
Acara pernikahan selesai, semua tamu undangan sudah pulang ke rumah masing-masing. Dan pasangan pengantin pun tak tinggal di rumah, Saga membawa Luna pergi ke suatu tempat setelah mereka berganti pakaian.
“Aku mau di bawa kemana sih Mas?” Tanya Luna yang bingung, Saga memapah Luna masuk ke dalam mobil dengan kedua mata di tutup dengan kain.
“Entar juga kamu tahu” jawab Saga santai.
Saga mengemudikan mobilnya menyusuri jalanan di malam hari dengan kecepatan di atas rata-rata karena jalanan yang begitu lengang. Membuat Luna yang sedari tadi duduk manis di kursi samping kemudi merasa takut.
“Mas pelan-pelan aja bawa mobilnya” keluh Luna.
“Biar cepet sampai sayang” sahut Saga, matanya tetap fokus menatap jalanan di depan.
Tak berselang lama Saga menghentikan mobilnya di depan sebuah gedung pencakar langit yang tidak lain adalah sebuah hotel bintang 5, ia membantu Luna turun dari mobil, kali ini Saga tak memapah Luna berjalan namun ia langsung menggendong istrinya bak putri kerajaan.
“Mas Saga!” Luna sangat terkejut dengan keadaan kedua mata masih tertutup kain.
Saga masuk ke dalam gedung tersebut, banyak mata yang melihat kelakuan sepasang suami istri itu, ada yang mencibir mereka ada pula yang merasa iri karena mereka terlihat sangat romantis. Saga melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift.
“Mas turunin aku, badan ku kan berat”
“Udah diem dulu, lagian bentar lagi nyampe”
Ting...
Suara pintu lift terbuka, Saga mengayunkan kakinya keluar dari lift menuju sebuah kamar yang sudah di pesannya jauh-jauh hari. Ia membuka pintu kamar hotel tersebut dan masuk ke dalam, setelah itu Saga menurunkan Luna dari gendongannya. Saga melepaskan kain yang masih menutupi kedua mata istrinya. Saat penutupnya terbuka penglihatan Luna masih terlihat samar-samar karena terlalu lama matanya ditutup dengan kain. Beberapa kali ia mengedipkan matanya agar penglihatannya normal kembali, betapa terkejutnya gadis itu saat tahu ia berada di dalam sebuah kamar hotel.
“Ini kan...?” Luna tak melanjutkan perkataannya, matanya menatap sekeliling ruangan kamar hotel yang tak asing baginya.
__ADS_1
Saga memeluk tubuh istrinya dari belakang seraya berbisik lirih di telinganya “kamu masih ingat, ini adalah kamar dimana kita pertama kali melakukan itu saat kamu dalam keadaan mabuk, dan dengan sombongnya kamu ngasih aku black card”
Luna terkekeh ia merasa lucu jika mengingat kejadian itu, memberikan black cardnya pada orang yang jauh lebih kaya darinya. Luna melepaskan tangan Saga yang melingkar diperutnya, kemudian ia membalikkan tubuhnya membuat mereka saling berhadapan satu sama lain.
“Dan laki-laki yang melakukan itu dengan ku, sekarang jadi suami ku” ucap Luna seraya mengecup pipi Saga dengan lembut.
Saga kembali menggendong Luna kemudian merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang dengan senyum smirik yang ia perlihatkan “aku akan buat kamu nggak bisa turun dari ranjang besok pagi” bisik Saga lirih ditelinga Luna hingga membuat bulu kuduknya merinding. Saat Luna membuka mulutnya hendak berkata sesuatu, Saga lebih dulu melahap bibir Luna dengan penuh gairah.
“Akh” desa.han Luna terdengar merdu di telinga Saga saat laki-laki itu melepas ciuman dan berpindah menghisap dua gunung kembarnya membuat jiwa kelelakiannya semakin terpacu.
“Kayaknya kamu udah siap sayang” Saga tersenyum ketika melihat tubuh Luna menggeliat tidak karuan.
Luna menutup wajahnya dengan tangan karena malu, ini memang bukan pertama kalinya bagi mereka namun kejadian itu sudah lama sekali berlalu, dan kali ini Luna melakukannya dalam keadaan sadar, jadi ada rasa was- was dalam dirinya.
Saga mengarahkan pusakanya dan siap di tancapkan, dengan hati-hati ia memasukkan bagian tubuhnya itu pada tempatnya. Luna mulai merasa kesakitan ketika telah di masuki sesuatu, suara desa.han gadis itu terdengar merdu memenuhi ruangan kamar yang menjadi saksi bisu betapa panas percintaan mereka berdua.
Keesokan harinya seperti perkataan Saga, Luna membuka matanya dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Saat turun dari ranjang, Luna merasa pinggangnya sakit di tambah bagian bawah tubuhnya yang perih.
“Mas Saga bener-bener keterlaluan” gerutu Luna sembari memegang pinggangnya.
Ceklek..
Pintu kamar mandi terbuka, Saga keluar dari sana hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya.
“Udah bangun?” tanya laki-laki itu, Luna tak menjawab ia hanya menanggapinya dengan lirikan mata yang tajam. Melihat istri tercintanya cemberut, Saga berjalan menghampirinya dan duduk di samping Luna.
“Kenapa wajahnya gitu? Nggak bisa turun dari ranjang ya?” senyum merekah di bibir Saga, ia merasa puas atas aksinya tadi malam.
__ADS_1
“Puas kamu” ucap Luna kesal.
“Belum aku malah pengen lagi”
Mendengar hal itu, secepat kilat Luna berdiri dan berjalan ke kamar mandi dengan menahan perih yang ia rasakan, di dalam sana Luna melihat pantulan tubuhnya di cerrmin, banyak jejak merah yang Saga tinggalkan di sekujur tubuhnya.
Melihat tingkah lucu istrinya Saga terkekeh seraya berkata “jangan lama-lama di kamar mandinya sayang” .
“Berisik” teriak Luna dalam kamar mandi.
Setelah beberapa menit, Luna akhirnya keluar dari kamar mandi dan mendapati Saga berada di balkon, Luna pun menghampiri Saga. Terlihat diatas meja sudah tersedia banyak makanan.
“Kenapa makan disini nggak di dalam aja” ujar Luna heran.
“Lebih enakkan makan disini, sambil menikmati udara segar” balas Saga.
Setelah selesai makan, mereka tak langsung ke dalam namun masih berada di balkon. Luna berdiri di tepian pagar sembari mengedarkan pandangan menatap luas ke sekeliling hotel tempat mereka menginap. Saga yang masih duduk di kursinya kemudian berdiri mendekati istrinya dan memeluk tubuhnya dari belakang.
“Ayo kita lanjut lagi” bisik Saga di telinga Luna.
Luna membulatkan matanya dan berteriak “Mas Saga!”
Terima kasih buat teman-teman yang setia mengikut kisah cinta Saga dan Luna.
Nantikan kisah yang lainnya dengan cerita yang berbeda.
Sekali lagi terima kasih...
__ADS_1
😘😘😉🥰🤗