DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 61


__ADS_3

Luna mengemudikan mobilnya bersiap pergi menuju perusahaan milik kakaknya, namun sebelum itu ia mampir terlebih dahulu ke restoran cepat saji untuk membeli bekal makan siang yang di minta oleh Saga. Luna tak hanya membelikan makan siang untuk dirinya dan Saga namun sekalian untuk Tommy juga.


Di kantor Saga


Saga segera kembali ke ruang kerjanya setelah menghadiri rapat dengan dewan direksi, terlihat senyum mengembang di kedua sudut bibirnya dan wajahnya berseri-seri ketika ia sedang berjalan menuju ruangannya.


“Tuan apa anda hari ini akan makan siang di luar?” tanya Tommy yang berjalan di belakangnya.


“Nggak Tom, aku sudah menyuruh Luna untuk datang membawa bekal makan siang” sahut Saga, senyum terus mengembang di bibirnya.


“Pantesan aja Tuan Saga keliatan senang ternyata Mba Luna mau datang ke sini” batin Tommy.


Saga duduk d kursi kerjanya sesaat setelah sampai di ruangan, ia meminta Tommy menyerahkan dokumen hasil dari rapat yang baru saja dihadirinya. Matanya terus menatap dokumen yang ada di hadapannya tanpa berkedip selama beberapa menit, ia bahkan terus memandangi dokumen dengan banyak tulisan tersebut tanpa membalik ke halaman berikutnya.


“Sepertinya Tuan Saga sedang melamun, dari tadi hanya halaman itu saja yang ia perhatikan” gumam Tommy dalam hati yang terus mengamati kelakuan bosnya.


Namun tiba-tiba Saga dan Tommy terkejut ketika mendengar suara pintu terbuka dan ada seorang perempuan menerobos masuk tanpa mengetuk pintu dan minta ijin terlebih dulu, di adalah Tania yang datang lagi ke kantor


Saga. Sepertinya Tania memang belum menyerah untuk bisa kembali menjalin hubungan dengan Saga, ia masih tidak terima kalau sekarang Saga sudah mencintai perempuan lain.

__ADS_1


Saga menutup dokumen yang sedang di bacanya dengan kasar, raut wajahnya langsung berubah masam ketika melihat Tania datang.


“Kamu mau ngapain lagi datang ke sini?” tanya Saga, “Ternyata seorang model papan atas punya banyak waktu luang untuk datang ke kantorku yang kecil ini” imbuhnya lagi menyindir Tania, membuat Tommy yang berdiri di sampingnya tersenyum tipis mendengar kata-kata bosnya yang menohok.


Tania memandang wajah Tommy dengan tatapan tak suka dan meminta laki-laki bertubuh tegap itu untuk meninggalkan ruangan kerja bosnya, karena ia ingin berbicara empat mata dengan mantan kekasihnya itu.


Mendengar itu Saga bangkit dari duduknya dan berjlalan ke arah Tania yang berdiri tidak jauh dari meja kerjanya “siapa kamu nyuruh-nyuruh asistenku untuk keluar dari ruangan ini” dengus Saga kesal.


“Aku pengen ngobrol berdua sama kamu Ga” pinta Tania dengan wajah yang dibuat tak berdaya.


“Tom” panggil Saga.


Entah apa yang sudah di perintahkan Saga, Tommy kemudian keluar dari ruang kerja bosnya tanpa menutup rapat pintu, ia memberi celah agar bisa terlihat dari luar.


“Kamu mau ngobrol apa?” tanya Saga tanpa basa-basi yang tak ingin Tania berlama-lama di dalam ruang kerjanya, karena sebentar lagi pacarnya akan datang, ia tak mau gadis pujaannya salah paham melihatnya sedang berduaan


dengan perempuan lain dalam satu ruangan.


“Ga apa kita nggak bisa kayak dulu lagi? Apa kamu benar-benar udah lupain aku? Kasih aku kesempatan buat nebus kesalahanku yang dulu, aku pengen kita balikan lagi” urai Tania panjang lebar sambil tangannya menggenggam tangan Saga.

__ADS_1


Saga kemudian melepaskan tangannya dari genggaman Tania “dulu aku udah ngasih kamu kesempatan, ngasih kamu waktu buat berpikir ulang dengan keputusan yang kamu buat, tapi apa? Kamu tetap pergi” papar Saga.


Tania terdiam sambil menahan air mata yang mungkin sebentar lagi akan jatuh membasahi pipinya.


***


Sementara di tempat lain, Luna ternyata sudah sampai di perusahaan milik pacarnya itu, lalu ia memarkirkan mobilnya di basement.


Kemudian ia turun dari mobil dan berjalan masuk ke lobi, ia berhenti di depan meja resepsionis dan bertanya kepada perempuan cantik yang mengenakan pakaian rapi dan tersenyum ramah kepadanya.


Luna kemudian mengatakan maksud kedatangannya tersebut kepada perempuan itu, setelah mendengar perkataan Luna, wajah perempuan itu langsung berubah 360 derajat yang tadinya ramah kini memperlihatkan wajah yang tak suka, ia beranggapan kalau Luna sama seperti perempuan lain di luar sana yang ingin dekat dengan atasannya tersebut, menggunakan berbagai cara agar mendapat perhatian dari seorang Saga Ganendra pemilik Group Jarvis.


 Resepsionis perempuan itu berujar bahwa sudah banyak perempuan yang selalu datang membawa makanan untuk di berikan kepada atasannya namun semuanya di tolak dan berakhir di berikan kepada karyawannya. Luna membulatkan mulutnya setelah mendengar omongan perempuan yang ada di hadapannya itu, tanpa harus mencari tahu ia mendapat informasi gratis tentang pacarnya ketika di perusahaan.


 Dan resepsionis itu juga memberitahu bahwa baru saja ada seorang model cantik datang dan memaksa ingin bertemu dengan Saga. Pikiran Luna langsung terbersit dengan sosok Tania, siapa lagi yang berani seperti itu kalau bukan dia, pikir Luna.


Ayo-ayo like dan komennya mana?


tinggalin dibawah ya 😘🤞👍

__ADS_1


__ADS_2