DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 86


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Byantara langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya, berganti pakaian lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang, beberapa kali memejamkan matanya namun ia tak kunjung tidur juga, akhirnya Byantara turun dari ranjang dan keluar kamar, ia melihat Adrian tengah duduk di sofa sembari menonton tv di ruang tengah.


“Belum tidur pah?” tanya Adrian yang melihat papahnya keluar dari kamar.


“Papah nggak bisa tidur” sahut Byantara lalu ia memposisikan dirinya duduk di samping Adrian.


Adrian yang penasaran dengan sikap papahnya yang terlihat aneh ketika di rumah Wyman akhirnya memberanikan diri, menanyakan kenapa setelah keluar dari ruang kerja ayahnya Luna ia langsung mengajaknya pulang. Byantara


terdiam beberapa saat, lalu tangannya menepuk lutut anaknya.


“Papah mau tanya, apa kamu tahu hubungan Saga sama Luna?”


Sontak saja Adrian terkejut mendengarnya, dari mana papahnya tahu hubungan Luna dan Saga? Apa Om Wyman yang memberitahukannya? Pertanyaan itulah yang ada di benak Adrian sekarang.


“Papah tahu dari mana?” giliran Adrian yang balik bertanya.


“Papah nggak sengaja liat mereka lagi ciuman di ruang tamu, tadinya papah pikir penglihatan papah yang bermasalah, tapi setelah melihat lebih dekat…”


Byantara tak melanjutkan lagi perkataannya, karena menurutnya itu bukan sesuatu yang harus diperjalas untuk di katakan. Mendengar itu Adrian menghela napas kasar, kalau sudah seperti ini dirinya yakin perjodohannya dengan Luna pasti tidak akan pernah terjadi.


“Sebenarnya aku udah tahu pah dengan hubungan mereka”


“Kenapa kamu nggak bilang sama papah” potong Byantara dengan wajah heran.


“Karena menurutku itu nggak penting, toh mereka juga masih pacaran” ujar Adrian.

__ADS_1


Byantara menghela napas pelan, ia tak menyangka anaknya berpikiran seperti itu, apa dia berniat merebut pacar


orang? Itulah yang kira-kira terbersit di benak Byantara tentang putra kesayangannya. Untuk menyukai seseorang kadang kita bisa melakukan hal yang di luar nalar, bahkan sering tidak peduli walaupun orang yang kita sukai sudah


punya pasangan, kita hanya mengikuti apa yang ada di dalam hati, dan pada akhirnya tak sadar bahwa sebenarnya ia sedang menyakiti dirinyan sendiri.


“Ada apa pah?” tanya Adrian yang bingung dengan tatapan ayahnya yang tak berkedip ketika memandang wajahnya.


Byantara menggeleng seraya berkata “nggak apa-apa” sahutnya dengan menyunggingkan senyum tipis dibibirnya


kemudian ia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar. Adrian hanya memandang punggung papahnya sampai ia tak terlihat lagi dari balik pintu.


Sementara di kediaman Wyman....


Setelah Byantara dan Adrian pulang, Wyman mencecar banyak pertanyaan kepada dua kakak beradik yang sedang


tiba-tiba mencium bibirnya hingga membuatnya terkejut, jadi dia berpikir bahwa pacarnya itu memanfaatkannya di waktu yang tepat. Sonya yang duduk di samping kedua sejoli itu, hanya geleng-geleng kepala sambil menatap wajah kedua anaknya.


Disini lah Wyman memberikan pengumuman penting yang pasti akan membuat kedua anaknya tertegun mendengarnya.


“Ayah sudah membatalkan perjodohan antara Luna dan Adrian” ungkap Wyman dengan suara lantang.


Luna dan Saga saling bertatapan, mereka seperti tidak percaya dengan apa yang di ungkapkan oleh Wyman, Sonya pun ikut terkejut mendengarnya.


“Luna nggak salah dengar kan yah”

__ADS_1


“Menurut kamu?” tutur Wyman dengan mengangkat kedua alisnya.


Kemudian Luna tersenyum dan langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Wyman yang duduk di hadapannya, gadis cantik itu memeluk tubuh ayahnya dengan erat, tak terasa bulir-bulir air jatuh dari kedua sudut matanya membasahi pipi mulus Luna, tak henti-hentinya bibirnya berucap rasa terima kasih karena ayahnya sudah membatalkan perjodohannya dengan Adrian.


Sonya yang melihat interaksi antara anak dan ayah itu pun ikut menitikkan air mata, sedangkan Saga terpancar


di wajahnya senyum bahagia karena pacarnya tidak jadi di jodohkan, awalnya Saga berniat datang ke rumah Wyman untuk menentang perjodohan itu, ia sudah merencanakan banyak hal, namun semuanya di patahkan oleh Wyman sendiri yang membatalkan perjodohan ini.


Luna melepaskan pelukannya dan duduk di samping ayahnya, terlihat senyum mengembang dari kedua sudut bibirnya, namun senyum itu tiba-tiba hilang ketika Wyman mengucapkan sesuatu yang membuatnya menghela napas panjang, cobaan apalagi ini?


“Ayah emang ngebatalin perjodohan kamu sama Adrian, tapi...” Wyman menjeda kata-katanya, matanya menatap lurus ke arah Saga, kemudian melanjutkannya lagi “tapi ayah belum merestui hubungan kamu sama Saga”.


“Kenapa?” tanya Luna dan Saga kompak.


“Karena om ingin kamu bisa ngebuktiin seberapa pantas kamu buat Luna. Kalau sekedar cinta, om yakin di luar sana pasti juga ada yang bisa mencintai Luna, tapi sekarang yang om pengen keseriusan kamu sama anak om”


“Apa kamu lupa, Saga juga kan anak kamu” potong Sonya yang heran dengan kata-kata Wyman.


“Iya aku tahu, tapi dia itu bukan laki-laki biasa, mapan, ganteng, seorang pengusaha muda yang di gilai banyak


gadis cantik, aku nggak bisa nyerahin gitu aja anak gadis ku pada laki-laki yang jadi obyek khayalan gadis-gadis di luar sana, kamu tahu nggak di restoran, aku selalu aja dengar mereka sedang membicarakan Saga, ada yang pengen jadi pacarnya lah, pengen nikah sama dia lah ada juga yang bilang nggak apa-apa walaupun jadi selingkuhannya juga, om nggak nyangka kamu sepopuler itu Ga?”


Saga terkekeh mendengar perkataan Wyman yang panjang layaknya kereta, menurutnya wajar kalau Wyman sangat khawatir tentang masa depan anak gadis satu-satunya itu, kalau dia di posisi Wyman mungkin ia juga akan melakukan hal yang sama.


jangan lupa like sama komennya, vote juga boleh

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2