DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 66


__ADS_3

Matahari mulai muncul dari peraduannya menandakan pagi telah menjelang, terlihat Luna masih memejamkan matanya tertidur pulas di atas ranjangnya yang luas, suara alarm jam yang ia letakkan di atas nakas membangunkan tidur Luna dari mimpi indahnya, tangannya meraba-raba mencari keberadaan jam tersebut dengan mata yang masih tertutup.


“Berisik banget sih” keluhnya sambil mematikan alarm jamnya setelah menemukan jam itu.


Kemudian ia turun dari ranjang dan berjalan dengan langkah gontai menuju kamar mandi untuk melakukan ritualnya sebelum berangkat ke kampus.


Setelah selesai mandi Luna yang masih berdiri di depan cermin, memoles wajahnya dengan bedak tipis serta lipstick berwarna nude yang menempel di bibir mungilnya, setelah dirasa cukup sempurna menurutnya, ia kemudian


menyambar tas yang tergeletak di atas ranjangnya lalu berjalan keluar menuruni anak tangga menuju meja makan.


Terlihat Wyman tengah duduk di meja makan sembari menyeruput kopi yang dibuatkan oleh Sonya.


“Sarapan dulu sayang” Sonya menyodorkan piring berisi nasi goreng kepada Luna.


“Makasih mah” tutur Luna yang membuat Sonya dan Wyman tertegun tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


“Kamu tadi manggil Tante Sonya apa Lun?” Wyman ingin memastikan kembali bahwa yang ia dengar tidak salah.


“Mamah” sahut Luna dengan wajah santainya sembari menguyah nasi goreng yang ia makan.


Sonya menyunggingkan senyum sumringah setelah mendengar Luna memanggilnya mamah, lalu ia berjalan mendekati Luna dan mengusap puncak kepala anak perempuannya itu seraya berkata “Tante seneng kamu sekarang manggil tante mamah” ucapnya, Sonya tanpa sadar menitikkan air mata karena bahagia.

__ADS_1


“Kamu akhir-akhir ini sibuk apa Lun, ayah perhatikan kamu jadi sering pulang malam?”


Luna terdiam matanya melirik ke arah Sonya yang duduk disampingnya lalu ia menenggak minuman yang ia ambil di atas meja sampai habis, Sonya yakin anak perempuannya itu menghabiskan waktunya dengan Saga.


“Luna mungkin sibuk dengan tugas kuliahnya, iya kan sayang” Sonya membantu Luna menjawab pertanyaan ayahnya.


“Iya” jawab gadis itu dengan senyum tipis terlihat di wajahnya.


“Dua hari ke depan ayah nggak di rumah soalnya mau keluar kota, kasihan kalau mamah kamu sendirian, Bik Idah kan juga lagi cuti jadi ayah minta kamu jangan keluyuran mulu, temenin mamah kamu di rumah”


“Iya” Luna menganggukkan kepalanya.


Beberapa menit kemudian Luna juga keluar dan berpamitan kepada Sonya untuk berangkat kuliah, tak lupa ia mencium punggung tangan Sonya sebelum pergi. Sonya meledek Luna ketika gadis itu memesan ojek online, karena akhir-akhir ini Luna jarang membawa kendaraan sendiri, ia tahu pasti Saga yang meminta Luna tidak membawa kendaraan agar dapat menghabiskan banyak waktu untuk mereka bersama.


***


Satu jam perjalanan akhirnya Luna sampai di kampus, ia langsung mencari keberadaan sahabatnya, menengok ke kelas, Cheryl tidak ada, lalu Luna mencarinya ke kantin gadis itu pun tidak ada.


Lalu ada seorang teman yang bernama Dita memberitahu Luna bahwa ia melihat Cheryl tengah duduk di taman bersama Pak Adrian, dengan segera ia berjalan ke tempat Cheryl berada.


Setelah sampai di taman Luna melihat Cheryl sedang asyik mengobrol dengan Adrian yang duduk di atas hamparan rumput hijau, wajahnya terlihat ceria tidak seperti kemarin-kemarin ketika pengakuan cintanya di tolak Tommy, Luna mendekat dan berdiri di belakang mereka.

__ADS_1


“Lagi ngomongin apa sih, kelihatannya seru banget” celetuk Luna membuat Cheryl dan Adrian menengok kebelakang secara bersamaan.


“Luna” tutur Cheryl ketika melihat sahabatnya.


“Lagi ngomongin kamu” timpal Adrian sembari tersenyum.


“Kalau mau ngomongin jangan di belakangnya, langsung dong di depan orangnya” Luna kemudian mendudukkan tubuhnya di samping Cheryl.


Cheryl dan Adrian hanya tertawa mendengar apa yang Luna katakan, Adrian kemudian berdiri setelah melirik jam yang melingkar di tangan kirinya, karena sekarang waktunya ia mengajar, kemudian ia berpamitan kepada kedua


juniornya dan meninggalkan mereka berdua sembari mengingatkan agar mereka tidak berlama-lama duduk di taman.


Setelah Adrian pergi Luna yang penasaran dari semalam tentang Cheryl dan Tommy, langsung menanyakan tentang kejadian di kafe kemarin, ia berharap ada cerita seru yang bisa di dengar telinganya.


Cheryl menghela napas pelan sebelum menceritakan apa yang terjadi dengannya dan Tommy, wajah yang tadinya ceria kini terlihat lesu, tak banyak yang bisa ia ceritakan kepada Luna karena setelah Luna dan Saga meninggalkan


kafe tak berselang lama Cheryl pun ikut meninggalkan kafe setelah berbicara cukup banyak dengan Tommy dan membiarkan laki-laki itu duduk sendirian.


Ia mengatakan pada Luna bahwa dirinya akan menjaga jarak dengan Tommy, menggunakan taktik tarik ulur membiarkan Tommy yang mengejarnya, sebenarnya Cheryl tahu apa yang akan dikatakan Tommy waktu di kafe kemarin hanya saja ia ingin memberi pelajaran kepada laki-laki pemalu bertubuh tegap itu, agar merasakan bagaimana menjadi dirinya yang ditolak cintanya.


Like...komen..action 😉🧐

__ADS_1


__ADS_2