DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 96


__ADS_3

Luna dan Cheryl sampai di kampus, setelah memarkirkan mobil, mereka berjalan beriringan menuju kelas di tengah perjalanan dua gadis itu bertemu dengan Adrian yang baru saja keluar dari perpustakaan.


“Pagi Pak Adrian” sapa Luna dan Cheryl kompak dengan senyum simpul dibibir mereka.


“Pagi anak-anak” balas Adrian dengan candaan.


Kemudian mereka bertiga berjalan menuju ruangan kelas yang sama, Adrian sendiri berjalan di belakang Luna dan Cheryl. Di tengah mata kuliah yang sedang Adrian terangkan Luna yang duduk di bangku paling belakang terlihat sering sekali menguap, hingga Cheryl yang duduk di sebelahnya merasa heran.


“Lo semalem begadang ya? Perasaan dari tadi gue perhatiin lo nguap mulu” bisik Cheryl tepat di telinga Luna.


Luna mengangguk sembari matanya melirik ke arah Adrian yang berada di depan kelas karena ia merasa dosen ganteng itu sedang memperhatikan mereka. Setelah kelas selesai Luna langsung keluar dan melangkahkan kakinya menuju kantin, ia memesan es kopi lalu mancari tempat untuk mendudukkan tubuhnya. Tak berselang lama Cheryl datang menghampiri Luna setelah sebelumya ia ke toilet terlebih dahulu. Cheryl lalu duduk di sebelah Luna ia menyeruput es kopi yang sudah di pesankan Luna untuknya.


“Gimana hubungan lo sama Mas Saga?” Cheryl membuka obrolannya saat tangan mereka sibuk dengan ponsel masing-masing.


“Nggak gimana-gimana” sahut Luna dengan wajah datar disertai dengan helaan napas pelan, namun pandangan matanya tetap fokus menatap layar ponsel miliknya.


“Kalau nggak gimana-gimana kenapa lo harus kayak gitu” timpal Cheryl yang menirukan gaya Luna saat menghela napas.

__ADS_1


Luna lalu menceritakan pada Cheryl tentang gelagat Saga yang mencurigakan seperti sedang menyembunyikan


sesuatu darinya. Cheryl yang tahu arah pembicaraan Luna kemana, hanya diam sembari terus mendengarkan unek-unek yang sedang di ceritakan sahabatnya itu, gadis itu teringat dengan Saga yang menyuruh Tommy menyiapkan sesutau di villa, mungkin ini ada hubungannya dengan itu, pikir Cheryl.


Berkali-kali Luna memanggil nama Cheryl namun gadis bermata belo itu tak merespon, ia tenggelam dalam lamunannya, akhirnya Luna menepuk bahu Cheryl dengan keras membuat sahabatnya itu pun terkejut.


“Aduh” pekik Cheryl sembari mengusap-usap bahunya dengan memperlihatkan wajah cemberut.


“Lagian lo lagi ngelamunin apa sih, gue panggilin dari tadi diem aja, ngelamun jorok ya? Goda Luna terkekeh.


“Nggak lah, enak aja lo kalau ngomog” kilahnya, ia menjeda perkataanya sejenak lalu melanjutkannya lagi, Cheryl meminta Luna menemaninya ke toko buku sehabis kuliah, dengan senang hati Luna pun tak menolak permintaan sahabatnya.


Sonya datang ke restoran suaminya setelah terlebih dulu mengunjungi salon miliknya. Wanita paruh baya itu langsung masuk ke dalam ruangan kerja Wyman, ia mendudukkan tubuhnya di sofa setelah itu tangannya meraih majalah yang ada di bawah meja. Wyman sendiri sedang tidak berada di ruangannya, ia sedang menemani temannya yang datang ke restoran, maka dari itu ia menyuruh Sonya untuk langsung masuk ke dalam ruang kerjanya.


Setelah selesai dengan urusannya, Wyman pun kembali ke ruang kerja untuk menemui istri tercintanya yang sudah menunggunya dari tadi. Ia membuka kenop pintu dan mendapati istrinya tengah membolak balikan lembaran majalah yang sedang di lihatnya.


“Maaf ya sayang, kamu bosen yah sendirian dari tadi?” Wyman berjalan menghampiri Sonya dan duduk di sampingnya lalu mencium kening istrinya.

__ADS_1


“Nggak kok sayang, lagian nunggunya sambil liat majalah jadi nggak bosen” seru Sonya, tangannya menunjukkan majalah yang sedang di pegangnya pada Wyman.


Lima belas menit kemudian, orang yang di tungggu meraka pun datang, Saga berjalan ke arah ruang kerja Wyman diantar oleh Sarah, manager restoran yang sudah bekerja cukup lama di restoran milik ayah sambungnya itu.


“Silahkan masuk Pak Saga, Bu Sonya dan Pak Wyman sudah menunggu anda di dalam”


Saga mengangguk dan tersenyum dan tak lupa mengucapkan terima kasih karena sudah diantar, tangannya lalu membuka kenop pintu setelah itu ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Di sana sudah ada Wyman dan Sonya tengah duduk di sofa sembari mengobrol.


“Siang mah, om” sapa Saga dengan menyunggingkan senyum, lalu ia duduk di sofa berhadapan dengan Sonya dan Wyman hanya di batasi dengan meja di depannya.


“Ada apa Ga, tadi pagi kamu telepon om katanya mau datang ke restoran, dan minta mamah kamu juga dateng, apa ada hal penting yang mau kamu omongin”


Saga terdiam lalu menundukkan kepalanya sebentar, kemudian ia mendongakkan kepalanya dan menatap wajah kedua orang tuanya satu per satu. Wyman dan Sonya mengernyitkan dahi mereka ketika melihat wajah Saga.


Tanpa basa-basi Saga mengutarakan maksud dan tujuannya datang ke restoran menemui Wyman dan Sonya, ia meminta Wyman merestui hubungannya dengan Luna, ia juga mengatakan bahwa dirinya benar-benar mencintai adik tirinya itu dan ingin hidup bersama dengan Luna.


Saga kemudian mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari dalam saku jasnya dan menunjukannya pada Sonya dan Wyman.

__ADS_1


“Aku ingin melamar Luna jadi istri aku om” ucap Saga dengan wajah serius.


Wyman dan Sonya terkejut mendengar ucapan Saga, laki-laki paruh baya itu terdiam, ia tak langsung merespon ucapan anak laki-lakinya itu.


__ADS_2