DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB Tambahan


__ADS_3

Cerita lainnya


Judul   : Terpesona  Tetangga Tampan


Penulis : Syauqi Namaria


Pf         : Fizzzooo



BAB 1


 “Aaaaah, Aaaaah, Emmmmh” suara itu yang selalu terdengar di telinga Qiana setiap malam saat ia akan memejamkan mata, membuatnya merasa tak nyaman dan ingin pindah dari kost-annya yang sudah 2 tahun belakangan ia tinggali.


Qiana sendiri adalah gadis cantik berusia 20 tahun yang sudah 2 tahun ini merantau ke kota B untuk bekerja, ia


adalah seorang buruh yang bekerja di sebuah Perusahaan Manufaktur di bidang Industri Elektronik di kota tersebut. Awalnya ia ingin melanjutkan kuliah setelah lulus SMK, namun karena keterbatasan masalah ekonomi, akhirnya gadis cantik bertubuh tinggi semampai itu memutuskan untuk mengadu nasib di kota besar dan meninggalkan ibu dan adik laki-lakinya di kampung.


Keesokan harinya karena libur kerja Qiana memutuskan untuk bertandang ke kontrakan sepupunya yang bernama


Ridwan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kost-annya.


“Tumben pagi-pagi sudah datang kesini” seloroh Ridwan yang sedang mencuci motor kesayangannya.


Qiana menghela napas pelan seraya memperlihatkan wajahnya yang terlihat kurang tidur dengan mata pandanya yang terlihat jelas melingkar di bawah matanya yang indah itu.


“Mas bantuin aku nyari kost-an baru dong” pinta Qiana pada sepupunya itu.


Ridwan berhenti sejenak, ia kemudian melempar lap yang di pegangnya ke sembarang arah, ia tahu kenapa


sepupunya yang cantik itu memintanya mencarikan kost-an baru untuknya, karena satu bulan yang lalu Qiana sudah menceritakan apa yang terjadi setiap malam di kost-annya tersebut.


“Jadi mau pindah, Mas kira kamu masih betah tinggal disana, soalnya kamu nggak pernah ngomongin masalah pindah kost-an lagi” ujar Ridwan yang berjalan menghampiri Qiana dan mengambil tempat duduk di samping gadis cantik itu.


“Udah nggak tahan aku Mas, masa tiap malem aku dengerin orang lagi ehem-ehem mulu, terus yah kalau aku pulang shift malam pasti lihat cewek keluar dari kost-an samping aku, udah gitu pakaiannya beuh seksi banget, tonjol sana tonjol sini, aku yang cewek saja risih ngelihatnya” tutur Qiana menggebu-gebu membuat Ridwan yang mendengar ceritanya terkekeh.


“Bilang saja kamu juga pengen ikutan ehem-ehem juga iya kan”

__ADS_1


“Iih apaan sih Mas Ridwan, ya nggak lah”


“Kamu mau nyari kost-an lagi apa kontrakan, kalau kontrakan kebetulan di samping kontrakan Yara ada yang kosong, anaknya baru habis kontrak terus pulang kampung”


“Boleh deh Mas, kontrakan Mba Yara kan luas tuh tiga ruang, apa lagi tempatnya juga enak disana, ya udah yuk kita kesana sekarang”


\~\~\~


Ridwan akhirnya mengantar Qiana ke kontrakan Yara, Yara sendiri adalah teman dekat Ridwan yang sudah di


pacarinya selama setahun belakangan ini. Tak butuh waktu lama mereka berdua sampai di tempat Yara. Kebetulan gadis itu berada di teras depan kontrakannya sedang menjemur pakaian yang baru saja di cucinya.


Yara tersenyum simpul ketika melihat dua orang yang dikenalnya datang ke kontrakannya, kemudian mempersilahkan mereka masuk ke dalam. Tanpa basa-basi Ridwan mengatakan maksud kedatanganya ke kontrakan pacarnya itu.


“Ra kontrakan sebelah kamu sudah ada yang nempatin belum?” tanya Ridwan.


“Dua hari yang lalu sudah ada yang nanyain, tapi aku nggak tahu kelanjutannya mereka jadi nempatin apa nggak,


emang buat siapa Mas nanyain kontrakan sebelah, nggak mungkin Mas Ridwan mau pindah kesini kan”


“Kamu sudah nggak tahan ngekost di sana ya Qi?” ledek Yara yang di tanggapi Qiana dengan anggukan kepala.


