DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 72


__ADS_3

Seperti yang di katakan Wyman sebelumnya ketika di salon pada Sonya, malam harinya mereka berangkat ke restoran tempat janjian makan malam dengan Byantara, Luna pun ikut bersama mereka kecuali Saga.


Tak butuh waktu lama, Wyman dan keluarga akhirnya sampai di restoran tersebut, ketika di parkiran Luna seperti melihat mobil yang tidak asing baginya “kayak mobilnya Mas Saga, apa mungkin cuma mirip doang” gumam


Luna sendiri yang sedang berjalan masuk ke dalam restoran, ia terus menatap mobil berwarna hitam metalik tersebut.


Kemudian Wyman diikuti Sonya dan Luna berjalan menuju meja yang sudah dipesan sebelumnya, terlihat Byantara sudah ada disana namun ia hanya seorang diri.


“Wym” sapa Byantara ketika melihat Wyman.


Wyman tersenyum sembari mengulurkan tangan ke arah Byantara “maaf ya aku telat datang, kamu nunggunya udah lama?”


 “Nggak, aku juga belum lama datengnya” sahut Byantara, ia juga membalas uluran tangan Wyman, dan juga berjabat tangan dengan Sonya.


“Ini yang namanya Luna?” tanya Byantara lagi ketika melihat Luna yang berdiri di belakang Sonya.


“Iya om” sahut Luna dengan menyunggingkan senyum di wajahnya.


“Kamu kok sendirian, anak kamu mana? Apa dia nggak ikut?” tanya Wyman sambil mendudukkan tubuhnya di kursi begitupun Sonya dan Luna.


“Ikut, dia lagi ke toilet”


Kemudian salah satu dari mereka memanggil pelayan untuk memesan makanan. Dari arah belakang datanglah laki-laki muda ganteng memakai celana jeans yang di padupadankan dengan blazer berjalan menuju ke meja dimana Byantara dan keluarga Wyman berada.


“Pah” ucap laki-laki itu memanggil Byantara.

__ADS_1


Wyman dan keluarganya menoleh ke arah laki-laki yang memanggil Byantara dengan sebutan papah.


“Ka Adrian” panggil Luna dengan wajah heran.


“Luna, kamu ngapain disini?”


“kalian udah saling kenal” timpal Byantara memandang Luna dan Adrian secara bergantian.


“Luna itu junior aku waktu SMA pah, dan sekarang aku juga ngajar dia di kampus” sahut Adrian, tangannya menggeser kursi di sebelah Byantara lalu mendudukinya.


“Wah kita jadi nggak perlu ngenalin mereka lagi, iya kan Wym?”


Wyman menganggukan kepalanya tanda setuju dengan perkataan Byantara “iya “tuturnya dengan senyum simpul terlihat di kedua sudut bibirnya.


Pelayan pun datang membawakan pesanan mereka, kemudian mereka menyantap makanan yang sudah ada di atas meja.


***


Sementara Saga sendiri dia sedang ada pertemuan dengan rekan bisnisnya di lokasi yang sama, seperti yang di lihat Luna di parkiran ternyata benar mobil berwarna hitam metalik itu milik Saga, namun Saga juga tidak mengetahui jika keluarganya makan malam di restoran yang sama dengannya.


Ketika Saga tengah membicarakan bisnis, laki-laki bewajah baby face itu terlupa dengan dokumen yang akan di berikan kepada rekan bisnisnya, kemudian ia meminta bantuan Tommy untuk mengambilnya di mobil. Tommy berjalan keluar restoran untuk mengambil dokumen, saat dia masuk matanya tertuju pada satu titik sebuah meja, terlihat ada seseorang yang dikenalnya, Tommy melihat Wyman dan lainnya tengah asyik mengobrol, ia sedikit terkejut ketika melihat Adrian juga sedang duduk bersama mereka.


Tommy buru-buru kembali ke tempat bosnya berada, selain memberikan dokumen yang di ambilnya dari mobil, Tommy juga memberitahu Saga tentang apa yang barusan dilihatnya. Saga yang tadinya sedang tertawa langsung


merubah ekspresi wajahnya dalam hitungan detik setelah mendengar sesuatu yang Tommy bisikan padanya, rekan bisnisnya mengerutkan kening ketika melihat ekspresi wajah Saga.

__ADS_1


“Ada apa Pak Saga?” tanya rekan bisnisnya yang duduk di hadapannya.


“Nggak apa-apa, mari kita lanjutkan” sahut Saga yang berusaha bersikap profesional.


Malam mulai larut Saga bersiap pulang setelah menyelesaikan urusannya, ia kemudian berjalan ke meja tempat keluarganya berada, sebelumnya ia sudah meminta Tommy untuk memastikan bahwa keluarganya masih ada disana.


“Perasaan gue kenapa nggak enak ya” batin Luna yang terlihat masih asyik mengobrol dengan Adrian.


Saga sampai di meja tempat keluarganya sedang makan malam dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya.


"Malam Om” sapa Saga.


“Eh Ga, kamu ada disini juga?” tanya Wyman.


Saga hanya merespon pertanyaan Wyman dengan anggukan, matanya menatap tajam ke arah Luna dan Adrian.


Kemudian Wyman memperkenalkan Saga dengan Byantara dan juga Adrian, ia berpura-pura baru pertama kali melihat Adrian, ketika berjabat tangan dengan senior pacarnya itu, tangan Saga menggemgam erat tangan Adrian dengan tatapan mata yang tajam namun Adrian yang tak takut membalas menatap mata Saga.


“Aku sering mendengar nama Saga Ganendra, pengusaha yang sukses di usia muda, dan sekarang aku bertemu dengan orangnya langsung” ucap Byantara sembari menepuk pundak Saga.


“Seperti yang dikatakan orang-orang, ternyata kamu memang sangat ganteng” imbuh Byantara lagi ia memuji Saga membuat Wyman dan Sonya tertawa mendengarnya.


Kemudian Saga berpamitan kepada mereka semua untuk meninggalkan restoran, ia bahkan tak menyapa Luna sama sekali membuat perempuan cantik itu menundukkan kepalanya karena sedih, ia yakin kekasihnya yang cemburuan itu marah, sangat jelas terlihat dari tatapan matanya.


Sonya yang berada disamping Luna juga ikut merasakan kemarahan Saga, ia menenangkan Luna dengan menggenggam tangan anak perempuannya itu.

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian ya...


terima kasih 😘😉


__ADS_2