
Setelah bertemu dengan rekan bisnisnya Saga bergegas pulang ke apartemennya, dalam perjalanannya pulang ia terus menghubungi ponsel Luna, namun tak ada respon darinya sama sekali. Sampai di apartemen ia mendudukkan tubuhnya di atas sofa, tangannya mengudara melonggarkan sedikit dasi yang dikenakannya lalu menjatuhkan kepalanya ke sandaran kursi. Matanya menatap ke langit-langit dan sesekali terpejam seperti sedang memikirkan sesuatu. Kemudian ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar untuk bersiap membersihkan
tubuhnya, Saga membuka pintu kamar mandi dan menanggalkan semua pakaian yang di kenakannya.
***
Pukul 19.00 malam Byantara dan Adrian tiba di rumah Wyman, karena acara makan malam santai mereka pun hanya mengenakan pakaian casual.
Ting…Tong…Ting…Tong…
Terdengar suara bel berbunyi di telinga Wyman yang kebetulan sedang berjalan ke arah ruang tamu, ia bergegas membuka pintu, di lihatnya Byantara dan Adrian berdiri sembari menyunggingkan senyum di bibir mereka.
“Ayo masuk” ajak Wyman mempersilahkan tamunya untuk ke dalam dan disambut oleh Sonya yang juga berjalan ke depan setelah mendengar bel berbunyi.
Mereka duduk sambil berbincang-bincang menceritakan masa lalu dengan di barengi tawa hangat masing-masing. Luna yang baru saja turun dari kamarnya langsung menyapa Byantara dan juga Adrian, setelah semua orang
berkumpul kemudian Sonya mempersilahkan mereka semua ke ruang makan untuk menyantap makanan yang sudah ia masak.
“Masakannya enak tante” puji Adrian yang dibarengi anggukan kepala oleh Byantara tanda setuju dengan apa yang anaknya ucapkan.
“Istri siapa dulu” sahut Wyman dengan bangganya, semua yang mendengarnya tertawa kecuali Luna, ia hanya memperlihatkan senyum tipis di bibirnya. Perasaannya kacau yang hanya ia pikirkan sekarang adalah kakak tirinya itu.
__ADS_1
“Kamu kenapa Lun? Om perhatiin kamu diem aja dari tadi, apa lagi nggak enak badan?” Tanya Byantara yang melihat Luna seperti tidak bersemangat, semua yang berada disana melihat ke arah Luna.
“Nggak kok om, Luna nggak apa-apa” ia menjawab dengan senyum yang di paksakan.
Sonya menatap anak gadisnya itu, ia tahu apa yang sedang dipikirkan Luna, untuk mengalihkan perhatian dari Byantara, Adrian dan juga Wyman, Sonya meminta Luna untuk mengambil buah yang ada di lemari pendingin.
Luna berjalan ke arah dapur di ikuti Sonya dari belakang, ketika Luna sedang menata buah ke atas piring, Sonya menepuk pelan bahu Luna hingga membuat gadis itu sedikit terkejut.
“Mamah tahu apa yang kamu pikirin” tutur Sonya yang direspon dengan senyuman dari bibir Luna, kemudian gadis itu pun memeluk tubuh Sonya.
Kemudian mereka kembali ke ruang makan, Luna lalu meletakkan piring yang di bawanya di atas meja.
Di tempat lain Saga yang sedang mengemudi memberhentikan mobilnya di sebuah minimarket hendak membeli minuman, ketika ia baru saja keluar dari minimarket tersebut terdengar suara teriakan ibu-ibu.
Saga yang melihat penjambret melintas di depan matanya langsung menghadang dengan kakinya membuat penjambret itu pun terjatuh, saat Saga akan mengambil tas dari tangan si penjambret, ia di kejutkan dengan serangan mendadak yang di alamatkan padanya, sebuah pisau kecil menggores lengannya dan mengeluarkan darah segar dari goresan tersebut. Lalu Saga menghajar dan menendang tubuh penjambret hingga membuatnya terkapar di tanah, beberapa polisi datang setelah ada yang memberitahu bahwa ada kasus penjambretan.
“Terima kasih ya mas udah bantuin saya” ucap ibu-ibu itu setelah Saga menyerahkan tasnya.
“Iya bu sama-sama” sahut Saga kemudian ia berjalan menuju mobilya yang terparkir di depan minimarket, ia masuk dan duduk di belakang kemudi lalu melajukan mobilnya menuju rumah Wyman. Tak butuh waktu lama bagi Saga untuk sampai di rumah ayah sambungnya itu, ia turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.
Luna terkejut ketika melihat Saga sudah berada di dalam, karena ia sendiri tidak tahu kalau kakak tirinya akan datang, sedangkan dirinya sedang bersama dengan Adrian, laki-laki yang tidak di sukai oleh Saga.
__ADS_1
“Mas Saga?”
Saga menatap satu per satu orang-orang yang ada di dalam rumah, dan tatapannya sekejap berubah menyeramkan ketika melihat Adrian yang duduk berhadapan dengan Luna.
“Malam Om” Saga memperlihatkan senyum tipis dibibirnya ketika menyapa Wyman dan juga Byantara.
Luna beranjak bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Saga, matanya membulat sempurna ketika melihat goresan luka yang darahnya sudah mengering di lengan kakak tirinya yang saat itu mengenakan kaos berlengan
pendek.
“Lengan kamu kenapa Mas?” tanya Luna yang khawatir, belum sempat Saga menjawabnya Luna menarik tangan Saga dan membawanya ke ruang tamu. Byantara yang melihat interaksi dua kakak beradik itu mengernyitkan kening apalagi melihat tatapan Luna ketika Saga datang.
Luna menyuruh Saga duduk dan ia sendiri berjalan naik ke lantai atas untuk mengambil kotak p3k yang ia simpan di kamarnya. Luna kembali ke lantai bawah setelah berhasil menemukan kotak yang ia butuhkan dan duduk di samping Saga.
“Lengan kamu kenapa Mas? Kenapa bisa luka kayak gini?” dengan telaten Luna membersihkan darah yang sudah mengering lalu mengolesakan obat antiseptik di lengan Saga.
Saga lalu memberitahu Luna tentang kejadian yang dialaminya sebelum menuju rumah gadis cantik itu, terlihat jelas wajah Luna yang khawatir sekaligus bangga dengan aksi heroik Saga menyelamatkan tas ibu-ibu yang di
jambret.
Maaf yah baru bisa UP
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak di bawah 👇👇😉😘