Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
10.Episode 10


__ADS_3

Setelah Diana mendapatkan kontak pamannya, ia langsung memijit untuk memanggilnya.


*Rumah pak Makmut*


Pak Makmut sedang duduk, dan melamun sambil menunggu kabar dari Diana. Tak lama kemudian suara hp berbunyi.


"kring, kring, kring"


Dengan sangat cepat pak Makmut mengambil hpnya, yang berbunyi dan melihat bahwa Diana yang meneleponnya. Sehingga pa Makmut segera menganggkatnya.


"hallo Diana, ko baru ngabarin abi sekarang?" ucap pak Makmut, dengan nada yang sedang cemas.


"Maaf abi disini tidak ada sinyal, Diana juga ini turun dulu dari mobil, untuk mencari sinyal abi, maaf Diana telah membuat abi cemas. Tapi abi tenang saja, Diana baik-baik aja dan sebentar lagi Diana akan sampai kedesa abi.

__ADS_1


"Kamu masih belum sampai Diana?" tanya pak Makmut kepada diana.


"Belum abi, karna jalanan disini begitu macet sehingga Diana masih di perjalanan," ucap Diana


"yaudah kamu hati-hati dijalan nya yah nak, abi sangat cemas sekali sama kamu," ucap pak Makmut.


"Sudah tidak usah mencemaskan Diana abi, Diana baik-baik aja


" yaudah kamu lanjutin lagi nak, biar cepat sampai,"


Pak Makmut pun merasa sangat lega, karna Diana telah berikan kabar kepadanya.


"Alhamdulillah anak itu baik-baik saja, aku sekarang lega," ucap batin pak Makmut.

__ADS_1


Setelah itu, Diana pun segera masuk ke mobilnya lagi, dan melanjutkan perjalanannya. Agar bisa segera ketemu dengan akmal dan keluarganya.


Setelah Diana melewati macet perjalanan yang begitu sangat macet, sampai jam pun telah menunjukan pukul 14:00. Akhirnya Diana pun sampai, ke jalan menuju desanya. Hati Diana bergetar, karna merasa sedih, senang, dan haru, Seakan-akan perasaan Diana tak karuan.


"Alhamdulillah akhirnya aku sampai juga, kedesa yang telah melahirkanku ini," ucap batin Diana.


Tanpa lama-lama Diana segera memasukan kembali mobilnya, karna untuk sampai kerumahnya, ia harus melewati dua jalan terlebih dahulu. Seketika orang-orang desa menatap mobil Diana dengan asing, mereka tak tau kalau itu Diana. Mereka saling bertatap muka, dan saling bertanya-tanya satu dengan yang lainnya.


Setelah Diana melewati perjalanan yang sangat jauh, Diana pun sampai tepat didepan rumahnya. Ia melihat ibu, bapak nya dan juga adiknya yang sedang duduk, sambil menatap kehalaman rumah. Setelah mobil Diana sampai mereka semua kaget, karna tiba-tiba ada mobil yang sangat bagus yang berhenti tepat dihalaman rumahnya. tanpa lama-lama Diana pun segera mematikan mesin mobilnya, dan melepas sabuk pengamannya. Lalu membuka mobilnya, dan perlahan dia keluar dari mobilnya itu.


Pak Danu dan bu Sita orang tua Diana, seketika kaget, ketika melihat seorang wanita cantik turun dari mobil mewah tersebut. Dan itu adalah Diana, gadis kecilnya dulu yang telah menjadi dewasa, dan sangat cantik. Dengan mengunakan pakaian dokter Diana turun dari mobilnya. setelah itu Diana pun segera berlari dan memeluk orang tuanya, karna ia sudah sangat merindukannya. Sambil menangis dipelukan bu Sita.


"Ibu ini Diana, bu ini Diana, sekarang Diana telah menjadi seorang dokter. Dan menjadi orang sukses bu, seperti cita-cita Diana dulu bu," ucap Diana sambil memeluk ibunya, dan menangis dipelukan ibunya.

__ADS_1


"Diana ya Allah anak ibu sudah sukses sekarang sayang, kamu sudah menjadi dokter nak ibu sangat bangga sama kamu nak, ibu sangat bangga," ucap bu Sita sambil membalas pelukan Diana, dan mencium pipi Diana.


Pak Danu hanya menangis setelah melihat Diana, putri kecilnya telah menjadi dewasa dan menjadi orang sukses. karna tidak sia-sia, mereka berdua mengrim Diana untuk bersekolah disana, dan berdiam diri dirumah paman dan bibinya, yaitu pak Makmut dan bu Nina selama 3 tahun ini.


__ADS_2