DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 67


__ADS_3

“Gue nggak ngerti sama jalan pikiran lo Cher, lo nggak takut nanti Mas Tommy malah nyerah gitu aja”


“Yah anggep aja kita nggak jodoh kalau dia nggak mau memperjuangin gue, simple kan” Cheryl mengangkat bahunya. Mendengar perkataan Cheryl, Luna hanya menganggukan kepalanya.


“Ayo udah waktunya kita ke kelas, jangan sampai kita di kasih nilai D sama Ka Adrian gara-gara telat” Luna menarik tangan Cheryl yang sedang duduk agar membuatnya berdiri, kemudian mereka berdua berjalan menuju kelas yang jaraknya tidak begitu jauh dari taman.


Setelah kuliah selesai, Luna yang baru saja keluar kelas mendapatkan panggilan telepon dari Sonya, ia mengatakan bahwa akan menjemputnya dan Luna disuruh menunggu di depan kampus. Kemudian Luna memberitahu Cheryl tak perlu mengantarnya pulang karena akan di jemput Sonya.


Luna berjalan keluar kampus dan menunggu kedatangan Sonya, tak berselang lama sebuah mobil sedan berwarna putih berhenti di depannya, sang pengemudi mobil membunyikan klakson dan menurunkan kaca jendela mobil, Luna yang tahu itu mobil milik Sonya langsung membuka pintu mobil dan duduk di kursi depan samping Sonya.


“Nggak lama kan nunggunya?”


“Nggak ko mah”


Sonya lalu menyalakan mesin dan melajukan mobilnya, Ia tak membawa Luna pulang ke rumah melainkan mengajak anak perempuannya itu untuk berbelanja ke Mall, sudah lama sekali ia ingin mengajak Luna berbelanja namun karena sibuk, Sonya selalu mengurungkan niatnya.


Setelah sampai di basement, Sonya memarkirkan mobilnya, kemudian mereka turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam Mall.


Ketika mereka baru saja masuk Mall, terlihat seorang laki-laki ganteng masih menggunakan setelan jas lengkap tengah berdiri di depan sebuah toko pakaian, menjadi pusat perhatian pengunjung perempuan yang sedang berlalu lalang di dalam Mall, ternyata Sonya tidak hanya mengajak Luna namun ia juga meminta Saga untuk ikut dengannya.


“Saga” panggil Sonya yang sedang berjalan ke arah anaknya.

__ADS_1


Saga tersenyum sumringah ketika melihat Sonya yang tidak datang sendiri melainkan dengan perempuan cantik yang berjalan disampingnya, ia tak mengira Sonya mengajak Luna juga.


“Aku pikir mamah jalan sendiri, ternyata ngajak Luna juga”


“Kenapa? Mas Saga nggak seneng kalau mamah Sonya ngajak aku juga”


“Mamah” Saga menaikkan kedua alisnya, ia seperti tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


“Cie…Cie… udah nggak manggil tante lagi nih” ledek Saga pada Luna.


“Udah Lun nggak usah di denger, yuk kita jalan aja” Sonya menarik tangan Luna lalu berjalan meninggalkan Saga.


Luna dan Sonya masih berjalan-jalan memilih pakaian yang cocok untuk mereka coba.


Beberapa menit kemudian Saga keluar dari ruang ganti, tak lagi mengenakan setelan jas, kini ia memakai celana jeans dan t-shirt berlengan pendek, para pelayan dan pengunjung perempuan yang berada di toko tersebut terpesona melihat kegantengannya yang bertambah, apalagi rambutnya yang tadinya ditata rapih dan klimis sekarang terlihat acak-acakan seperti sengaja dibuat seperti itu.


Luna yang melihat para perempuan memandangi pacarnya dengan tatapan terpesona merasa tidak senang, lalu ia berjalan menghampiri Saga yang berdiri tidak jauh dari dirinya.


“Sayang udah selesai ganti bajunya?” Luna bertanya dengan suara lantang agar terdengar oleh para perempuan yang masih memandangi pacarnya.


Saga terkesiap ketika mendengar Luna memanggilnya “sayang” karena baru pertama kalinya ia mendengar panggilan itu keluar dari mulut Luna.

__ADS_1


“Coba sekali lagi, aku pengen dengar kamu manggil aku kayak gitu” tutur Saga dengan wajah yang penuh antusias.


“S-a-y-a-n-g” ucapnya dengan senyum simpul terlihat di wajah Luna.


Saga tersenyum lalu ia mendekatkan wajahnya ke telinga Luna dan berbisik “aku tahu kamu lagi cemburu”.


Luna hanya diam karena apa yang dibisikkan Saga memang benar, Sonya kemudian datang menghampiri kedua anaknya, dan mengajak mereka ke kasir untuk membayar.


Ketika Sonya baru akan mengeluarkan black card dari dalam dompetnya, Saga lebih dulu mengeluarkan black card miliknya dan menyerahkan kepada kasir yang ada di depannya.


Sonya yang berdiri di belakang Saga berbisik kepada Luna “uang mamah aman” ucapnya sambil tersenyum ceria.


“Jadi mamah sengaja ngajak Mas Saga biar dia yang bayar” Sonya mengangguk membenarkan apa yang dikatakan oleh anak perempuannya itu.


“Ternyata liciknya Mas Saga nurunin dari mamah Sonya” gumam Luna dalam hati sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kemudian Sonya, Saga dan Luna berpindah lagi dari satu toko ke toko yang lainnya, membuat Saga yang mengikuti mereka merasa kelelahan, tak hanya membayar semua belanjaan yang di beli Sonya ia juga yang membawakan belanjaan mereka.


“Mamah Sonya benar-benar total banget manfaatin Mas Saga, seorang Presiden Direktur dengan penghasilan miliaran, sekarang membawa banyak barang belanjaan di kedua tangannya” gumam Luna lirih sembari menahan tawa.


Tinggalkan jejak kalian 😉👇

__ADS_1


__ADS_2