
Setelah berkeliling seharian di Mall, Sonya dan kedua anaknya masuk ke sebuah restoran cepat saji untuk mengganjal perut mereka yang sudah keroncongan, Sonya terlihat bahagia karena bisa menghabiskan waktu dengan anak-anaknya terkhusus lagi dengan Saga, sudah sangat lama sekali ia dan Saga tidak pernah menghabiskan waktu bersama karena kesibukan masing-masing.
Mungkin ini juga salah satunya berkat Luna, ia menyadari Saga mulai banyak berubah semenjak bersama dengan Luna.
“Ihh Mas Saga apa-apan sih” gerutu Luna yang terus saja di jahili oleh Saga.
“Udah dong Ga, ngga usah kayak gitu sama adik kamu, liat tuh mukanya udah merah, bentar lagi dia nangis”
“Dia bukan adik aku mah, tapi pacar aku” timpal Saga.
Sonya menghela napas kasar, dia merasa kalau anak laki-lakinya itu sudah bucin akut sama Luna, terlihat dari sorot matanya, Saga memang benar-benar mencintai Luna dengan sepenuh hatinya, tapi bagaimana kalau
nanti dia tahu Luna akan di jodohkan dengan anak dari teman masa kecilnya Wyman, walaupun masih belum pasti, Sonya takut kejadian 5 tahun lalu akan terulang kembali dan mungkin bisa lebih parah lagi.
Sonya menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha untuk tidak memikirkan hal yang membuatnya khawatir, sekarang ia hanya ingin menikmati waktu berharganya yang jarang ia dapatkan bersama kedua anaknya.
Di Mall yang sama, Tania berjalan-jalan menghabiskan waktu setelah selesai pemotretan bersama asistennya, ia membeli beberapa pakaian untuk menunjang penampilannya. Ketika Tania sedang berjalan pulang keluar dari Mall, matanya tak sengaja melihat sesuatu yang membuatnya marah. Sonya, Saga dan Luna terlihat sedang asyik bercengkrama sembari menyantap makanan di restoran cepat saji.
Tania terus memperhatikan mereka dari kejauhan “kenapa Tante Sonya malah kelihatan bahagia, harusnya kan dia marah dan nggak merestui hubungan mereka setelah tahu Saga pacaran sama Luna” ucapnya sendiri, asistennya
yang berdiri di sampingnya hanya menatap Tania dengan wajah bingung.
Bunyi dering ponsel milik Tania terdengar ditelinganya, terlihat nama orang yang dikenalnya pada layar benda pipih tersebut.
“Halo om” sapa Tania.
__ADS_1
“Kamu jadi datang ke perusahaankan?” tanya omnya Tania dari seberang telepon.
“Iya om nanti Tania kesana”.
“Oke kalau gitu, om tunggu kamu datang” Tania kemudian menutup sambungan teleponnya.
“Ayo kita jalan sekarang” ajak Tania kepada asistennya itu, kemudian ia berjalan keluar Mall menuju basement untuk mengambil mobil.
***
Sementara Sonya dan kedua anaknya setelah mengisi perutnya sampai kenyang, mereka bertiga pulang ke rumah. Kali ini gantian Luna yang mengemudikan mobil, sedangkan Sonya duduk santai di samping Luna. Saga sendiri
mengikuti mobil mamahnya dari belakang, karena Sonya memintanya untuk menginap di rumah Wyman.
Sonya keluar kamar setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian lalu mendapati anaknya masih rebahan di sofa.
“Bangun Ga, mandi dulu gih” titah Sonya yang duduk disamping Saga sembari mengecek barang belanjaan miliknya.
Saga bangun kemudian berjalan menaiki tangga dengan langkah gontai, bukannya masuk ke dalam kamarnya ia malah masuk ke kamar Luna yang ternyata pintunya tidak dikunci oleh gadis cantik yang sering lupa mengunci pintu kamar itu. Ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Luna melebarkan matanya ketika keluar dari kamar mandi dan mendapati Saga sudah ada di atas ranjangnya, berkali-kali Luna membangunkan pacarnya itu, namun ia tak bergeming sedikitpun.
Kemudian Luna keluar kamar dan berjalan ke lantai bawah untuk mengambil barang belanjaannya.
“Kamu nggak langsung istirahat Lun?” tanya Sonya ketika melihat Luna sedang berjalan ke arahnya.
__ADS_1
“Gimana mau istirahat mah, Mas Saga aja tidur di kamar aku” sahut Luna yang kemudian memposisikan tubuhnya duduk disamping Sonya.
“Tuh anak bener-bener ya modusnya, padahal mamah nyuruh dia mandi dulu, kenapa malah masuk ke kamar kamu, nggak mungkin kan dia salah masuk kamar?” ujar Sonya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Udah mah nggak apa-apa, biar nanti Luna yang tidur di kamar Mas Saga aja”
“Nggak bisa Lun, mendingan kamu tidur sama mamah, takutnya malem-malem Saga…”
“Takutnya aku pindah dan tidur sama Luna” sambar Saga dengan suara lantang yang berdiri di sisi railing tangga lantai 2.
“Mamah tuh kaya cenayang ya…tahu aja yang ada di pikiran Saga” imbuhnya lagi seraya menuruni anak tangga.
“Iya dong” sahut Sonya bangga.
“Ya udah aku tidur sama mamah aja” Luna beranjak dari duduknya dan berjalan masuk ke kamar Sonya, saat berada diambang pintu ia membalikkan badannya dan menjulurkan lidah untuk meledek Saga.
Saga yang kesal lalu kembali lagi menaiki anak tangga sambil berkata pada Sonya “mamah sih” dengusnya.
“Kok nyalahin mamah” Sonya menahan tawa melihat anaknya kesal.
Bantu like, dan komen ya readers
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
Terima kasih 😘😘
__ADS_1