DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 45


__ADS_3

Luna, Cheryl serta Adrian berjalan beriringan menuju basement di mana mobil mereka terparkir, Cheryl lebih dulu menemukan mobilnya, kemudian ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil, sebelum tancap gas melajukan mobilnya Cheryl berpesan ke Adrian agar mengantar Luna sampai rumah.


“Tenang aja Cher aku bakalan anterin Luna sampai rumah” Adrian meyakinkan Cheryl agar tidak khawatir terhadap Luna, Cheryl memang tahu betul dengan sifat Luna, sekarang mungkin ia terlihat baik-baik saja tapi bila sudah di rumah ia yakin bahwa Luna akan menangis semalaman.


Sementara Saga yang masih di dalam Mall ikut keluar mengejar Luna yang berjalan ke parkiran.


“Ga kamu mau kemana? Katanya mau nemenin aku beli perabotan buat isi apartemen” Tania tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Saga sekarang, ia bahkan meninggalkan Tania begitu saja.


“Maaf Tan, aku nggak bisa nemenin kamu ada hal penting yang harus aku selesaikan” ucap Saga sembari berlalu pergi.


“Saga kenapa sih, sebenarnya ada hubungan apa Saga sama Luna? Kenapa dia kelihatan marah ketika Luna pergi dengan teman laki-lakinya?" Itulah yang ada di benak Tania yang melihat Saga pergi mengejar Luna dan juga teman-temannya. Cheryl lebih dulu meninggalkan Luna dan Adrian yang masih berjalan menuju tempat mobil Adrian terparkir.


“Maaf ya ka jadi ngerepotin” Luna merasa tidak enak kepada Adrian.


“Nggak apa-apa, aku seneng bisa nganterin kamu pulang” ucap Adrian, kemudian ia membukakan pintu mobil untuk Luna, ketika Luna melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang yang membuatnya keluar dari mobil, Luna terkejut lalu menoleh dan melihat orang yang menarik tangannya adalah Saga.


“Mas Saga apa-apaan sih, lepasin nggak!” pinta Luna dengan nada suara tinggi, ia kesal karena Saga menarik tangannya begitu saja.

__ADS_1


Adrian yang melihatnya tidak tinggal diam, ia yang sedang berdiri di samping mobil sebelah kanan langsung berjalan menghampiri mereka.


“Bro jangan kasar gitu sama perempuan” ucap Adrian kesal karena melihat tangan Luna yang ditarik paksa oleh Saga.


“Lo nggak usah ikut campur, ini urusan gue sama Luna” jari telunjuk Saga menunjuk-nunjuk ke arah wajah Adrian.


Ketika Saga membawa Luna berjalan menuju parkiran mobilnya, tangan Adrian menggapai tangan Luna yang lainnya, membuat Luna menghentikkan langkah kakinya, Saga menggenggam tangan Luna sebelah kanan, sedangkan Adrian menggenggam tangan Luna sebelah kiri.


“Pulang sama aku Lun” ucap Adrian.


“Kalian ini apa-apan sih, lepasin nggak!” desis Luna kesal, “kalau kalian nggak lepasin, aku bakalan teriak biar orang-orang pada datang ke sini” imbuh Luna lagi dengan ancaman sembari berusaha melepaskan tangannya.


Mendengar ancaman Luna, Saga dan Adrian melepaskan tangan mereka yang menggenggam tangan Luna, kemudian Luna pergi meniggalkan Adrian dan Saga yang masih berdiri di tempat kaki mereka memijak. Mereka berdua hanya bisa menatap kepergian Luna keluar parkiran.


Adrian berjalan mendekati Saga dan menatap wajahnya dengan penuh kemarahan “sebenarnya apa hubungan lo sama Luna, gue rasa itu bukan cuma sekedar hubungan saudara iya kan” dengus Adrian.


Saga menampakkan senyum seringai diwajahnya setelah mendengar ucapan Adrian “lo nggak perlu tahu” kemudian Saga pergi meninggalkan Adrian yang masih kesal dengan sikap Saga.

__ADS_1


Setelah keluar parkiran Luna berjalan menuju halte bus yang jaraknya tidak jauh dari Mall, lalu ia menghentikkan taksi yang melintas dan pulang ke rumahnya, sepanjang perjalanan Luna menitikkan air mata mengingat kejadian yang baru saja dialaminya, ia memegang pergelangan tangannya yang terasa sakit setelah di genggam erat oleh Saga dan Adrian.


Setengah jam kemudian Luna sampai di depan rumahnya, setelah turun dari taksi ia mengusap air mata yang masih tersisa dipipinya agar Wyman dan Sonya tidak curiga, hanya matanya saja yang masih terlihat sembab.


Luna memasuki rumahnya dan melihat Wyman dan juga Sonya tengah duduk di ruang tamu sedang asyik bercengkrama.


“Baru pulang sayang?” tanya Sonya yang melihat Luna berjalan melewati mereka dengan menutup sebagian wajahnya menggunakan rambut.


“Iya Tante” jawab Luna singkat, ia buru-buru menaiki tangga menuju kamarnya.


Wyman dan Sonya saling beradu pandang setelah melihat gelagat Luna yang tidak seperti biasanya.


Setelah memasuki kamarnya Luna langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi tengkurap.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di bawah 🥰


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2