Bima mintak mengulanggi ucapan Tika yang barusan tadi,


Tika menolak dengan tidak berbicara apapun,

__ADS_1


"Coba kamu ulanggi ucapanmu tadi kamu bilang apa menggenai aku, kalau kamu tidak mau mengulangi ucapanmu tadi kamu akan saya hukum lebih dari yang kamu ucapkan tadi "ucap Bima dengan nada keras dan marah,


"I _ iya maaf aku bilang kamu seorang pe _ tidak seorang pen _ penjahat dan suka menyiksa aku " jawab Tika dengan nada gugup,


"Apa kamu bilang tadi aku seorang penjahat dan suka menyiksa, o gitu ! Sudah lama aku belum menyiksa ka _ kamu "teriak Bima sambil menjatuhkan badan Tika di atas kasur sambil meniduri badan Tika,


"Ma _ maaf mas " jawab Tika dengan nada gugup sambil menangis,


Seperti biasa Bima tidak memperdulikan tangisan Tika, semakin menangis semakin kerap dan keras Bima memainkan angota badan Tika,


Dan tidak terasa sudah satu jam Bima memainkan badan Tika, tanda kepemilikan terlalu banyak sampai Tika tidak tahan dengan permainan ini,


Dan terasa basah di area bawah Tika langsung saja Bima menyudahi permainan ini


Langsung saja Bima masuk kamar mandi sambil memegangi dedek kecilnya yang sedang bangun,

__ADS_1


"Cepat siap kan aku makan sekarang, ingat jangan coba - coba kamu bilang aku seorang penjahat " teriak Bima dengan nada sinis sambil keluar kamar,


"Ya Tuhan berikan aku kesabaran untuk menghadapi ini semua " ucap Tika sambil masuk kamar mandi,


__ADS_2