DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 109


__ADS_3

Luna menatap Maya dari ia masuk ke dalam hingga ia duduk di sofa, namun Maya sendiri terus tertunduk lesu tak berani menengadahkan kepalanya. Wirya mulai mengutarakan maksud kedatangannya ke rumah kakaknya itu, kemudian ia meminta Maya untuk berbicara sendiri pada Luna dan juga Saga.


Maya mendongakkan kepalanya menatap Saga dan Luna yang duduk dihadapannya kemudian ia mulai berbicara.


“Lun, Mas Saga, aku minta maaf atas perbuatan ku waktu itu, aku benar-benar minta maaf karena berusaha mengganggu hubungan kalian dan juga menyebabkan Mas Saga terluka, awalnya aku nggak senang kenapa Luna selalu di kelilingi orang-orang yang sayang sama dia, sekali lagi aku minta maaf Lun, aku mohon kamu maafin aku”


Maya berbicara dengan mata yang mulai berkaca-kaca ia menyesali perbuatannya apalagi sampai membuat Saga terluka karena ulahnya yang mengedepankan emosi sesaat.


“Jujur May, awalnya aku pengen ngelaporin kamu ke kantor polisi, cuma setelah aku pikir-pikir lagi, kita tuh masih ada hubungan saudara kalau bisa di selesaikan dengan cara kekeluargaan kenapa harus ngelibatin orang lain”


“Om minta maaf ya Lun, mungkin ini juga kesalahan om yang terlalu manjain Maya” timpal Wirya ia juga merasa tidak enak dengan kakaknya yaitu Wyman.


Maya beranjak dari tempat duduknya dan perlahan berjalan menghampiri Luna, kemudian ia menjatuhkan tubuhnya memeluk sepupunya itu, dalam pelukan Luna ia menangis sejadi-jadinya. Luna menepuk pelan punggung Maya seraya berkata.


“Aku udah maafin kamu, tapi aku berharap kamu berubah May, karena sifat iri kamu itu akan ngerugiin diri kamu sendiri”


Untuk mencairkan suasana yang terlihat canggung, Sonya kemudian mengajak keluarga Wirya untuk makan malam bersama karena sudah sangat lama meraka tak pernah berkumpul  seperti ini, Sonya pun sudah memasak banyak makanan. Mereka semua lalu berjalan menuju ruang makan dan menyantap makanan yang tersaji di atas meja makan. Setelah selesai makan, Luna mengajak Maya mengobrol di taman  belakang rumahnya, Saga yang tak ikut berbaur dengan mereka hanya mangamati dari jauh.

__ADS_1


“Setelah acara lamaran lo, papah ngirim gue keluar negeri buat ngelanjutin kuliah disana” Maya memulai obrolannya dengan Luna.


“Jadi ini semua karena gue, lo jadi kuliah di luar negeri” ujar Luna sembari tersenyum tipis.


"Nggak juga, udah lama papah ngerencanain ini semua, cuma gue nya yang nggak mau, tapi lo kok bisa tahu kalau gue mau di kirim ke luar” Maya manatap lurus wajah sepupunya itu.


Luna mengatakan kalau ia pernah mendengar pembicaraan ayahnya dengan Om Wirya, itulah kenapa ia tahu tentang rencana itu, setelah lama mengobrol dengan Luna, Maya kembali ke dalam karena di panggil oleh mamahnya untuk di ajak pulang.


Setelah keluarga Wirya pulang, Saga pun ikut berpamitan pulang namun dilarang oleh Wyman, ia menyuruh anak sambungnya itu untuk menginap di rumahnya. Sonya pun setuju menilik punggung Saga yang masih terluka dan waktu juga sudah larut malam, ia tak tega membiarkan anaknya mengendarai mobil sendiri.


Keesokan harinya Luna mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan ibukota yang padat di pagi hari, ia melajukan mobilnya menuju Perusahaan Jarvis Group mengantar Saga untuk bekerja.


“Sayang, nanti nggak usah jemput aku ya, aku pulang bareng Tommy” ucap Saga ia mengusap lembut rambut panjang Luna sebelum keluar dari mobil. Gadis cantik itu menanggapi dengan anggukkan di sertai senyuman di bibirnya, setelah melihat kekasihnya masuk ke dalam perusahaan Luna pun bergegas melajukan mobilnya menuju kampus.


“Tuan anda tidak mengundang banyak tamu saat acara lamaran nanti?” Tommy bertanya kepada bosnya ketika mereka berada di dalam lift.


“Nggak Tom, Om Wyman sama mamah cuma ngundang orang terdekat aja”

__ADS_1


Ting...


Suara pintu lift terbuka, Saga dan Tommy melangkahkan kakinya keluar dari sana. Sebelum masuk ke ruang kerjanya Saga meminta Tommy menngambil dokumen yang ia butuhkan di ruang penyimpanan.


Tommy masuk ke ruangan bosnya ketika Saga sedang duduk seraya tangannya memainkan pulpen yang di pegangnya. Tommy melangkah pelan ke arah meja bosnya.


“Ini Tuan dokumennya” Tangan Saga meraih dokumen yang di berikan Tommy.


Setelah menyerahkan dokumen pada bosnya Tommy meninggalkan ruangan untuk melanjutkan pekerjaanya kembali, saat Saga sedang fokus membaca dokumen yang di pegangnya terdengar ponselnya berdering yang ternyata panggilan dari Sonya. Wanita paruh baya itu memberitahu anaknya agar datang ke butik langganannya setelah pulang kerja untuk mencoba pakaian yang akan di gunakan pada acara lamarannya nanti, ia juga sudah memberi tahu Luna untuk datang ke sana.


Wyman dan Sonya sendiri tengah sibuk mempersiapkan apa saja yang di perlukan saat acara lamaran Saga dan Luna, mulai dari menyewa jasa WO hingga hantaran yang akan di persiapkan untuk seserahan nanti.


“Aku nggak nyangka jodoh anak laki-laki ku adalah adik tirinya sendiri, aku menjadi seorang ibu sekaligus mertua oleh anakku sendiri” ujar Sonya tatkala ia berada di toko perhiasan membeli satu set perhiasan untuk seserahan nanti.


“Itu lah namanya jodoh” sahut Wyman seraya tersenyum tipis.


 selamat membaca 😉

__ADS_1


__ADS_2