DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 54


__ADS_3

Sonya duduk termenung di taman belakang rumahnya, apa yang di katakan Tania kemarin terus mengusik pikirannya, bagaimana kalau yang di katakan Tania itu benar Saga dan Luna menjalin kasih, apa yang harus ia


lakukan.


Wyman datang dari arah belakang dan berjalan mendekati istrinya yang duduk seorang diri, Sonya terkejut ketika Wyman memegang pundaknya.


“Ah kamu ngagetin aku aja” kata Sonya


“Kamu lagi mikirin apa sih, bengong sendirian di sini, awas kesambet loh” ledek Wyman, ia kemudian mendudukkan tubuhnya di samping Sonya.


“Suamiku ternyata bisa bercanda juga” Sonya tertawa tebahak-bahak.


“Nggak mikirin apa-apa, cuma lagi menikmati pemandangan aja” sambungnya lagi, ia tidak mungkin mengatakan kepada suaminya tentang Saga dan Luna, karena itu juga belum tentu benar, Sonya berusaha agar tak terpengaruh


dengan kata-kata Tania.


“Luna ada dimana sayang, dari tadi aku nggak lihat dia?”


“Dia ada di kamarnya, ngomongnya sih lagi ngerjain tugas kuliah”


Sonya hanya menganggukan kepala ketika mendengar ucapan Wyman, “Aku nggak pernah lihat Luna bawa temen laki-lakinya ke rumah, apa dia nggak punya temen dekat laki-laki?” tanya Sonya yang tiba-tiba berpikir seperti

__ADS_1


itu, semenjak dia jadi istri ayahnya Luna tidak pernah sekalipun ada laki-laki seusia Luna yang berkunjung ke kediamannya.


“Untuk masalah pribadi, Luna memang sedikit tertutup, tapi setahu aku dari dulu dia memang nggak pernah terlihat dekat dengan laki-laki manapun” sahut Wyman.


“Luna sangat cantik, pasti di luar sana banyak laki-laki yang suka sama dia” Wyman merespon omongan istrinya dengan tersenyum.


Ketika Wyman dan Sonya sedang asyik mengobrol Bik Idah datang memberitahu bahwa Saga datang ke rumah, Sonya sangat senang menedengar anak semata wayangnya datang berkunjung. Sonya buru-buru pergi ke ruang tamu untuk bertemu dengan putranya.


“Tumben kamu main, biasanya harus mamah dulu yang minta kamu datang?” Tanya Sonya yang berjalan menuju ke arah putranya yang tengah duduk di sofa.


“Oh jadi aku nggak boleh main ke sini gitu” keluh Saga kemudian ia beranjak dari duduknya dan memeluk Sonya.


“Mamah kamu emang aneh Ga, kamu main di omong, nggak main juga di omong” timpal Wyman yang berdiri di samping Sonya.


“Makasih ya Bik” tutur Saga Saat Bik Idah meletakkan minuman di hadapannya.


“Sama-sama Mas Saga” jawab Bik Idah seraya tersenyum, kemudian ia kembali ke dapur melanjutkan pekerjaannya kembali.


“Luna mana Om nggak keliatan?” tanya Saga. Mendengar Saga menanyakan Luna, Sonya langsung menatap Saga, ia sedikit terpengaruh dengan apa yang Tania beritahukan padanya.


“DIa ada di kamar, bilangnya sih lagi ngerjain tugas kuliah” sahut Wyman.

__ADS_1


Saga hanya berkata “oh”, ketika mendengar jawaban Wyman sembari matanya melirik ke arah lantai dua.


Pucuk dicinta ulam pun tiba, gadis yang baru saja ditanyakan oleh Saga terlihat sedang menuruni tangga ia hanya mengenakan celana pendek dengan atasan kaos oblong dan rambut yang di cepol, Luna terkejut ketika melihat Saga sedang mengobrol dengan ayahnya dan juga Tante Sonya, soalnya Saga tidak memberitahukan kepadanya bahwa ia akan main ke rumah.


“Tumben Pak Direktur punya waktu main ke sini” celetuk Luna sembari memiringkan sudut bibirnya. Pertanyaan yang sama seperti yang di ajukan Sonya pada putranya.


“Kok tanyanya pada kayak gitu semua, emang aneh ya kalau aku main ke sini” sahut Saga matanya terus saja mengawasi gadis cantik yang berjalan melewatinya.


“Bukan aneh Ga, cuma kalau kamu main ke sini biasanya kan mamah kamu yang nyuruh, baru deh kamu main” timpal Wyman tersenyum.


Melihat interaksi Saga dan Luna, Sonya meyakinkan dirinya agar tidak berpikir yang macam-macam tentang mereka berdua, ia meyakinkan dirinya untuk tidak percaya dengan apa yang dikatakan Tania tempo hari, kalau pun mereka dekat itu wajar karena sekarang mereka itu saudara, Tania mengatakan itu semua pasti karena cemburu melihat kedekatan Saga dan Luna pikirnya.


Saga menatap wajah Sonya yang melamun seperti sedang memikirkan sesuatu.


“Mamah lagi mikirin apa sih, kok dari tadi diem aja” tutur Saga yang melihat Sonya melamun.


“Akh nggak apa-apa ko Ga, mamah lagi mikir enaknya malam ini kita makan apa ya, mumpung kamu lagi main ke sini, kita bisa makan malem keluarga” Sahut Sonya.


“Gimana kalau kita makan malam di luar aja, kita belum pernah loh makan malam di luar” usul Wyman yang kemudian di setujui oleh Sonya.


 “Boleh om” Saga juga menyetujui usulan Om Wyman.

__ADS_1


“Kamu Lun” teriak Wyman menanyakan pendapat anaknya yang berada di dapur.


“Aku ikut aja yah” balas Luna. Kemudian Luna berjalan kembali ke kamarnya dengan membawa 1 botol air mineral di tangannya.


__ADS_2