
Pukul 20.00 di sebuah kafe yang berada di pusat kota, terlihat seorang gadis cantik duduk seorang diri, matanya terus menatap ke arah pintu masuk seperti sedang menunggu seseorang.
“Mas Tommy” panggil Cheryl disertai lambaian tangan saat melihat laki-laki yamg memakai atasan kaos warna navy dan celana jeans melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
Tommy tersenyum dan membalas lambaian tangan pacarnya itu, ia berjalan menghampiri Cheryl dan duduk dihadapannya.
“Udah lama ya nunggunya?”
Cheryl menggeleng “nggak kok Mas, belum lama"
Cheryl sudah lebih dulu memesan minuman sebelum Tommy datang, tak lama pelayan pun datang membawa pesanan Cheryl dua Ice Americano, Tommy cukup terkejut karena gadis yang duduk di hadapannya itu tahu minuman kesukaannya. Tommy menyeruput minuman seraya menatap wajah Cheryl.
Kemudian laki-laki pemalu itu ingat tentang kejadian di tempatnya bekerja, ia menanyakan pada Cheryl apa dia kenal dengan sepupunya Luna yang bernama Maya. Cheryl yang sedang menyeruput minumannya tersedak saat Tommy menyebut nama Maya, terlihat jelas raut wajah tidak suka saat mendengar nama Maya terlontar dari mulut
Tommy.
“Mas kenal sama Maya?” tanya Cheryl dengan wajah dingin.
Tommy menggelang pelan “tadi sepupu Mba Luna yang namanya Maya datang ke perusahaan nyari Tuan Saga” ucap Tommy.
“Ngapain dia nyariin Mas Saga, wah ini udah nggak beres nih” ujar Cheryl disertai gelengan kepala.
“Emang kenapa?” tanya Tommy, rasa penasarannya terlihat jelas di raut wajahnya yang ganteng itu.
Cheryl pun menceritakan tentang kejadian di masa lalu saat mereka masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah menengah pertama, Maya selalu menginginkan apa pun yang Luna punya, bahkan saat gadis cantik itu berpacaran dengan kakak kelasnya, hubungan mereka kandas karena ulah Maya, hingga membuat pacar sahabatnya itu tergoda dan berpaling pada Maya.
__ADS_1
Cheryl mengira Maya melakukan hal yang sama untuk menghancurkan hubungan Saga dan Luna, namun Tommy yakin bahwa bosnya itu bukan laki-laki yang gampang tergoda oleh perempuan seperti Maya.
***
Keesokan harinya saat di kampus Luna duduk seorang diri di taman sembari membaca buku, Cheryl yang baru saja datang berjalan menghampiri Luna dan duduk di samping gadis itu, melihat sahabatnya, Luna pun tersenyum. Cheryl yang tidak suka basa-basi langsung menanyakan tentang Maya pada Luna, melihat reaksi Luna saat ia menyebut nama Maya, Cheryl pun langsung paham.
“Lo udah cerita sama Mas Saga tentang Maya”
Luna mengangguk “udah Cher, tapi aku percaya Mas Saga nggak kaya laki-laki lain yang mudah tergoda mulut manis Maya”
Cukup lama mereka berdua mengobrol, hingga mereka tak menyadari ada orang yang sudah berdiri di belakang mereka. Adrian mendengarkan dua gadis yang tengah asyik mengobrol itu.
“Ehem...Ehem” deheman suara laki-laki membuat Luna dan Cheryl menengok kebelakang.
“Aku ganggu kalian nggak?”
Mereka berdua kompak merespon dengan gelengan kepala, kemudian Adrian ikut berbaur dengan memposisikan dirinya duduk di samping Cheryl.
Di perusahaan Saga...
Saga berjalan keluar dari ruang kerjanya dan menuruni lift menuju lobi perusahaan, sore ini ia ada jadwal untuk bertemu rekan kerjanya di restoran. Sebelum melajukan mobilnya Saga menyempatkan diri untuk menghubungi Luna, ia meminta gadis cantik itu untuk menemuinya di taman kota yang tempatnya tidak jauh dari restoran. Setelah selesai mengabari kekasihnya, ia pun langsung tancap gas menuju restoran untuk bertemu rekan kerjanya.
“Ada apa Lun?” tanya Cheryl ketika mereka berada di parkiran kampus.
“Mas Saga minta ketemuan di taman kota”
__ADS_1
“Cie mau ngedate nih ceritanya” goda Cheryl seraya menepuk punggung Luna.
”Mau gue anterin nggak?” imbuh Cheryl.
Luna menggeleng pelan “nggak usah Cher, gue mau naik taksi ajah, gue nggak mau ngerepotin lo terus”
“Alah sok banget lo, kayak nggak biasanya ngerepotin”
Luna terkekeh, kemudian ia berjalan meninggalkan Cheryl keluar kampus untuk mencari taksi, setelah menyetop taksi Luna pun pergi ke taman kota untuk bertemu Saga.
***
Setelah selesai bertemu rekan kerjanya Saga tak langsung pulang, ia melajukan mobilnya menuju taman kota yang jaraknya hanya beberapa meter dari restoran. Saga turun dari mobil lalu berjalan ke taman mencari tempat duduk menunggu Luna datang menemuinya.
"Mas Saga" terdengar suara perempuan memanggilnya, ketika Saga baru saja akan mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di taman, lalu ia mencari sumber suara tersebut, wajahnya berubah masam ketika melihat perempuan yang memanggilnya adalah Maya.
“Kayaknya kita jodoh ya Mas, di tempat kayak gini aja kita bisa ketemu” ucap Maya berjalan menghampiri Saga.
Saga memperlihatkan wajah dinginnya, karena merasa tak nyaman Saga mulai mengayunkan kakinya utuk pergi dari tempat itu, namun saat baru saja Saga berjalan beberapa langkah, Maya langsung memeluk Saga dari belakang.
Masih mau lanjut nggak nih?
😉🤩
selamat membaca.
__ADS_1