“Ya sudah mendingan kita langsung nanyain ke ibu kontrakan siapa tahu orang yang waktu itu sudah nanyain nggak jadi ngontrak” ujar Yara yang langsung di setujui oleh Ridwan dan Qiana.


Mereka berjalan ke tempat ibu kontrakan yang kebetulan tidak jauh dari tempat Yara. Ibu kontrakkan terlihat sedang duduk di teras depan rumahnya sembari menggendong cucu pertamanya yang berumur 1 tahun.


“Siang bu” sapa Yara ketika masuk ke area rumah ibu kontrakkanya yang bernama Bu Icih.


“Eh Mbak Yara, ada apa ya mba?”


Yara lalu mengatakan maksud kedatangannya kepada Ibu Icih, dan kebetulan yang sangat tidak di sangka-sangka, orang yang waktu itu menanyakan kontrakan ternyata tidak jadi mengontrak, langsung saja Qiana memberikan depe awal sebagai tanda bahwa ia yang akan mengontrak disana dan sisanya akan di berikan saat gadis itu menempati kontrakannya.


Setalah semua setuju Ridwan dan Qiana kembali ke kontrakan Yara untuk mengambil motor, kemudian dua saudara itu kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. Di kost-an Qiana membereskan barang-barang yang akan di bawanya, gadis itu berencana akan pindah nanti malam.


“Sudah beres semua nanti malam tinggal cus, cabut dari kost-an yang meresahkan ini” ujar Qiana bermonolog


sendiri setelah selesai mengepak barang.

__ADS_1


Malam harinya di bantu Ridwan dan Yara, Qiana pindah tempat tinggal yang baru, ada rasa lega dalam hatinya karena ia tidak lagi harus mendengar suara desa.han yang menggangu telinganya tiap malam.


“Wah ada tetangga baru nih” celetuk cowok yang bernama Dean ketika melihat Qiana, ia tinggal di sebelah Yara.


Qiana sudah beberapa kali datang ke kontrakkan Yara jadi wajahnya sudah tak asing lagi bagi tetangga Yara yang


sudah mengenal Qiana.


“Ah Mas Dean bisa aja” timpal Qiana


“Libur kerja nggak ngapel Mas?” sambung Qiana lagi.


“Udah dong, tadi habis pergi kencan” sahut Dean dengan senyum khasnya yang memperlihatkan lesung pipi di


wajahnya.


Setelah selesai membantu Qiana menata barang-barang di dalam kontrakkan, Ridwan pamit pulang untuk kembali ke kontrakannya, karena waktu juga sudah malam dan kebetulan besok dirinya masuk shift pagi.


\~\~\~


Suara kokok ayam terdengar jelas di telinga Qiana dan matahari mulai menampakkan cahayanya dari timur menandakan bahwa pagi telah menjelang, Qiana terbangun dan segera merapikan tempat tidurnya, setelah itu ia bergegas ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi dan segera memakai seragam kerja yang sudah di setrika rapih olehnya. Qiana lalu berdiri di depan cermin dan merias wajahnya senatural


mungkin, ia hanya menggunakan foundation dan bedak serta tak ketinggalan menyematkan lipstik di bibirya dengan warna nude.


Qiana lalu membuka pintu dan mengeluarkan sepeda motor yang akan digunakannya untuk berangkat kerja, namun sebelum berangkat ia terlebih dulu memanaskan motornya.


Dari sebelah kiri kontrakannya keluar laki-laki berparas tampan dengan postur tubuh tinggi menjulang bak


seorang model, beberapa kali Qiana bertandang ke kontrakan Yara, namun baru kali ini ia bertemu dengan laki-laki itu.


Laki-laki itu tersenyum pada Qiana saat mata mereka saling bertemu “baru pindah ya mba soalnya aku baru


ngelihat?” tanya laki-laki yang bernama Galang itu, ia juga mengeluarkan motor dari dalam kontrakannya.


“Iya Mas” jawab Qiana yang masih terpesona dengan paras tampan dan rupawan tetangganya itu.


Mau baca Bab selanjutnya langsung melipir ke TKP aja yah teman-teman...

__ADS_1


__ADS_2