DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 64


__ADS_3

Sonya duduk di atas ranjang sembari menatap layar laptop yang ada di pangkuannya, ketika Wyman keluar dari kamar mandi. Wyman kemudian berjalan menuju ranjang dan duduk di samping istrinya dengan punggung yang


menyender di sandaran ranjang.


Ia menoleh ke arah istrinya yang sedang fokus menatap layar laptop, Wyman mulai membuka mulutnya seperti ingin berbicara sesuatu namun ia urungkan, berkali-kali ia lakukan hal yang sama.


Setelah beberapa menit berkecamuk dengan pikirannya, akhirnya Wyman memulai juga obrolannya dengan Sonya.


“Sayang” panggil Wyman kepada Sonya namun wanita paruh baya itu hanya merespon dengan sahutan kata “iya” tanpa menoleh ke arah Wyman matanya terus saja menatap layar laptop yang ada di atas pangkuannya.


“Sayang” panggil Wyman lagi sembari menghela napas.


“Ada sesuatu yang pengen aku diskusikan sama kamu” imbuh Wyman.


Mendengar kata diskusi dari mulut Wyman, Sonya langsung menutup laptopnya dan memalingkan wajahnya menatap wajah suaminya itu, ia sepertinya tahu apa yang ingin suaminya diskusikan dengannya.


“Emang apa yang pengen kamu diskusiin sama aku? Wajah kamu keliatan serius banget?"


“Kamu ingat nggak sama laki-laki yang aku kenalin ke kamu saat di restoran?”


“Maksudnya teman masa kecil kamu yang bernama Byantara itu” tebak Sonya yang direspon dengan anggukan kepala oleh suaminya.

__ADS_1


“Emang ada apa dengan Byantara?” tanya Sonya yang pura-pura tidak tahu.


“Dulu saat kita masih di desa, aku pernah bilang sama dia, kalau nanti kita punya anak, aku mau jodohin anakku sama anaknya, sebenarnya waktu itu aku hanya asal bicara, tapi nggak nyangka ternyata dia nanggepinya serius,


kemarin waktu dia mampir ke restoran dia nanyain soal perjodohan itu” papar Wyman menjelaskan kepada istrinya.


“Terus sekarang gimana? Apa kamu mau jodohin Luna sama anaknya Byantara?” tanya Sonya.


Wyman mengudarakan tangannya memijat pelipis “aku juga nggak tahu sayang, makanya aku minta pendapat kamu, menurut kamu gimana?” Wyman bertanya balik pada Sonya, ia berharap istrinya bisa memberinya pendapat.


“Ini bukan jamannya lagi ngejodohin anak, sebaiknya kamu bicara langsung sama Luna, tanya pendapat dia” ujar Sonya, dia mulai bingung dengan situasi seperti ini, disisi lain ia sudah tahu hubungan Saga dengan Luna, Sonya mulai berpikir siapa yang akan dia dukung antara suaminya atau anaknya.


“Kamu benar, aku juga harus tanya pendapat Luna”.


Keesokan harinya di kampus setelah selesai kuliah, Luna mengajak Cheryl untuk mampir dulu ke kafe sebelum mereka pulang ke rumah. Ketika masuk ke dalam kafe Cheryl terkejut melihat dua orang laki-laki yang di kenalnya sedang duduk dan asyik mengobrol, ya Saga dan Tommy sudah berada di sana.


“Lun lo sengaja ya ajak gue kesini?” tanya Cheryl, tangannya menarik lengan baju yang dipakai gadis berhidung mancung tersebut, hingga tubuhnya sedikit goyah.


Luna hanya tersenyum kikuk, ia dan Saga memang sengaja ingin mempertemukan Cheryl dan Tommy tanpa sepengetahuan mereka. Tommy pun sama sekali tidak menyadari kalau bosnya sudah merencanakan hal ini, saat selesai bertemu dengan rekan bisnisnya Saga mengajak Tommy untuk nongkrong di kafe, sesuatu yang tidak pernah bosnya lakukan.


“Tumben Tuan ingin nongkrong di kafe” celetuk Tommy, yang duduk dihadapan bosnya sambil menyeruput minuman yang baru saja dipesannya.

__ADS_1


“Sekali-kali boleh lah Tom” sahut Saga, kemudian ia melihat Luna yang berdiri di depan pintu seperti sedang mencari keberadaannya.


Saga melambaikan tangan ke arah Luna sembari memanggil namanya, Tommy menengok ke belakang dan melihat Cheryl yang berdiri di samping Luna.


Sontak ia langsung beranjak dari duduknya, Tommy malu bila harus bertemu dengan Cheryl karena menolak perasaan gadis cantik itu. Ia meminta ijin kepada bosnya untuk pergi ke toilet, namun Saga tahu sebenarnya


Tommy sedang menghindar untuk bertemu dengan Cheryl, ia meminta asistennya itu untuk tetap duduk dan menghadapi apa yang sudah ada di depan matanya, sekarang atau pun besok ia akan tetap bertemu dengan Cheryl.


“Maaf Mas, udah lama ya nunggunya?” tanya Luna yang sudah berdiri di samping Saga yang tengah duduk.


“Nggak kok sayang kita belum lama nunggunya” Saga berdiri lalu memeluk tubuh pacarnya dan tidak lupa juga mencium kening gadis cantik itu di depan Cheryl dan Tommy, sepertinya Saga sengaja melakukan itu.


Saga menyuruh Luna untuk duduk disampingnya sedangkan Cheryl masih berdiri mematung tanpa mengatakan sepatah kata pun, Ia bahkan tak berani menatap Tommy yang sedang duduk di dekat dirinya.


“Tom geser” titah Saga pada asistennya agar berpindah tempat duduk, Tommy menurut saja dengan apa yang dititahkan bosnya pada dirinya.


Tak da satu pun obrolan yang tercipta diantara mereka, Luna dan Saga saling memandang satu sama lain, seperti sedang mengisyaratkan sesuatu dari tatapan mata mereka.


Tommy yang duduk bersebelahan dengan Cheryl merasa canggung, telapak tangannya mulai berkeringat, setelah penolakannya waktu itu, ini adalah pertama kali mereka bertemu kembali.


“Aku ke toilet dulu ya” Luna bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Cheryl, Tommy dan juga Saga.

__ADS_1


Baru beberapa menit Luna pergi kini giliran Saga yang beranjak dari duduknya, seperti ucapan Luna sebelumnya kini Saga juga sama menggunakan alasan ingin ke toilet untuk pergi meninggalkan Cheryl dan Tommy, memberi ruang kepada dua orang yang sedang canggung untuk bicara satu sama lain, sebetulnya Luna dan Saga pada awalnya tidak ingin ikut campur dengan urusan pribadi mereka, namun dengan sifat Tommy yang pemalu dan suka merendahkan dirinya, mereka berdua yakin Tommy tidak akan pernah berani berkata jujur tentang perasaannya.


__ADS_2