
Setelah itu Dicky pergi meninggalkan rumah Diana.
*Rumah sakit*
Sesampainya Diana dirumah sakit, dia langsung menaiki anak tangga. Karna kebetulan ruangan Diana hanya di lantai 2 setelah itu, Diana langsung memasuki ruangannya untuk menyimpan, tas dan bersiap-siap untuk bertugas.
" lah ko tiba-tiba saja lampunya mati? " ucap Diana sambil menyalakan seter di hpnya.
selang beberapa waktu, lampunya pun nyala. Lalu di beberapa sudut ruangan Diana, sudah ada para perawat. Yang mengagetkan Diana dengan menyanyikan happy birthday too you.
Ciko seorang perawat yang menyukai Diana, berjalan menghampiri Diana sambil membawa kue bolu. Dan menyanyikan happy birthday too you kepada Diana.
" happy birthday too you dokter cantik " ucap ciko sambil tersenyum kepada Diana.
Diana tidak bisa berkata apa-apa. Dia merasa bahagia dan terharu, sampai-sampai Diana meneteskan air matanya.
" Aku kira ini mati lampu ternyata kalian menyiapkan semuanya untukku. "
__ADS_1
" sudah dokter jangan menangis lagi, lebih baik dokter segera meniup lilinnya. " Ucap ciko.
Diana pun meniup lilin yang tertancap di kue bolu yang di bawa oleh ciko. Pria yang menyukai Diana. Tiba-tiba saja ciko menatap Diana, dan berbicara kepada dia.
" Din aku ingin berbicara kepada mu, biar mereka semua jadi saksi disini. " ucap ciko
" mau berbicara apa cik? " Diana merasa bingung dan deg-degan.
Lalu ciko pun menaruh bolu, yang sedang ia pegang. Dan menggantinya dengan seikat bunga mawar berwarna merah cerah. Ciko pun berlutut di hadapan Diana, sambil memberikan bunganya kepada Diana.
" Din aku sudah engga bisa menyimpan perasaan ini sendirian lagi, apa kamu mau menjadi pacarku? " ucap ciko melontarkan isi hatinya, kepada Diana dengan hati yang deg-degan.
" Berani sekali si ciko itu " bisik salah satu perawat.
" Din bagaimana, aku butuh jawaban mu jangan diam saja " ucap ciko tidak sabar menunggu jawaban dari Diana.
Ciko berharap, Diana dapat menerima cintanya itu. Tetapi Diana merasa bingung, harus menjawab apa, dan perlahan-lahan pipi Diana pun menjadi merah karna merasa malu. Lalu Diana pun menarik nafasnya, dalam-dalam dan berbicara kepada Ciko.
__ADS_1
" Maaf yah cik sebelumnya, aku tidak bisa menerima cinta kamu. Aku masih ingin mengejar karirku, dan maaf aku sudah mempunyai pasangan. " ucap Diana kepada Ciko.
Jelas saja cara Diana menolak ciko walau secara halus, itu membuat hati Ciko terasa patah.
" Oh, yasudah Din aku sudah tau jawaban kamu sekarang, jadi aku pun tidak penasaran lagi. " Ucap ciko kepada Diana sambil tersenyum sakit.
Ciko pun berdiri dan pergi meninggalkan Diana dan perawat lainnya. Ia pun menyimpan bunga mawarnya dimeja Diana, lalu semua perawat pun, mengikuti ciko untuk pergi dari ruangannya Diana tanpa berkata apa-apa.
" Apa tadi aku jahat terhadap dia, tapi aku sudah berjanji kepada Akmal, untuk selalu menyimpan hatinya hanya untuk dia. "
Ciko merasa hancur dan juga malu, karna di tolak secara mentah-mentah, dihadapan semua perawat.
" Ah aku kira Diana akan menerimaku, tetapi semuanya salah. " ucap ciko sedikit kesal.
Ciko merasa menyesal, telah mengungkapkan perasaannya secara terburu-buru. Mungkin saja Diana belum siap. Sekarang dia tidak tau harus berbuat apalagi, untuk mendapatkan hati Diana.
*keesokan harinya*
__ADS_1
Seperti biasa Diana pergi kerumah sakit sesuai jamnya, setelah sampai dirumah sakit dia berjalan untuk menaiki anak tangga. Lalu tidak sengaja, Diana dengar ucapan perawat-perawat lain. Bahwa hari ini Ciko tidak masuk untuk bertugas.