DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 63


__ADS_3

Saga, Luna dan Tania tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang mengamati mereka bertiga, Sonya baru saja datang ke kantor putranya namun sesampainya di sana ia di suguhi dengan pemandangan yang mengejutkan,


Tommy sendiri tidak tahu dengan kedatangan Sonya karena tadi bosnya menyuruhnya pergi.


***


“Kenanganku bersama Saga terlalu banyak, kita udah bersama selama bertahun-tahun, aku yakin Saga masih menyimpan kenangan itu di dalam hatinya” Tania menoleh menatap Saga.


“Tapi kenangan itu hanya masa lalu, dan sekarang Mas Saga membuat kenangan masa depannya bersamaku” Luna membusungkan dadanya ke arah Tania.


Saga tersenyum ia tak menyangka Luna akan berkata seperti itu “pacarku emang luar biasa” gumam Saga lirih.


“Kamu pikir Tante Sonya akan merestui hubungan kalian, seorang adik yang berpacaran dengan kakaknya sendiri” cibir Tania.


“Terus Ka Tania pikir Tante Sonya juga akan setuju kalau Mas Saga kembali dengan Ka Tania? Aku rasa nggak!”


“Kamu!” Tania mengudarakan tanganya dan hampir menampar Luna, namun Saga dengan sigap memblok tangan Tania.


“Cukup Tania” bentak Saga lalu menghempaskan tangan Tania.


“Kalau pun mamah nggak setuju, aku akan tetap sama Luna” tutur Saga lalu menarik tangan Luna dan mencium bibir pacarnya itu di hadapan Tania.


Sonya tertegun melihat kedua anaknya berciuman di depan matanya sendiri, ia menutup mulutnya dengan satu telapak tangannya, seperti tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Tommy yang sedang berjalan di koridor kantor menuju ruang kerja bosnya terkejut melihat Sonya yang berdiri di depan pintu lalu melangkahkan kakinya mendekati Sonya.


“Tante Sonya” panggil Tommy dengan suara lantang membuat ketiga orang yang ada di dalam ruangan terkejut.

__ADS_1


Saga melepaskan bibirnya dari bibir Luna, ketiga orang itu menoleh bersamaan ke arah Sonya yang masih berdiri di depan pintu.


“Mamah”


“Tante Sonya”


“Tante Sonya”


Sonya menghela napas kasar, lalu menyuruh Tommy yang ada di belakangnya membawa Tania keluar dari ruang kerja Saga. Karena ia ingin berbicara dengan kedua anaknya meminta penjelasan.


Awalnya Tania menolak untuk meninggalkan kantor Saga, dia bersikeras tetap tinggal, namun Sonya tidak kalah kerasnya, ia bahkan meminta Tommy untuk memanggil security agar menyeret Tania keluar. Itu akan mempermalukan dirinya bila ia keluar di seret oleh security pikirnya, akhirnya Tania menuruti omongan Sonya dan pergi keluar di antar oleh Tommy.


Sonya berjalan masuk ke dalam dan langsung mendudukkan tubuhnya di atas sofa, sedangkan Saga dan Luna masih berdiri berdampingan dengan wajah cemas.


“Duduk” perintah Sonya dalam satu kata yang langsung di laksanakan oleh Saga dan Luna.


“Sejak kapan kalian pacaran”


“Sudah beberapa bulan yang lalu” jawab Saga.


“Kenapa harus Luna Ga? Dia itu saudara kamu”


“Mah, aku sama Luna nggak ada hubungan darah, kita jadi saudara itu pun karena mamah menikah dengan Om Wyman”


“Tapi bagaiamana dengan omongan orang di luar sana?”


“Kita berdua saling mencintai, aku nggak peduli dengan omongan orang lain” tegas Saga yang membuat Sonya geleng-geleng kepala ia tahu anaknya keras kepala.

__ADS_1


“Dan kamu Lun, apa kamu pikir ayahmu akan setuju kalau dia tahu tentang hubungan kalian?”


Luna terdiam dan menatap wajah Sonya sembari menggelengkan kepalanya “mungkin nggak setuju Tante”


“Kamu sendiri tahu jawabannya, tapi kenapa kamu masih nekat”


“Karena Luna cinta sama Mas Saga Tante”


Saga dan Luna saling bertatapan dan tersenyum satu sama lain.


Sonya menghela napas berat “kalian berdua sama-sama keras kepala” keluhnya.


“Mamah dulu pernah janji sama aku, siapapun pilihan aku mamah akan menyetujuinya, mamah nggak lupa kan?”


“Mamah nggak lupa Ga, tapi kenapa harus Luna? banyak perempuan di luar sana yang pasti mau sama kamu”


“Tapi aku maunya sama Luna”


Sonya berkali-kali menghela napasnya “terserah kalian, untuk sementara mamah bisa menyembunyikan ini dari ayahnya Luna, tapi mungkin suatu saat dia akan tahu dengan sendirinya”


“Jadi mamah setuju aku sama Luna”


“Itu karena mamah nggak mau melanggar janji yang udah mamah buat sama kamu dulu, selain sama Tania mamah akan setuju kamu pacaran dengan siapapun”


Luna dan Saga tersenyum sumringah, terlihat rona bahagia di wajah mereka berdua.


Melihat kebahagiaan kedua anaknya Sonya pun ikut senang, namun ia juga teringat obrolan Wyman dengan teman masa kecilnya di restoran, tentang masalah perjodohan anak mereka.

__ADS_1


__ADS_2