
Gadis cantik itu tertegun ketika membuka matanya dan melihat laki-laki yang di cintainya berdiri di hadapannya.
“Mas Saga”
Luna mengedarkan pandangannya menatap sekeliling tempatnya berdiri, di atas pasir putih terdapat lampu-lampu yang di susun rapih menjadi sebuah tulisan “Will You Marry Me”. Saga lalu berlutut di hadapan Luna, sebuah kotak cincin diambilnya dari saku celananya. Cincin yang di desain oleh Saga sendiri.
“Luna Alexandra, maukah kamu menikah dengan ku?”
Luna mengerjapkan matanya, tak percaya dengan apa yang sedang dilakukan Saga saat ini, Ia lalu menoleh ke arah ayahnya yang berdiri tidak jauh darinya, Wyman lantas menganggukkan kepalanya memberi tanda bahwa ia sudah merestui hubungan anaknya itu.
Luna kemudian kembali mengarahkan pandangannya pada laki-laki yang masih berlutut di hadapannya, hatinya tersentuh dan matanya mulai berkaca-kaca.
“Ya aku mau!” ucap Luna, Saga lalu memasangkan cincinnya di jari manis Luna ukurannya pas saat Luna memakainya, gadis itu lalu ikut berlutut dan langsung memeluk tubuh Saga dengan erat, rona bahagia terlihat di wajah mereka. Tak terkecuali Wyman dan Sonya mereka juga ikut bahagia melihat kedua anaknya, tanpa sadar Wyman menitikkan air mata ia teringat dengan ibu kandungnya Luna.
“Far liat anak kamu, dia tumbuh jadi gadis cantik yang baik, sekarang ia bahkan sudah menemukan seseorang yang akan menjaganya seumur hidup” batin Wyman sembari matanya menatap langit yang sudah mulai gelap dan bintang pun mulai muncul.
Sonya lalu menatap suami yang berdiri di sampingnya, tangannya mengusap air mata Wyman yang membasahi pipinya.
“Farah pasti bahagia di atas sana melihat Luna, papahnya Saga juga pasti ikut bahagia” ucap Sonya, mereka berdua sama-sama menitikkan air mata bahagia.
__ADS_1
Cheryl, Tommy dan Bik Iroh tak henti-hentinya tersenyum melihat kebahagiaan mereka, diam-diam tangan Tommy menggenggam tangan Cheryl, membuat gadis cantik itu pun terkejut, ia lalu mengarahkan pandangannya menatap Tommy.
“Bibik balik ke villa dulu ya, mau nyiapain makanan yang udah bibik masak” Bik Iroh lalu membalikkan badannya dan berjalan menuju villa yang jaraknya hanya beberapa meter dari pantai.
“Biar aku bantuin Bik” seru Cheryl, gadis itu melepaskan genggaman tangan Tommy, lalu berlari mengejar Bik Iroh yang sudah berjalan di depannya, ia tak ingin Tommy melihat wajahnya yang merah karena malu. Lalu Tommy mengikuti Cheryl di belakangnya dan mencoba menyamakan langkahnya agar bisa berjalan beriringan dengan Cheryl.
***
Setelah berpelukan, Saga dan Luna berdiri bersamaan, mereka saling memandang satu sama lain, bahkan mereka berdua tidak peduli masih ada Wyman dan Sonya yang berdiri tidak jauh dari mereka. Saga mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Luna dan mulai memiringkannya berusaha untuk mencium bibir ranum milik kekasihnya itu. Namun teriakan Wyman menghentikan langkah Saga yang sedikit lagi menempelkan bibirnya ke bibir Luna.
“Kamu mau ngapain Ga?” Wyman menyipitkan matanya dan mulai berjalan ke arah mereka berdua.
“Nyium Luna Om” tanpa dosa Saga mengatakan dengan santai apa yang baru saja ingin ia lakukan pada Luna.
“Kenapa nggak boleh om, kita juga udah sering ngelakuin itu kok, bahkan tidur bareng juga pernah”
“Apa kamu bilang!” Wyman membulatkan kedua bola matanya hingga seperti mau lepas dari tempatnya.
Sonya kemudian berjalan menghampiri meraka, ia menarik tangan Wyman seraya berkata “ayo kita balik ke villa Bik Iroh udah nyiapin makanan buat kita”
__ADS_1
Wyman masih menatap Saga saat ia berjalan dengan tangan yang di gandeng oleh Sonya sedangkan Luna yang masih berdiri di samping Saga memukul punggung calon suaminya itu hingga Saga merintih kesakitan.
“Aww sakit Lun” pekik Saga.
“Lagian Mas Saga sih ngomong kayak gitu di depan ayah, pasti entar dia bakalan tanya macem-macem sama kita”
“Ya udah nanti bilang aja kalau Mas tadi asal ngomong, cuma becanda”
Luna kemudian memutar bola matanya malas mendengar apa yang di katakan Saga, ia lalu berjalan menyusul kedua orang tuanya yang sudah berjalan jauh di depannya. Saga pun ikut Luna dan berjalan di belakang calon istrinya itu.
Di dalam villa, Cheryl dan Tommy ikut membantu Bik Iroh menyiapkan makanan di atas meja, terlihat semua menu makanannya enak-enak membuat Cheryl tak sabar ingin segera mencicipinya. Dari arah pintu terlihat Wyman dan Sonya masuk ke dalam villa mereka langsung berjalan menuju ruang makan, tak berselang lama giliran Saga dan Luna yang melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
Kemudian mereka semua duduk di meja makan termasuk Bik Iroh, awalnya Bik Iroh menolak karena merasa tak pantas untuk bergabung dengan mereka, namun Sonya memaksa, akhirnya Bik Iroh pun menuruti perkataan majikannya itu.
Mereka semua menyantap sampai habis makanan yang tersedia di atas meja, semua orang memuji masakan Bik Iroh hingga membuat wanita tua itu tersipu malu. Setelah selesai makan Wyman mengajak Saga keluar karena ada hal yang ingin dia bicarakan dengan anak sambungnya itu. Sonya yang masih kepikiran dengan perkataan Saga yang membuat Wyman terkejut, khawatir lalu mengikuti mereka dari belakang. Sedangkan Luna dan Cheryl ikut membantu Bik Iroh membersihkan piring di dapur.
“Apa yang ingin om bicarakan dengan Saga?” Tanya Saga saat mereka sudah berada di luar dan duduk di bangku yang langsung menghadap ke arah lautan luas di depan sana.
“Om mau membicarakan tentang lamaran resmi yang akan om adakan di rumah, terus om pengan kamu nikah sama Luna nunggu ia lulus kuliah dulu”
__ADS_1
Saga terdiam beberapa menit lalu ia membuka mulutnya “kelamaan nunggu Luna lulus kuliah om, itu mah keburu om punya cucu duluan”
Lagi-lagi Wyman tertegun mendengar jawaban Saga, ia bingung antara harus percaya atau tidak atas kata-kata yang keluar dari mulut Saga, sebab anak sambungnya itu sering terlihat tidak serius saat berbicara.