DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 87


__ADS_3

Setelah pengumuman Wyman tentang pembatalan perjodohannya dan juga kata-katanya yang belum merestui hubungannya dengan Saga, Luna berjalan menuju taman belakang yang ada di rumahnya, ia menduduki sebuah kursi panjang sembari menatap langit malam yang di hiasi jutaan bintang-bintang yamg berkerlap-kerlip seperti berlian yang memancarkan cahaya.


Matanya terpejam seraya merasakan hembusan angin malam yang sejuk, dari arah belakang Saga berjalan menghampiri Luna. Ketika sudah ada di dekatnya, Saga yang masih berdiri  memandangi wajah Luna sembari menyunggingkan senyum.


“kalau ngantuk tuh tidur di kamar, bukan di sini” tutur Saga, kemudian ia memposisikan tubuhnya duduk di samping Luna.


Mendengar suara Saga, Luna pun membuka matanya “aku tuh  bukannya ngantuk cuma pengen merem aja” sahutnya.


Saga lalu meraih tangan Luna dan menggenggamnya dengan erat “aku akan buktiin sama Om Wyman kalau aku serius sama kamu, dan cuma aku laki-laki yang pantas buat kamu” ucap Saga penuh keyakinan.


“caranya?” tanya Luna.


Untuk beberapa saat Saga terdiam seperti sedang berpikir, lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah Luna, terlihat


senyum smirik dari sudut bibirnya. Luna yang sedang menatap wajah Saga merasakan sesuatu yang tidak enak, ide apalagi yang ada di kepalanya sekarang, pikir Luna.


“Gimana kalau kita ngasih cucu buat Om Wyman, aku jamin dia pasti bakalan merestui hubungan kita” ucap Saga


dengan santainya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali.


Luna membulatkan mulutnya ketika mendengar ucapan Saga, dan kedua tangannya reflek menutupi bagian dadanya “iihh Mas Saga” teriak Luna yang langsung beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Saga terkekeh melihat tingkah pacarnya yang terkejut “aku cuma becanda kok, tapi kalau kamu mau...ayok kita


ke dalam” seloroh Saga.


“Nggak” dengus Luna.


“Ayolah” rengek Saga yang sengaja menggoda Luna.


Luna dan Saga tak sadar ada dua orang yang sedang memperhatikan mereka dari balik gorden, Wyman tersenyum


ketika melihat Luna yang telihat bahagia saat bersama dengan Saga, ia meyakini bahwa keputusan yang di ambilnya memang tepat.


“Sebelumnya kamu udah tahu kan kalau mereka punya hubungan?” tanya Wyman pada Sonya.


Sonya terhenyak, dia hanya tersenyum ketika Wyman bertanya seperti itu, kalau Saga waktu itu tidak memotong pembicaraannya dengan Wyman, pastinya dia sudah memberitahukan semuanya. Setelah mereka berdua lama berdiri sembari memandang kedua anaknya yang sedang bercengkrama, Sonya mengajak Wyman masuk ke kamarnya untuk istirahat karena malam sudah semakin larut.


Luna mengantar Saga ke depan untuk kembali ke apartemennya, sebenarnya gadis cantik itu sudah menawarkan


Saga agar kembali besok pagi, namun Saga menolak karena masih ada yang harus ia kerjakan.


“Hati-hati Mas, jangan ngebut bawa mobilnya”

__ADS_1


Saga yang baru saja akan masuk ke dalam mobil, membalikkan badannya dan berjalan kembali menghampiri Luna lalu memeluk tubuh gadis itu dengan erat.


“Sebenarnya aku masih pengen di sini” tutur Saga.


“Udah sana pulang” Luna melepaskan pelukannnya lalu mengecup bibir Saga, mendapat hadiah dari Luna ia pun


tersenyum sumringah , Saga kemudian meminta Luna agar besok datang ke kantornya karena ingin makan siang dengan pacarnya itu, Luna pun menyetujui permintaan Saga, laki-laki itu lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah mobil berwarna hitam metalik yang terparkir di depannya. Saat sudah berada di belakang kemudi tak lupa ia melambaikan tangan lalu melajukan mobilnya, meninggalkan Luna yang masih berdiri memandangi mobil Saga hingga tak terlihat lagi.


Keesokan harinya...


Seperti biasa Luna bersiap-siap berangkat ke kampus, kali ini ia mengendarai motor kesayangannya yang sudah lama tak di pakai. Sesampainya di kampus Luna bartemu Adrian yang sedang berjalan setelah memarkirkan mobilnya, ada rasa canggung diantara mereka berdua. kemudian Adrian meminta Luna meluangkan waktunya untuk berbicara empat mata dengan gadis itu.


Mereka berjalan beriringan ke taman dan sama-sama mendudukkan tubuhnya di hamparan rumput yang luas. Sebelum Adrian berbicara, Luna yang lebih dulu membuka obrolan, ia meminta maaf pada Adrian karena pembatalan perjodohan yang ayahnya katakan pada Byantara, papahnya Adrian. Sebenarnya Adrian sangat kecewa, namun ia tak bisa menunjukkanya pada Luna dengan berat hati ia pun menerima keputusan yang di buat ayahnya Luna. Adrian pun menanyakan pada Luna, kenapa ia begitu menyukai Saga, hal apa yang membuat Saga begitu spesial di mata gadis cantik itu.


Luna hanya menjawab pertanyaan Adrian dengan senyuman dan menggelengkan kepalanya karena ia sendiri juga tidak tahu kenapa dirinya begitu menyukai kakak tirinya itu. Adrian mengusap lembut puncak kepala Luna, sepertinya ia harus menyerah untuk mendapatkan juniornya itu, Adrian kemudian beranjak dari duduknya diikuti Luna mereka saling berjabat tangan satu sama lain.


“Semoga kamu bahagia sama Saga Lun, tapi kalau dia nyakitin kamu, aku akan rebut kamu dari tangannya” pungkas Adrian.


ayok...ayok...jangan lupa tinggalkan


jejak kalian dibawah sini 👇

__ADS_1


__ADS_2