DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 91


__ADS_3

Luna keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur, terlihat Saga tengah sibuk meracik bahan makanan yang akan dimasaknya. gadis itu pun menghampiri laki-laki itu dan ikut membantu apa yang sedang dilakukan kekasihnya.


Saga mendapat peran memasak sedangkan Luna menyiapkan peralatan makan di atas meja, saat masakan sudah hampir matang Saga memanggil Luna dan meminta gadis itu mencicipi makanan, apa ada yang masih kurang dengan rasanya. Dilihat dari repon Luna yang kelihatan menikmati sembari menganggukkann kepalanya sudah dipastikan jika rasa masakannya sudah pas dan cocok dilidah kekasihnya itu.


Dua porsi steak siap disajikan, namun bukannya di letakkan di meja makan, Saga malah membawa dua piring steak ke balkon dan meletakkannya di atas meja yang ada disana, Saga mengubah posisi kursi agar saling berhadapan.


“Kenapa makan di sini Mas?” tanya Luna heran melihat Saga yang repot-repot mempersiapkan kursi dan meja.


“Biar romantis” sahutnya sembari mengangkat kedua sudut bibirnya.


Luna kembali ke dalam dan mengambil dua gelas yang berisi jus jeruk “minumnya jus aja yah, nggak usah yang lain (yang di maksud Luna adalah minuman beralkohol)” kemudian ia meletakkan jus jeruk di samping piring.


Saga menghela napas pelan, ia sedikit kecewa karena tidak bisa minum, namun ia tetap menuruti keinginan kekasihnya itu. Mereka pun duduk dan menyantap makanan di temani sinar rembulan dan bintang yang berkerlap-kerlip di atas langit.


Di apartemen Tommy...


Terlihat laki-laki pemalu itu bersiap-siap untuk pergi keluar, ia cukup lama berdiri di depan cermin, berkali-kali juga ia mengganti kaos yang di pakainya, dan akhirnya pilihannya jatuh kepada kaos lengan pendek warna hitam, ia sematkan pula jaket dengan warna yang senada, di rasa cukup pantas tak lupa ia menyisir rambutnya dengan rapih.


Kemudian Tommy berjalan keluar apartemen dan menuruni lift menuju parkiran mobil, ia duduk di belakang kemudi lalu melajukan mobilnya menembus jalanan ibukota di malam hari. Sebenarnya ia tak cukup percaya diri karena ini pertama kalinya ia akan datang ke tempat perempuan.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama akhirnya Tommy sampai di depan rumah bercat putih yang jika terlihat dari luar kelihatan sangat mewah dengan bangunannya bergaya kontemporer. Tommy langsung memasukkan mobilnya karena pintu gerbang terbuka, kemudian ia turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu masuk.


Tangannya menekan bel beberapa kali dan akhirnya pintu pun terbuka, dari balik pintu terlihat wanita paruh baya yang masih cantik tersenyum pada Tommy dan menanyakan ingin bertemu dengan siapa.


“Cheryl nya ada Tante?” tanya Tommy yang meyakini bahwa wanita yang ada di hadapannya adalah mamahnya Cheryl.


“Ada, ayok masuk Tante panggilin Cheryl dulu yah” ucap Mira mamahnya Cheryl.


“Oh iya silahkan duduk” imbuh Mira lagi, kemudian ia berjalan menaiki tangga menuju kamar anaknya, ia membuka pintu kamar dan mendapati Cheryl tengah berbaring di atas ranjang sembari memainkan ponselnya.


“Cher ada yang nyariin kamu tuh” tutur Mira yang mendudukkan tubuhnya di samping anaknya.


“Aduh mamah lupa nanyain, tapi yang jelas dia ganteng banget, mirip papah kamu waktu masih muda” seloroh Mira terkekeh.


“Jangan-jangan” ucap Cheryl, Mira bahkan belum sempat memberitahu anaknya untuk mengganti bajunya dulu Cheryl sudah berlari keluar kamar dengan baju seadanya, Mira tersenyum dengan menggelengkan kepalanya ketika melihat kelakuan putrinya, Cheryl berhenti sebentar saat akan menuruni tangga untuk menghela napas,


kemudian berjalan pelan turun ke bawah dan benar apa yang ada di pikirannya, ketika melihat laki-laki yang sedang duduk ternyata Tommy.


“Mas Tommy” panggil Cheryl dengan berjalan mendekat ke arahnya.

__ADS_1


Tommy menoleh ketika mendengar suara gadis cantik itu, dan terkejut saat melihat Cheryl menemuinya dengan memakai celana pendek di atas lutut dan kaos tanktop yang melekat di tubuhnya dan rambut yang di cepol, salivanya naik turun tidak karuan.


“Tumben Mas Tommy maen ke rumah aku, dah gitu nggak ngasih tahu dulu lagi?”


“Emang nggak boleh yah kalau aku maen, aku emang sengaja nggak ngasih tahu kamu” senyum Tommy mengembang dari kedua sudut bibirnya membuat Cheryl yang melihatnya tersihir.


“E...kamu nggak mau ganti baju dulu Cher”


“Ganti baju” tutur Cheryl yang polos ia tak menyadari hanya memakai baju seadanya dan itu membuat jantung Tommy berdetak tidsk karuan, Cheryl lalu melihat dirinya dan tersenyum malu ketika tahu mengapa Tommy menyuruhnya ganti baju, dengan langkah kaki seribu Cheryl naik ke lantai atas menuju kamarnya.


Cheryl bertemu dengan mamahnya ketika akan masuk ke kamar, ia mengeluh pada Mira yang membiarkannya


keluar dengan baju seperti itu, Mira hanya merespon dengan senyuman dan ia turun ke bawah. Lalu ia berjalan menghampiri Tommy dan duduk di hadapannya, mengajak laki-laki pemalu itu mengobrol sampai akhirnya Cheryl turun dengan baju yang terlihat lebih sopan.


Kemudian Tommy memberanikan diri meminta ijin pada Mira untuk mengajak putrinya keluar, mendengar hal itu sontak saja membuat Cheryl terkesima, gadis itu pun memohon pada mamahnya untuk memperbolehkannya keluar, namun Mira memberi syarat pulangnya tidak boleh terlalu malam tidak lebih dari jam 22.00 malam.


"Berarti pulang pagi boleh dong mah, kan nggak boleh pulang malem" celetuk Cheryl yang membuat Mira melebarkan kedua matanya pada Cheryl.


“Kalau gitu kita pergi dulu Tante” Tommy berpamitan pada Sonya, kemudian dua orang yang bertolak belakang itu pun keluar meninggalkan Mira yang masih tidak percaya anak gadisnya ternyata punya pacar, itulah yang ada di pikiran Mira saat menatap Tommy dan Cheryl pergi.

__ADS_1


__ADS_2