DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 65


__ADS_3

“Mas Saga yakin ninggalin mereka berdua begitu aja” tutur Luna ketika mereka berdua sedang berjalan menuju parkiran kafe.


“Emmm” Jawab Saga singkat, “ayo aku ajak kamu ke suatu tempat, waktunya kita kencan” imbuh Saga lagi ketika sampai di tempat mobil mereka terparkir, Saga membukakan pintu mobil untuk Luna dan membantu perempuan cantik itu duduk di kursi depan, samping kemudi, setelah memastikan Luna memakai safetybelt, ia menutup pintu mobil kemudian ia sendiri memutari mobil dan berjalan masuk ke bagian kemudi lalu melajukan mobilnya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, entah kemana Saga akan membawa Luna kencan, namun ketika Luna mengedarkan pandangannya keluar jendela, ia tahu kemana arah mobil ini melaju, jalan yang tidak asing baginya.


“Ini kan arah ke apartemen Mas Saga” batin Luna.


Kemudian Luna menoleh menatap Saga yang sedang fokus mengemudikan mobilnya, ia menyipitkan kedua matanya seraya berkata “ini kan jalan ke apartemen Mas Saga”


“Ha…Ha…Ha...” Saga tertawa lepas.


“Yah ketahuan” imbuhnya lagi sembari mengedipkan sebelah matanya.


Lampu merah di persimpangan jalan membuat laju mobil Saga berhenti, kesempatan Saga untuk memegang tangan Luna sambil menunggu lampu berubah hijau.


“Jangan ngambek dong sayang, kan yang aku bilang bener mau ngajak kamu ke suatu tempat, ya tempatnya itu apartemen aku” pungkas Saga sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih dan tanganya terus


memegang tangan Luna.


“Siapa yang ngambek” sanggah Luna sembari tersenyum walau dengan senyuman yang sedikit dipaksakan, Saga tertawa melihat tingkah menggemaskan pacarnya itu.


Tawa Saga terhenti ketika melihat mobil yang berada tepat di samping mobilnya, ia melihat sosok laki-laki paruh baya yang di kenalnya, Wyman yang berada di belakang kemudi mobil tersebut, yang sama-sama berhenti terjebak

__ADS_1


lampu merah.


“Sayang, itu ayah kamu”


Luna kemudian menoleh ke belakang, mulutnya ternganga ketika melihat ayahnya dengan jarak yang begitu dekat, secepat kilat ia langsung menundukkan kepalanya agar tak terlihat oleh Wyman.


Cukup lama lampu merah belum berubah hijau, Wyman menurunkan kaca jendela mobilnya, kemudian ia mengedarkan pandangan keluar jendela dan melihat anak sambungnya yang berada di dalam mobil di sampingnya.


“Ga” panggil Wyman sambil tersenyum.


Merasa namanya di panggil Saga menolehkan kepalanya ke arah sumber suara yang terdengar di telinganya, ia pura-pura terkejut ketika melihat Wyman.


“Eh Om Wyman, baru pulang om?” tanya Saga, ia berusaha bersikap tenang, sembari matanya terus melirik ke Luna yang sedang bersembunyi dengan menundukkan kepalanya.


“Iya” jawab Wyman singkat.


Tak lama lampu yang tadinya merah kini berubah hijau, Saga segera melajukan mobilnya karena dari belakang terdengar suara klakson yang terus berbunyi seperti sedang mengisyaratkan kepadanya agar ia cepat menjalankan


mobilnya.


Perasaan lega terlihat dari wajah Luna “untung aja ayah nggak liat” ucap Luna yang kembali memposisikan dirinya, duduk seperti semula bersandar di sandaran kursi.


Saga tersenyum mendengar ucapan pacarnya sembari tangannya mengusap lembut puncak kepala Luna.

__ADS_1


“Maaf ya…gara-gara kamu milih aku, kita pacarannya jadi sembunyi-sembunyi”


“Iya, tahu gini aku pacarannya sama Ka Adrian aja” celetuk Luna, membuat Saga yang mendengarnya mengerem mobilnya secara mendadak.


“Jadi sekarang kamu nyesel” dengus Saga dengan suara yang meninggi.


Senyum mengembang di kedua sudut bibir Luna ia tak mengira bahwa Saga akan menanggapinya secara serius.


“Ya nggak lah Mas, aku cuma becanda, jangan marah ya” Luna mengeluarkan pesona imutnya, ia menggunakan jurus serangan mendadak dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Saga lalu mencium pipi pacarnya itu.


Dengan ekspresi datarnya setelah dicium oleh Luna Saga menyalakan kembali mesin mobil lalu melajukannya menuju apartemennya, tak lama mereka pun sampai.


Setelah masuk ke dalam unit apartemen miliknya, Saga menarik tangan Luna dan menghempaskan tubuh kekasihnya itu ke atas sofa.


“Ini hukuman buat kamu karena udah bikin aku marah” tutur Saga yang berada di atas tubuh Luna.


Kemudian Saga mencium bibir Luna dengan lembut, kini mereka berdua menikmati setiap sentuhan bibir yang membuat gai.rahnya menggelora. Setelah cukup lama berciuman Saga melepaskan bibirnya dari bibir Luna.


“Kalau hukumannya kayak gini setiap hari aku akan bikin Mas Saga marah” seloroh Luna membuat tawa Saga menggelegar memenuhi ruang apartemennnya.


“Kamu sekarang nakal ya…” tutur Saga sembari mencolek hidung mancung Luna.


“Kan Mas sendiri yang ngajarin” balas Luna, lalu ia mendorong tubuh Saga yang berada di atas tubuhnya.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian


terima kasih 😘😘🤞


__ADS_2