DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 50


__ADS_3

Wyman dan Sonya mendudukkan tubuhnya di sofa sedangkan Saga mengambil air mineral dari lemari pendingin.


“Kamu belum jawab pertanyaan ayah Lun, kok kamu ada di apartemen Saga” ucap Wyman.


“Itu yah…”


“itu Om, aku minta tolong sama Luna buat bantuin bersihin apartemen” potong Saga yang sedang berjalan ke arah mereka ia tahu Luna pasti bingung mau cari alasan apa untuk menjawab pertanyaan Wyman.


“Kenapa kamu nggak nyari orang aja Ga buat bersihin apartemen, malah minta bantuan Luna lagi, kasian kan dia pasti capek habis pulang kuliah” Sonya kemudian mengambil air dari atas meja yang tadi dibawa oleh Saga dan meminumnya.


"Kalau ada yang gratis kenapa harus bayar orang mah" seloroh Saga, membuat Sonya dan Wyman tertawa mendengarnya.


“Nggak apa-apa kok Tante” tutur Luna sembari menyunggingkan senyum.


“Tuh Luna aja nggak keberatan” celetuk Saga yang memposisikan dirinya duduk di depan Sonya, Luna yang masih berdiri pun ikut duduk di samping Saga.


“Mamah seneng deh liat kalian berdua punya hubungan baik kayak gini walaupun kalian bukan saudara kandung, iya kan sayang” ucap Sonya yang di sertai anggukan kepala Wyman yang setuju dengan ucapan istrinya.


Saga dan Luna saling bertukar pandang mendengar ucapan Sonya, kemudian mereka berempat makan makanan yang di bawa oleh Sonya. Disela-sela makan mereka, Sonya tiba-tiba bertanya pada Saga tentang Tania, pasalnya Sonya diberitahu oleh temannya jika ia pernah bertemu dengan Tania di pusat perbelanjaan.


Mendengar itu Saga menghentikkan aktifitas makannya dan menatap wajah Sonya, ia membenarkan apa yang ditanyakan Sonya padanya. Saga juga memberitahu pada wanita paruh baya itu bahwa ia sendiri pernah bertemu


dengan Tania.


Sonya terkejut “kapan kamu ketemu sama Tania Ga?” tanya Sonya membuat selera makannya tiba-tiba menghilang.

__ADS_1


“Di Mall mah, waktu itu Tania minta ketemu sama aku” sahut Saga.


“Apa kamu masih punya perasaan sama Tania?” tanya Sonya lagi pada anak laki-lakinya itu.


“Udah berapa kali Saga bilang mah, Tania itu masa lalu, aku udah nggak punya perasaan lagi sama dia” Saga meyakinkan Sonya agar tidak mengkhawatirkan lagi masalahnya dengan Tania.


“Mamah pegang omongan kamu ya Ga, mamah nggak suka kamu berhubungan lagi sama Tania”


Wyman yang tidak tahu apa yang mereka bicarakan bertanya mengenai siapa itu Tania, bukan Sonya maupun Saga yang menjawab melainkan Luna, ia memberitahu ayahnya kalau Tania itu mantan pacar Saga, membuat Sonya menoleh ke arah Luna seraya berkata “kamu juga tahu Tania Lun?” tanya Sonya penasaran.


“E…itu Tante Mas Saga pernah ngasih tahu aku” balas Luna dengan senyum canggung yang ia tampakkan di wajahnya, kemudian Luna beranjak bangun dari duduknya dan berjalan ke dapur, menghindari pertanyaan lain yang mungkin di ajukan Sonya padanya.


***


Cheryl duduk di hadapan kedua orang tuanya dengan perasaan cemas, entah apa yang akan mereka bicarakan, setelah beberapa lama mamahnya tinggal terpisah setelah bertengkar hebat dengan papahnya malam itu, kini mereka berdua duduk bersama seperti akan mengumumkan sesuatu.


Cheryl menghela napas pelan “apapun keputusan mamah sama papah aku terima, tapi tolong jika kalian benar-benar akan berpisah, biarkan aku menentukan hidupku sendiri, aku nggak akan memilih salah satu dari kalian,


karena walaupun mamah sama papah pisah aku tetap anak kalian” Cheryl bicara panjang lebar.


“Kamu tuh ngomong apa sih Cher, mamah sama papah aja belum ngomong apa-apa, kamu udah nyerocos duluan” tutur Mira, mamahnya Cheryl. Cheryl mengernyitkan dahinya.


“Pah kamu aja yang ngomong” imbuh Mira lagi mempersilahkan suaminya yang bicara pada anak gadisnya itu.


“Cher papah sama mamah minta maaf, beberapa bulan ini udah bikin kamu kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kami berdua” Mira dan Mario saling bertukar pandang, kemudian Mario melanjutkan perkataannya lagi “setelah kami berpisah beberapa bulan ini kami menyadari bahwa kami berdua benar-benar jadi orang tua yang egois, kami tidak memikikan perasaan kamu”.

__ADS_1


Mendengar perkataan papahnya mata Cheryl mulai berkaca-kaca, tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya.


“Papah sama mamah menyadari kurangnya komunikasi membuat hubungan kami renggang, tapi ini nggak akan terjadi lagi, kami berdua sudah memperbaiki semuanya, perpisahan kemarin membuat kami sadar bahwa kami saling membutuhkan satu sama lain, jadi mamah kamu sudah memutuskan untuk tinggal bareng lagi sama kita, jadi keluarga utuh seperti sebelumnya” Mira menggenggam tangan Mario, air matanya tak lagi bisa terbendung hingga jatuh dipipi mulusnya.


“Cheryl nggak salah dengar kan” ucap Cheryl yang tak percaya bahwa mamah dan papahnya akan kembali bersama. Mario menganggukan kepalanya.


Sontak saja Cheryl langsung beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya mendekati Mira dan Mario yang duduk di depannya yang hanya di batasi sebuah meja, Cheryl memeluk kedua orang tuanya, ia menangis bahagia di pelukan Mario dan Mira.


***


Dering ponsel terdengar di ruang tamu Saga “Ga itu ponselnya siapa yang bunyi” tanya Sonya.


“Punya Luna mah” Saga mengambil ponsel dari tas Luna kemudian membawanya ke dapur untuk diberikan pada Luna.


“Nih ponsel kamu dari tadi bunyi” Luna mengambil ponsel dari tangan Saga, tertera nama Cheryl di layar ponsel.


“Halo Cher”


“Lun” suara Cheryl terdengar parau di telinga Luna.


“Kamu kenapa Cher, habis nangis ya?” tanya Luna yang khawatir, Saga yang berada di samping Luna ikut nylimbrung mendengarkan, ia mendekatkan telinganya ke ponsel Luna.


“Mamah sama papah Lun, akhirnya mereka baikan, ternyata waktu mamah nyuruh aku buru-buru pulang karena mau ngomongin masalah ini”.


“Aku ikut seneng Cher akhirnya kamu nggak bingung lagi harus milih ikut siapa?” celetuk Luna membuat Cheryl tertawa dari seberang telepon.

__ADS_1


__ADS_2