
“Kalau masuk kamar ketuk pintu dulu” dengus Luna kesal.
“Salah kamu, kenapa nggak di kunci pintunya” Saga kemudian berjalan perlahan menghampiri gadis cantik itu yang tengah berdiri di samping ranjangnya. Ia kemudian mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang.
“Ngapain Mas Saga kesini?” Luna berjalan ke kamar mandi untuk menaruh handuk, saat ia keluar terlihat Saga sudah membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
“Tania telepon kamu?” tanya Saga.
“Oh jadi Mas Saga yang ngasih nomor aku sama Ka Tania” Luna berjalan mendekati Saga dan duduk di samping laki-laki yang tengah berbaring santai di ranjang.
Saga mengangguk pelan, karena penasaran Saga pun bertanya pada Luna, apa mantan kekasihnya itu sudah menghubungi calon istrinya. Luna tak menjawab ia hanya menatap wajah Saga sembari menyunggingkan senyum tipis, kemudian gadis itu beranjak dari duduknya dan berjalan keluar kamarnya. Saga yang di tinggal begitu saja oleh Luna tanpa kata-kata mendengus kesal, ia kemudian turun dari ranjang dan mengejar Luna yang sudah lebih dulu berjalan keluar kamar.
\~\~\~
Sementara di kampus, Adrian masih setia menunggu Tania yang sampai saat ini belum kelihatan batang hidungnya, padahal ia sudah menunggu cukup lama, berkali-kali matanya melirik jam yang melingkar di tangan kirinya hingga akhirnya laki-laki itu pun membalikkan badan dan mulai mengayunkan kakinya kembali masuk ke area kampus, ketika baru beberapa langkah ia berjalan dari arah belkang terdengar suara perempuan memanggilnya.
“Adrian!” suara lembut perempuan memanggil namanya, Adrian lalu menghentikkan langkahnya dan membalikkan badan, dilihatnya Tania baru saja keluar dari mobil, Adrian kemudian berjalan menghampiri Tania.
“Maaf ya, gue baru dateng soalnya tadi ada kerjaan mendadak” Tania lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya dan memberikannya pada Adrian.
Adrian meraih ponselnya dari tangan Tania “gue kira lo nggak dateng” ujarnya dengan wajah senang ketika melihat ponselnya ada di tangannya.
“Makasih ya, untung ponsel gue nggak hilang” ujar Adrian lagi, ada perasaan lega dalam hatinya.
__ADS_1
“Kalau gitu gue permisi dulu” Tania lalu berjalan menuju mobilnya, sedangkan Adrian masih berdiri di tempat ia berpijak sembari menatap mobil Tania yang perlahan menjauh.
\~\~\~
Saat makan malam, wajah Saga terlihat cemberut dengan muka yang di tekuk membuat Sonya dan Wyman saling beradu pandang. Sonya menatap lurus ke arah Luna yang sedang menikmati hidangan di atas meja.
“Apa mereka lagi berantem” batin Sonya.
Saga lebih dulu menyelesaikan makan malam nya, kemudian ia beranjak dari tempat duduk dan berjalan menuju area taman belakang rumah, melihat anak laki-laki nya pergi begitu saja dengan raut wajah yang tak enak di pandang membuat Sonya bertanya-tanya.
“Lun Saga kenapa?” tanya Sonya pada anak perempuan nya itu.
“Nggak tahu mah lagi PMS kali” ujar Luna seraya tersenyum.
Setelah selesai makan Luna menyusul Saga ke taman belakang, terlihat laki-laki ganteng itu sedang duduk sembari menatap langit di atas sana. Luna berjalan perlahan menghampiri Saga lalu mendudukkan tubuh nya di samping laki-laki yang sedang ngambek itu.
“Ka Tania tadi telepon aku nanyain Ka Adrian” tutur Luna memberitahu apa yang ingin di ketahui calon suami nya itu.
“Ngapain Tania nanyain Adrian?” Saga mengerutkan kening, Luna menanggapi dengan mengedikkan bahu karena ia sendiri juga tidak tahu.
“Kenapa? Mas Saga cemburu ya” ledek Luna seraya beranjak dari duduknya dan berdiri di depan Saga menatap manik mata laki-laki itu dengan tajam.
Saga menelan salivanya, tatapan Luna membuatnya tidak berkutik “nggak, kenapa aku harus cemburu” ujar Saga.
__ADS_1
“Yakin?” Luna menyipitkan matanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Saga.
Saga mengulurkan tangan nya dan menarik tengkuk leher Luna hingga bibir mereka saling bersentuhan “yakin lah” ujarnya tersenyum puas setelah mendaratkan ciuman di bibir Luna.
“Iih Mas Saga kalau ayah sama mamah lihat gimana?” Luna mendongakkan kepalanya ke arah pintu untuk memastikan tidak ada orang yang melihat kelakuan calon suaminya itu.
Saga tersenyum lalu menarik tangan Luna hingga membuat tubuh gadis itu terjatuh di atas pangkuannya. Kemudian ia melingkarkan tangannya memeluk tubuh Luna.
“Sebenarnya aku takut Lun, Tania dan Adrian bersekongkol untuk mengacaukan pernikahan kita” ucap Saga yang membuat Luna terkejut, ia heran kenapa Saga bisa berpikiran sempit, Luna meyakini bahwa Adrian bukan orang seperti itu, karena ia sudah lama mengenal Adrian dan untuk Tania ia merasa model cantik itu sudah berubah, dia
bukan lagi Tania yang dulu, pikirnya.
Luna melepaskan tangan Saga yang melingkar ditubuhnya, ia kemudian duduk di samping laki-laki itu.
“Kamu nggak boleh berburuk sangka sama orang lain” tegas Luna.
Saga menoleh menatap wajah cantik Luna, lalu menjatuhkan kepalanya di bahu gadis cantik itu “waspada itu perlu sayang” ujarnya seraya memejamkan kedua matanya, angin malam yang sejuk membuatnya tak bisa menahan lagi rasa kantuk yang sedari tadi menggelayuti matanya.
Selamat malam semua...
jangan lupa setelah membaca kasih like dan komennya ya...
terima kasih...
__ADS_1