
“Ayo Lun kita pulang” ajak Cheryl yang kini perasaannya mulai membaik, walau hatinya masih sakit tapi ia mencoba berdamai dengan dirinya sendiri tak mau berlarut-larut dalam kesedihan.
Luna menganggukan kepalanya dan tersenyum, ia merasa lega karena sahabatnya sudah kembali lagi seperti semula, ceria seperti biasanya atau mungikin pura-pura ceria agar tidak membuatnya khawatir.
Luna melajukan mobil dengan kecepatan sedang, sembari menikmati pemandangan laut di setiap sisi jalan. Mata Luna melirik ke arah Cheryl yang duduk disampingnya, perempuan cantik itu sedang mengedarkan pandangan keluar jendela, tangannya ia biarkan mengudara sembari di ayun-ayunkan merasakan kencangnya angin laut yang berhembus.
Mereka tiba di rumah Cheryl setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, Cheryl turun dari mobil berjalan masuk ke rumahnya diikuti Luna dari belakang.
“Mba Cheryl baru pulang?” tanya Bik Dayah yang menjumpai anak majikannya sedang berjalan masuk ke rumah.
“Iya bik, maaf ya ninggalin bibik sendirian di rumah” sahut Cheryl.
“Nggak apa-apa Mba” balas Bik Dayah tersenyum.
“Siang Bik” sapa Luna yang ada di belakang Cheryl.
“Eh Mba Luna” balas Bik Dayah menyapa balik sahabat anak majikannya itu.
“Makan dulu mba, kebetulan bibik udah masak”
“Bik Dayah baik banget dateng-dateng langsung disuruh makan, kebetulan kita berdua emang belum makan” celetuk Luna dibarengai tawa Bik Dayah dan Cheryl, kemudian mereka bertiga berjalan menuju tempat makan.
__ADS_1
Di restoran milik Wyman
Sonya datang setelah mendapat telepon dari suaminya untuk meyusulnya ke restoran, ia diantar oleh Sarah, seorang manager restoran ke ruang kerja suaminya.
“Maaf Nyonya anda tunggu di sini sebentar soalnya masih ada tamu di ruangan Pak Wyman” tutur Sarah mempersilahkan Sonya duduk di ruang tunggu. Sonya mengangguk dan tersenyum.
“Kalau begitu saya permisi dulu” Sarah pergi meninggalkan Sonya seorang diri untuk melanjutkan pekerjaanya kembali.
Merasa bosan karena sendirian, Sonya beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu ruangan suaminya, tak sengaja ia mendengarkan pembicaraan suaminya dengan tamu yang sedang bersamanya.
“Bagaimana dengan rencana kita dulu apa kamu masih ingat?” terdengar suara laki-laki yang bertanya pada Wyman.
“Rencana apa?” Wyman mengangkat kedua bahunya karena ia tidak tahu rencana apa yang dimaksud.
“Aku beneran nggak ngerti kamu ngomong apa?” Wyman menggaruk kepalanya.
“Dulu kita pernah sepakat, kalau kita punya anak, kita akan menjodohkan mereka” tutur Byantara.
Wyman tertegun, ia tak menyangka Byantara masih mengingat perkataannya itu yang dianggapnya hanya sebuah gurauan.
“Waktu itu aku hanya asal bicara, aku nggak nyangka kamu menganggpnya serius” ucap Wyman.
__ADS_1
“Aku punya anak laki-laki dan kamu punya anak perempuan bukannya ini memang sudah takdir bahwa Tuhan ingin kita berdua menjadi besan”
“Jangan buru-buru, kita pertemukan dulu kedua anak kita, baru kamu bicara tentang takdir Tuhan” celetuk Wyman.
“kalau begitu kamu atur waktu agar kedua anak kita bertemu” ucap Byantara, ia kemudian bangkit dari duduknya dan berpamitan untuk pergi.
Wyman mengantar Byantara keluar dari ruang kerjanya, ia terkejut ketika melihat Sonya sedang menunggunya di luar, kemudian ia memperkenalkan Byantara dengan Sonya.
***
Sonya terdiam selama perjalanan pulang, ia mendengar semua pembicaraan suaminya dengan teman masa kecilnya itu tentang perjodohan anak-anak mereka, namun Sonya tidak mau bertanya lebih dulu, dia ingin suaminya sendiri yang memberitahu.
Di sisi lain ia juga bingung, walaupun belum tahu tentang kebenaran hubungan percintaan antara Saga dan Luna dari Tania, tapi kalau yang dikatakan Tania itu benar bagaimana? Apa yang harus ia lakukan.
“Kamu kenapa sayang? Dari tadi diam aja?” tanya Wyman yang terus fokus mengemudikan mobilnya.
“Nggak apa-apa kok sayang aku cuma kecapean aja, aku tidur dulu ya…nanti kalau sudah sampai rumah, bangunin aku” Sonya memejamkan matanya berpura-pura tidur sebenarnya ia sedang memikirkan tentang Saga dan Luna, ia akan mencari tahu tentang kebenaran hubungan kedua anaknya itu.
Ting…
Bunyi notifikasi pesan masuk ke ponsel Luna yang ternyata dari Saga, laki-laki itu meminta Luna untuk datang ke perusahaanya besok siang dan membawakannya makanan, ia ingin Luna menemaninya makan siang dikantornya.
__ADS_1
Hayo jangan lupa tinggalkan jejak kalian di bawah
😊🥰👌🤞🙏