DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 98


__ADS_3

Tengah malam Saga kembali ke apartemennya, ia bahkan langsung berbaring di atas ranjang tanpa mengganti pakaiannya dahulu ketka masuk ke dalam kamar, matanya tak kuat lagi menahan rasa kantuk yang menggelayutinya saat dalam perjalanan pulang.


Keesokan paginya Saga terbangun ketika telinganya mendengar suara dering ponsel miliknya yang ia letakkan tidak jauh dari tubuhnya, Saga mengusap kedua matanya dengan tangan lalu memposisikan tubuhnya duduk dan menyender di sandaran ranjang.


Telihat nama Tommy yang ada di layar ponselnya, Saga menjawab panggilan dari asistennya dengan suara yang sedikit parau, Tommy memberitahu bahwa pagi ini ada rapat penting yang harus di hadiri oleh Saga, ia mengingatkan agar bosnya tidak datang terlambat. Setelah menutup teleponnya Saga bergegas ke kamar mandi,


tidak butuh waktu lama bagi Saga untuk membersihkan diri, setelah selesai ia langsung memakai pakaian dan keluar dari kamar, ia bahkan tak sempat untuk sarapan, Saga langsung turun ke bawah dan mengambil mobil lalu melajukannya menuju kantor.


Sesampainya di kantor terlihat Tommy tengah berdiri menunggu kedatangan bosnya, Saga turun dari mobil dan berjalan masuk menuju ruang rapat diikuti Tommy di belakangnya. Ketika Saga masuk semua orang yang ada di ruang rapat berdiri menyambut kedatangan Saga.


Saga menatap dengan serius saat salah satu karyawannya yang sedang mempresentasikan tentang produk baru perusahaan yang akan di luncurkan, namun saat semua yang berada di ruang rapat sedang fokus, terdengar suara perut “kruyuk...kruyuk...kruyuk...dari arah laki-laki yang sedang duduk di depan, hingga membuat orang-orang menoleh ke asal mula bunyi itu keluar yang ternyata dari perut Saga.


Saga yang menjadi tersangka utama menundukkan kepalanya kerena malu, sedangkan asistennya yaitu Tommy yang duduk di sampingnya menutup mulutnya dengan tangan menahan tawa sembari matanya melirik ke arah bosnya.


Saga yang menjadi pusat perhatian beranjak dari duduknya dan memberitahu bahwa rapat di tunda untuk sementara, kemudian ia langsung berjalan keluar dengan langkah kaki cepat, diikuti Tommy yang berjalan di belakangnya, sembari berjalan ke ruang kerja, Saga meminta Tommy untuk memesankan makanan.


Di kediaman Wyman...

__ADS_1


Luna yang sedang asyik duduk sembari membaca buku di bangku taman belakang rumah tersentak ketika ada tangan memegang bahunya, yang tidak lain adalah tangan Sonya, wanita paruh baya itu sudah berdiri di belakang Luna namun gadis cantik yang tengah fokus membaca buku tidak menyadari kehadiran mamahnya.


“Mamah” seru Luna.


“Hari ini kamu sibuk nggak Lun?”


“Nggak mah, emang kenapa?”


Sonya lalu mengajak Luna untuk menemaninya ke butik langganannya. Luna pun tak menolak ajakan mamahnya, kemudian Luna dan Sonya berjalan ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap terlebih dahulu.


Setelah berganti pakaian, Luna turun ke bawah dan menyambar kunci mobil miliknya yang ada di atas meja lalu berjalan keluar menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan, tak berselang lama Sonya pun keluar lalu menghampiri Luna yang sudah ada di dalam mobil. Sebelum berangkat, Sonya memberitahu alamat tempat butiknya yang akan mereka datangi, setelah itu Luna pun melajukan mobilnya.


“Ada yang bisa saya bantu Bu Sonya?”


“Tolong carikan dress yang bagus dan cocok buat anak saya ya” sembari Sonya memegang tubuh Luna yang berdiri di sampingnya, Luna terkejut karena yang ia tahu mamahnya lah yang akan membeli pakaian bukan dirinya.


“Mah” Luna menoleh ke arah Sonya dengan wajah heran.

__ADS_1


Sonya tersenyum lalu menyuruh Luna untuk mengikuti pelayan mengambil beberapa dress model terbaru untuk di coba oleh Luna. Beberapa kali Luna mencoba dress dan menunjukkannya pada mamahnya, namun Sonya terus saja meggelengkan kepalanya karena masih belum ada dress yang benar-benar cocok untuk Luna. Kemudian Luna


kembali menunjukkan dress terakhir yang dipilihnya sendiri, Sonya tercengang ketika melihatnya karena dress  dengan panjang selutut berwarna pastel itu sangat cocok dan pas ketika Luna memakainya, model dressnya juga sederhana namun tetap terlihat elegant.


“Gimana mah?” Luna bertanya sembari memutar tubuhnya.


Sonya mengacungkan kedua jempolnya seraya berkata “kamu cantik banget Luna pakai dress itu” kemudian Sonya meminta pelayan toko untuk membungkus dress tersebut.


Luna yang bingung lalu bertanya kepada Sonya, mengapa ia mengajaknya ke butik dan membelikannya dress, mamahnya lalu mengatakan bahwa besok ia akan mengajak anak gadisnya itu untuk menghadiri acara penting  makanya ia membelikan Luna dress untuk dikenakannya pada acara itu.


“Emang acara penting apa mah?” tanya Luna dengan wajah penasaran.


“Besok juga kamu tahu?” jawab Sonya, ia kemudian berjalan ke arah kasir untuk membayar dress yang baru saja di belinya, karena cacing di perutnya sudah kelaparan Sonya lalu mengajak Luna untuk makan terlebih dulu sebelum mereka pulang ke rumah.


apakah acara lamarannya berjalan dengan lancar? atau malah sebaliknya?


kita tunggu kelanjutannya oke.

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya ya...


terima kasih.


__ADS_2