
Tania masuk ke dalam mobilnya dalam keadaan kesal ia bahkan memukul stir kemudinya beberapa kali sambil mengumpat “breng.sek kamu Ga, keliatannya kamu lagi ngindarin aku” kemudian ia melajukan mobilnya.
Di kampus
Luna yang sudah selesai kuliah berjalan beriringan dengan Cheryl melewati lorong-lorong kelas menuju parkiran, saat sedang asyik mengobrol mereka berdua berpapasan dengan Adrian yang baru selesai mengajar di
kelas lain, ada rasa canggung dalam diri Adrian ketika tidak sengaja bertemu dengan Luna, ia kembali mengingat kejadian di parkiran Mall waktu itu. Luna pun sama ia merasa tidak enak dengan Adrian dan mencoba bersikap seperti biasa.
Luna menarik kedua sudut bibirnya seraya berkata “hai Ka Adrian” sapa Luna sembari melambaikan tangan. Adrian membalas lambaian tangan Luna walaupun di tangannya sedang memegang buku dan tak lupa sembari
menyunggingkan senyum. Cheryl yang berdiri di samping Luna hanya menatap wajah mereka secara bergantian.
“Aku juga ada di sini lho Ka Adrian, kenapa ngeliatnya cuma Luna doang, emang aku transparan ya sampai nggak keliatan” keluh Cheryl yang merasa keberadaannya tidak terlihat.
Adrian dan Luna saling bertukar pandang dan tertawa ketika melihat Cheryl yang menampakkan wajah cemberut.
“Kalian mau langsung pulang?” tanya Adrian. Luna dan Cheryl menggangguk bersamaan.
“Gue duluan ya Lun, soalnya mamah dari tadi nelepon nyuruh gue cepet-cepet pulang” Cheryl meninggalkan Luna yang masih mengobrol dengan Adrian.
Di tempat lain Saga yang sejak tadi meninggalkan perusahaan tanpa sadar melajukan mobilmya sampai di kampus Luna, ia berharap Luna masih belum pulang. Saga keluar dari mobil dan bersandar di mobilnya sembari mengedarkan pandangan ke segala penjuru arah mencari keberadaan Luna, ponselnya kehabisan baterai membuatnya tidak bisa menghubungi Luna.
Kemudian Saga bertanya kepada salah satu mahasiswa yang sedang berjalan keluar kampus, menanyakan Luna masih ada di kampus atau sudah pulang. Mahasiswa Itu kemudian memberitahu Saga bahwa Luna masih ada di kampus dan tadi melihatnya sedang ngobrol dengan Adrian.
__ADS_1
Saga menghela napas kasar, lagi-lagi Adrian berada di sekitar Luna membuatnya tidak senang, Saga tanpa ragu berjalan masuk ke dalam kampus menjadi pusat perhatian para mahasiswa yang melihatnya. Salah satu teman Luna yang bernama Dita sedang duduk di taman melihat Saga yang sedang berjalan memasuki area kampus, lalu Dita menghubungi Luna dengan ponselnya memberitahu bahwa ia melihat Saga di kampus seperti sedang mencari seseorang.
Luna terkejut kemudian ia berpamitan pada Adrian yang masih berdiri di depannya. Adrian melihat kepergian Luna ia terus menatap ke arah Luna yang berjalan dengan sedikit berlari hingga ia tak terihat lagi.
Lun kenapa harus Saga Ganendra?” Adrian bermonolog sendiri. Ia yakin bahwa hubungan Luna dan Saga tidak sesederhana itu.
“Mas Saga!” panggil Luna ketika melihat Saga yang sedang berjalan sembari celingukan mencari keberadaannya.
Saga menghentikkan langkahnya ketika melihat gadis yang di carinya sedang berjalan ke arahnya.
Mas Saga ngapain di sini?” tanya Luna yang penasaran karena ini masih jam kantor tapi kakaknya malah berkeliaran di kampusnya.
“Jemput kamu” sahut Saga.
“Kenapa nggak telepon? untung aja aku masih di kampus”.
“Terus kamu jadi masuk ke dalam gitu, nggak nunggu diluar” potong Luna.
Saga hanya tersenyum, apa yang di bilang Luna memang benar, mendengar dia lagi bersama Adrian membuat hatinya tidak tenang.
“Cie…cie enak ya Lun, punya kakak ganteng terus perhatian lagi sampai di jemput ke kampus” celetuk teman Luna yang sedang berjalan melewati Luna.
“Iya dong” jawab Luna bangga.
__ADS_1
“Ayo kita pulang sekarang” ajak Saga, kemudian mereka berdua berjalan berdampingan menuju mobil Saga berada.
Setelah mereka masuk ke dalam mobil, Saga langsung menyalakan mesinnya dan melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata membuat Luna yang duduk di sampingnya merasa ketakutan.
“Pelan-pelan dong Mas kita kan nggak lagi ikut balap mobil” Saga menoleh ke arah Luna terlihat wajah kekasihnya yang sedikit pucat.
“Biar cepat sampai Lun” sahut Saga.
“Iya, sampai rumah sakit” sembur Luna membuat Saga tertawa.
Luna mengedarkan pandangannya keluar jendela, ia baru sadar bahwa jalan yang dilaluinya bukan menuju ke rumahnya melainkan ke apartemen Saga.
“Bukannya kamu bilang mau nganterin aku pulang ke rumah, kenapa malah ke apartemen kamu” Luna memicingkan matanya curiga.
“Apartemen aku kan rumah kamu jaga” Saga mengedipkan sebelah matanya menggoda Luna.
“Sial” Luna mengumpat dan di dengar oleh Saga.
“Anak gadis nggak boleh ngomong kasar” ucap Saga sembari tangannya mengusap kepala Luna.
Luna mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Saga. Hanya menempuh waktu 30 menit akhirnya Saga dan Luna sampai di apartemen. Kemudian mereka keluar dari mobil setelah Saga memarkirkan kendaraannya di basement.
Saga dan Luna menaiki lift menuju lantai 20 dimana unit aparteman Saga berada. Hanya dalam beberapa detik mereka sampai di lantai 20, saat Luna dan Saga melangkahkan kakinya keluar lift, mereka terkejut melihat Tania tengah berdiri di depan pintu apartemen Saga.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di bawah 🌷
Terima Kasih 😉