DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 70


__ADS_3

Di kantor Saga


Saga berdiri di depan dinding yang terbuat dari kaca di dalam ruang kerjanya sambil menikmati secangkir kopi yang ia pegang ditangannya. Matanya menatap jauh keluar menikmati gedung pencakar langit yang ada di sekitar perusahaannya.


Kepalanya menoleh ke arah meja kerja ketika mendengar suara notifikasi pesan masuk dari benda pipih miliknya yang tergeletak di sana. Saga mengambil ponselnya dan membaca isi pesan masuk tersebut yang ternyata dari


Luna, yang isinya meminta Cheryl datang ke salon milik Sonya, untuk melakukan perawatan tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kemudian Luna akan menemani gadis cantik itu bila ia ingin melakukan kencan buta, tak lupa Luna menyematkan emoji hati di akhir pesannya.


Saga melebarkan pupil matanya membaca isi pesan yang di tujukan untuk Cheryl, ia yakin kalau Luna salah mengirim pesan tersebut.


Luna yang sedang melakukan perawatan di salon milik mamahnya ketar-ketir ketika tahu ia salah mengirim pesan.


“Bego gue kenapa bisa salah kirim sih” gumamnya lirih, tangannya mengudara memukul kepalanya sendiri.


Sonya yang sedang berdiri tidak jauh dari Luna menghampiri anaknya dan menanyakan apa yang terjadi.


“Ada apa Lun?” tanya Sonya yang heran melihat anaknya memukul kepalanya sendiri.


“Nggak apa-apa kok mah” sahut Luna dengan memperlihatkan senyum di kedua sudut bibirnya.


Sementara Saga di ruang kerjanya, terlihat duduk di kursi sembari matanya terus menatap ponsel yang ia letakkan di atas meja, laki-laki itu menunggu Luna menghubunginya dan memberinya penjelasan tentang isi dari pesan yang ia kirim.


PIntu ruang kerja Saga terbuka ketika Tommy masuk ke dalam dengan membawa dokumen di tangannya, ia menatap bosnya yang tengah duduk sembari matanya fokus memandang benda pipih miliknya tanpa berkedip.


“Tuan ini dokumen yang harus anda tanda tangani” tutur Tommy yang meletakkan dokumen di atas meja.

__ADS_1


Saga kemudian mendongakkan kepalanya menatap Tommy dengan tatapan elangnya yang tajam, membuat Tommy salah tingkah.


Lalu Saga mengusap kasar wajahnya seraya berkata kepada Tommy “siapkan mobil Tom, aku mau pulang cepat”


“Tapi Tuan hari ini ada rapat dengan dewan komisaris, anda harus hadir dalam rapat itu” tutur Tommy.


Saga diam seperti sedang memikirkan sesuatu seraya jari tangannya mengetuk-ngetuk meja.


“Ya sudah kamu boleh keluar”


“Baik Tuan” Tommy kemudian keluar dari ruang kerja bosnya.


***


Pukul 17.00 sore Saga pulang ke rumah setelah seharian bekerja, tak ada rasa lelah yang terlihat di wajahnya, ia buru-buru masuk ke rumah setelah turun dari mobil dan langsung mencari keberadaan Luna.


dalam kamar, kemudian Saga kembali menuruni tangga,


“Mah Luna mana?” tanya Saga yang melihat Sonya sedang asyik duduk sembari memainkan ponselnya.


“Pulang kerja yang dicariin Luna, sampai mamah aja nggak keliatan di mata kamu” keluh Sonya pada anak laki-lakinya itu.


Saga hanya menyunggingkan senyum tipis di wajahnya setelah mendegar keluhan Sonya, dan meminta maaf kepada mamahnya itu, lalu ia bertanya kembali tentang keberadaan Luna sekarang, dan Sonya membaritahu kalau Luna ada di taman belakang sedang menyiram tanaman.


Saga segera melangkahkan kakinya menuju taman belakang, dan sesuai dengan yang dikatakan Sonya gadis itu sedang menyiram tanaman, Luna mengenakan celana pendek dan kaos pendek dengan tatanan rambut yang di cepol. Sonya yang penasaran kenapa anak laki-lakinya pulang kerja langsung mencari Luna akhirnya mengikuti Saga dari belakang.

__ADS_1


Luna yang tidak tahu kedatangan Saga, terkejut ketika laki-laki itu memeluknya dari belakang hingga ia menjatuhkan selang air yang digunakan untuk menyiram tanaman.


“Mas Saga!” teriak Luna.


“Apa maksud pesan yang kamu kirim itu” bisik Saga di telinga Luna, tangannya masih melingkar erat di perut Luna.


“Maaf mas aku salah kirim” Luna kemudian melepaskan tangan Saga yang melingkar di perutnya, ia sendiri lalu membalikkan tubuhnya menghadap Saga.


“Bukan masalah salah kirimnya, tapi isi pesan kamu itu, kenapa kamu mau nemenin Cheryl kalau misalnya dia pengen ikut kencan buta, terus emoji hati itu maksudnya apa?”


“Emang nggak boleh kalau aku nemenin dia?”


“Nggak” di jawab Saga dengan padat, singkat dan jelas.


“Kan cuma nemenin doang mas”


“Sekali nggak, tetep nggak”


Luna mengerucutkan bibirnya mendengar apa yang di ucapkan Saga, tiba-tiba dari kejauhan ia melihat Sonya sedang berdiri di depan pintu sambil memandang ke arah mereka.


Luna yang sadar sedang diamati oleh mamahnya memundurkan tubuhnya agar tak terlalu dekat dengan tubuh Saga sambil memberi kode pada Saga dengan mengerjap-ngerjapkan matanya berulang kali.


Namun Saga yang tidak mengerti maksud dari Luna mengerjap-ngerjapkan matanya mengikuti apa yang dilakukan Luna seraya berkata “mata kamu kelilipan ya?”


“Iiih bukan mas, itu loh mamah lagi merhatiin kita” Luna menunjuk dengan jarinya ke arah Sonya yang sedang berdiri, terlihat dengan jelas Sonya menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


 tinggalkan jejak kalian 👇👇😘😉


__ADS_2