DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 69


__ADS_3

Sementara di tempat lain, Tania sudah berada di perusahaan milik omnya yang ternyata adalah Alex Wibisana, Presiden Direktur dari IT Corporation, orang yang punya dendam pribadi dengan Saga Ganendra karena Saga


pernah menolak kerja sama dengan perusahaannya.


“Kamu udah lama pulang kesini, kenapa baru sekarang nemuin om” ujar Alex yang duduk disamping keponakannya itu.


“Maaf om, sepulang dari luar negeri Tania banyak jadwal pemotretan”


“Om nggak nyangka, keponakan yang dulu waktu kecil ingusan sekarang udah jadi model terkenal”


“Akh Om Alex nggak usah buka kartu, aku kan jadi malu” ujar Tania dengan wajah yang memerah.


Tania kemudian bangkit dari duduknya ia penasaran dengan ruang kerja omnya yang terlihat sangat rapih, Tania mulai berjalan mengelilingi tiap sudut ruangan yang dindingnya di dominasi dengan warna abu-abu itu.


Tiba-tiba langkahnya terhenti, ketika matanya melihat sesuatu yang menarik, Tania mengambil sebuah dokumen dan di situ tertulis Jarvis Group, karena penasaran Tania kemudian menanyakannya kepada Alex.


“Om pernah kerja sama dengan Jarvis Group?” tanya Sonya dengan menyodorkan dokumen yang di pegangnya kepada Alex.


“Kerja sama yang gagal, karena Presdir dari Jarvis Group menolak kerja sama itu” jawab Alex dengan wajah tidak senang.


“Saga menolak kerja sama dengan om?”


“Kamu kenal sama Saga Ganendra?” Alex mengernyitkan keningnya.

__ADS_1


“Ya kenal lah om, selain dulu teman kuliah dia juga mantan aku"


"Nggak nyangka keponakan om pernah pacaran sama Saga Ganendra”


“Ya tapi itu dulu om, sebelum dia sukses seperti sekarang” Tania menghela napas kasar, Saga yang dulu dan sekarang benar-benar berbeda, aku semakin menyesal, coba waktu itu aku nggak pergi keluar negeri, pasti sekarang aku udah hidup bahagia sama Saga pikir Tania sendiri.


“Sepertinya Tania masih menyukai Saga Ganendra, aku bisa manfaatin Tania untuk membalas dendam atas penghinaan waktu itu pada Saga” batin Alex seraya menyunggingkan senyum licik di wajahnya.


Setelah cukup lama di kantor Alex, kemudian Tania berpamitan pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam, ia mulai merasa lelah dan ingin segera beristirahat membaringkan tubuhnya di ranjang.


Keesokan harinya di kediaman Wyman.


Terlihat pagi-pagi Sonya sudah sibuk di dapur, di temani Luna yang ikut membantu mamahnya menyiapkan sarapan pagi untuk mereka bertiga.


menggoda.


Luna tertegun, mulutnya terbuka lebar dan matanya membulat sempurna, ia tak menyangka pagi-pagi sudah di suguhkan dengan pemandangan yang luar biasa.


“Mah apa Mas Saga nggak sadar kalau di sini ada orang, kenapa dia keluar kamar cuma pakai celana pendek doang, udah gitu nggak pakai baju lagi” bisik Luna pada Sonya yang berdiri disampingnya.


“Mamah juga nggak tahu” sahut Sonya yang tengah sibuk memasak.


Saga menghentikkan langkahnya ketika sampai di depan lemari pendingin dan mengambil 1 botol air mineral, lalu menenggaknya sampai habis tak tersisa. Kemudian ia membalikkan badan dan berjalan menuju tangga untuk kembali masuk ke kamar.

__ADS_1


Setelah masuk kamar, Saga berdiri menyender di dinding, wajahnya memerah seperti sedang menahan malu karena tadi ia keluar bertelanjang dada.


Beberapa menit kemudian Luna datang mengetuk-ngetuk pintu kamarnya, menyuruh Saga untuk makan, ketika Luna membalikkan badan berniat akan turun ke bawah, Saga tiba-tiba membuka pintu dan menarik tangan Luna dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Saga menyenderkan tubuh Luna di balik pintu “kamu seneng ya pagi-pagi liat aku nggak pakai baju” ucap saga sembari mengerjap-ngerjap matanya.


“Dapet tontonan gratis kenapa harus nggak seneng” balas Luna, tangannya mulai nakal membelai dada bidang milik Saga yang masih tidak memakai baju, setelah itu ia langsung mendorong tubuh Saga, kemudian Luna membuka pintu dan berjalan keluar kembali ke lantai bawah.


Luna dan Sonya tengah duduk di meja makan seraya menyantap sarapan berupa nasi goreng ketika Saga turun dari lantai atas.


“Udah lama aku nggak makan nasi goreng buatan mamah” tutur Saga yang baru saja datang ia langsung mendudukkan tubuhnya di kursi dan langsung memakan nasi goreng kesukaannya.


“Gimana Ga rasanya?” tanya Sonya pada anaknya yang terlihat sangat lahap memakan nasi ngoreng buatannya.


“Seperti biasa mah, rasanya nggak ada yang bisa ngalahin” sahut Saga sembari mengangkat jempolnya menandakan bahwa masakannya enak.


Luna menatap wajah ibu dana anak itu secara bergantian seraya menyunggingkan senyum di bibirnya.


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian di bawah sini 👇👇👇


Biar Author terus semangat up nya


😘😘😉

__ADS_1


__ADS_2