
Mulailah perdebatan antara Wyman dan Sonya hingga terdengar sampai di telinga Luna, gadis itu keluar dari kamarnya dan berdiri di sisi tangga guna mendengar apa yang sedang dibicarakan kedua orang tuanya.
“Kamu terlalu egois Mas, Luna bahkan udah nolak perjodohan ini, tapi kamu malah terus melanjutkannya, pikirin perasaan Luna, dia udah dewasa, dia berhak memilih siapa yang akan jadi pendamping hidupnya nanti” tutur Sonya yang mulai geram dengan sikap suaminya, kini ia mengungkapkan isi hatinya pada Wyman.
“Apa karena dia pacaran sama Saga jadi kamu mendukung hubungan mereka, karena Saga itu anak kamu?”
“Kalau pun dia nggak pacaran sama Saga, aku akan mendukung apa pun yang membuatnya bahagia, bukankah kebahagiaan terbesar bagi orang tua adalah melihat anak-anaknya bahagia, lagian apa salahnya sih kalau Luna dan Saga bersama, mereka berdua nggak punya hubungan darah”
“Memang nggak salah, tapi apa kata orang nanti, apa di luar sana nggak ada orang lain sampai berhubungan dengan saudara sendiri dan…”
“Kenapa harus mikirin orang lain, di luar sana juga banyak kok yang seperti itu” Sonya memotong perkataan Wyman.
“Batalin perjodohan Luna dan Adrian Mas, biarkan Luna dan Saga bersama” pinta Sonya dengan suara bergetar menahan tangis.
Tanpa terasa Luna meneteskan air dari kedua sudut matanya setelah mendengar apa yang dikatakan Sonya dan Wyman, ia tak menyangka ibu sambungnya sangat memikirkan perasaannya di banding ayah kandungnya sendiri.
Luna berbalik dan masuk ke kamarnya, ia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang, air matanya terus saja mengalir hingga akhirnya ia pun tertidur.
Mendengar permintaan Sonya, Wyman terdiam kemudian ia beranjak dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam kamar. Ketika di dalam kamar Wyman yang duduk di atas ranjang mengambil album foto yang ia simpan di dalam nakas, wajahnya tersenyum ketika melihat Luna yang masih kecil bersama dengan Farah istri pertamanya dulu. Kemudian ia kembali teringat dengan kata-kata mendiang istrinya agar menjaga Luna dan membuatnya bahagia, tanpa terasa air menetes dari pelupuk matanya.
__ADS_1
“Maafkan aku Farah, aku nggak bisa nepatin janji aku untuk membuat Luna bahagia” ucap Wyman sembari tangannya mengusap foto Farah.
***
Matahari mulai muncul dari peraduannya menandakkan pagi telah menjelang, orang-orang bergegas melakukan aktifitas mereka seperti biasa tak terkecuali Luna, ia bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Ketika berpamitan
pada Sonya, terlihat mata anak gadisnya sembab seperti habis menangis semalaman. Sonya tak sempat bertanya karena Luna buru-buru berangkat ke kampus, ia bahkan tak pamitan dengan ayahnya yang masih di dalam kamar.
Setelah sampai di kampus, Luna berjalan menuju kantin dan duduk menyendiri di bagian paling sudut, tangannya sibuk memainkan ponsel seperti sedang mengirim pesan pada seseorang. Tak lama ada seseoang yang datang menghampirinya dan langsung mendudukkan tubuhnya di kursi yang terdapat satu meja dengannya.
“Lo kenapa sih Lun, gue perhatiin dari jauh, wajah lo keliatan asem banget dah gitu mata lo juga sembab, lo habis nangis ya?” tanpa basa basi Cheryl yang baru saja datang langsung mencecar Luna dengan pertanyaan.
“Ayah Cher, dia bener-bener mau ngejodohin gue sama Ka Adrian, entar malam ayah ngundang Ka Adrian dan papahnya makan malam di rumah buat ngebahas masalah perjodohan”
“Coba kalau lo di jodohinnya sama Ka Adrian waktu masih sekolah SMA, gue yakin lo nggak bakalan nolak” seloroh Cheryl yang di respon anggukan oleh Luna dan di barengi tawa mereka berdua.
“Tapi Cher perasaan gue dulu sama Ka Adrian mungkin cuma sebatas kagum aja, beda banget sama yang gue rasain sekarang ke Mas Saga, gue takut banget kehilangan dia”
“Kayaknya lo emang udah kena peletnya Mas Saga” celetuk Cheryl.
__ADS_1
Kemudian mereka meninggalkan kantin dan berjalan menuju kelas. Setelah kuliah selesai seperti yang di katakan Luna, ia akan bertemu dengan Adrian di tempat yang sudah mereka sepakati, di kafe yang biasa Luna datangi dengan Cheryl. Luna mengemudikan mobilnya dan memarkirkannya setelah sampai di kafe, saat dia masuk ke dalam terlihat Adrian sudah menunggunya dan duduk di kursi bagian tengah.
“Udah lama yah nunggunya?” tanya Luna sembari tangannya menggeser kursi lalu mendudukinya.
“Nggak kok, aku juga baru sampai” sahut Adrian.
“Mau pesen minum” imbuh Adrian lagi.
Luna menggelengkan kepalanya “nggak Ka”. Tanpa basa basi Luna langsung mengutarakan maksudnya bertemu dengan Adrian.
Dari balik pintu ada seorang perempuan yang baru saja masuk ke dalam kafe dia adalah Tania, tanpa sengaja matanya melihat Luna yang sedang duduk berdua dengan laki-laki, muncul ide buruk di pikirannya, ia mencari tempat duduk yang tidak begitu jauh dengan Luna karena penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan.
“Ka kenapa kamu setuju dengan perjodohan ini? Bukannya kamu sendiri tahu aku pacaran sama Mas Saga?”
“Memangnya kenapa Lun? kalian kan baru pacaran, lagian kenapa sih kamu harus pacaran sama saudara kamu sendiri” ujar Adrian.
Luna mengerutkan dahinya mendengar perkataan yang keluar dari mulut Adrian, ia tak habis pikir kenapa Adrian bisa berbicara seperti itu tentang hubungannya dengan Saga.
Tania tersenyum bahagia ketika mendengar Luna yang dijodohkan dengan laki-laki yang ada di hadapannya itu, masih ada kesempatan baginya untuk mengejar Saga agar kembali menjadi miliknya. Ia berpikir tak perlu repot-repot lagi memisahkan Saga dan Luna, toh akhirnya mereka juga akan tetap berpisah. Tania kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan keluar menuju parkiran untuk menemui Saga.
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian
👇👇😘😘