
Hari pernikahan sebentar lagi, keluarga Wyman mulai sibuk mempersiapkan hal-hal yang di perlukan dalam proses pernikahan Saga dan Luna nanti.
“Kalian berdua nanti datang ke butik ya, buat fitting baju” tutur Sonya pada kedua anaknya yang sedang duduk di hadapannya.
Luna dan Saga mengangguk, gadis itu kemudian beranjak dari duduknya berjalan menuju tangga naik ke lantai atas, ia tak masuk ke kamarnya melainkan berdiri di balkon. Cukup lama Luna berdiri sembari mengedarkan pandangannya menatap jauh ke depan, tak tarasa kedua sidut matanya berair, tetesan air mata mulai membasahi pipi mulusnya.
“Bu sebentar lagi Luna menikah dengan laki-laki yang Luna cintai” gumam Luna dengan bibir bergetar, tangisnya pecah tak terbendung lagi.
Saga yang masih duduk, matanya terus menatap ke lantai atas, ia kemudian beranjak dari duduknya dan mengayunkan kakinya menaiki tangga, laki-laki itu membuka pintu kamar Luna, namun gadis itu tak terlihat di dalam, saat ia akan kembali ke bawah suara tangisan Luna terdengar di telinganya, Saga berbalik dan mulai berjalan ke arah balkon. Ia berdiri menatap Luna yang sedang menangis. Hingga akhirnya Saga berjalan pelan mendekati gadis itu.
“Kamu kenapa?” tanya Saga ketika sudah berdiri di samping Luna.
“Aku inget sama ibu Mas” jawab Luna seraya mengusap air mata yang mengalir di pipinya.
Saga mengulurkan tangannya memeluk gadis cantik itu dan menepuk pelan punggungnya, ia mengusulkan pada Luna untuk berziarah ke makam ibunya.
Luna mengangguk menyetujui usul calon suaminya itu, kemudian sebelum mereka pergi, Luna berganti pakaian terlebih dahulu, setelah itu ia menyusul Saga yang sudah berada di bawah.
“Kalian mau pergi sekarang?” tanya Sonya yang melihat kedua anaknya berjalan keluar.
__ADS_1
“Iya mah, soalnya kita mau mampir dulu ke tempat lain” sahut Saga ketika akan masuk ke dalam mobil.
Sonya mengangguk tak lupa ia juga mengingatkan agar anak laki-lakinya itu berhati-hati dalam mengemudikan mobilnya, Saga melajukan mobilnya ke tempat yang akan dituju yaitu makam ibunya Luna.
\~\~\~
Setelah beberapa menit mereka pun sampai, Luna mendoakan ibunya yang sudah tiada dan meminta restu karena sebentar lagi ia akan menikah, setelah selesai mereka kembali lagi ke dalam mobil, dan Saga melajukan mobilnya kembali sekarang giliran Saga yang berziarah ke makam papahnya.
Sama seperti Luna, Saga pun mendoakan mendiang papahnya dan meminta restu karena ia akan menikah. Setelah berziarah Saga langsung mengemudikan mobilnya menuju butik untuk fitting baju pengantin.
Pegawai butik tersenyum ramah ketika Luna dan Saga melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Kemudian Luna memilih beberapa gaun untuk di coba, sedangkan Saga menunggu dengan santai di luar sembari membaca majalah. Setelah memilih beberapa gaun yang menurutnya sesuai dengan dirinya, Luna pun mencoba satu per satu dan menunjukkannya pada Saga.
Saga menatap Luna dari ujung kaki sampai ujung kepala “coba yang lain” ucap laki-laki itu sembari memicingkan mata.
“Emang yang ini kenapa menurut ku bagus” ucap Luna yang heran, kemudian Luna juga bertanya pada pegawai butik yang berdiri tidak jauh darinya.
“Bagus kan mba?” tanya Luna.
Pegawai butik itu menanggapi pertanyaan Luna dengan anggukan, karena memang gaun berwaran putih tersebut sangat cocok dan pas di pakai oleh gadis bertubuh tinggi semampai itu.
__ADS_1
“Lun ganti yang lain” titah Saga lagi dengan tatapan mata yang tajam mengarah langsung ke Luna.
Gadis itu menghela napas panjang seraya mengedikkan bahunya, walaupun kesal ia tetap menuruti perintah calon suaminya itu.
“Apa Luna nggak sadar gaunnya terlalu sek.si, emang sih cocok banget di pakai sama dia , tapi aku ngga suka, lihat aja tadi di bagian dadanya, terlalu rendah” gerutu Saga seorang diri setelah Luna kembali ke dalam untuk berganti gaun yang lain.
Selang beberapa menit, Luna kembali keluar dengan gaun yang lain, warna masih senada dengan gaun sebelumnya namun kali ini gadis itu memilih gaun tanpa lengan dan hanya menutupi bagian dadanya saja, saat gadis itu memutar tubuhnya, terlihat bagian punggungya sangat rendah, Saga yang melihat membelalakkan matanya.
“Ganti” titah Saga.
“Lagi” sahut Luna dengan kening yang berkerut.
Luna kembali ke dalam seraya mengerucutkan bibirnya, pegawai butik yang berada di samping Luna tersenyum, ia mengerti kenapa calon suami gadis yang bersamanya selalu menyuruh untuk mengganti gaun yang lain, padahal setiap gaun yang dipilihnya sangat cocok dipakai oleh gadis itu.
“Sabar mba, kayaknya calon suami mba nggak mau gaun yang mba pakai terlalu seksi dan terbuka” ucap pegawai itu.
Luna kemudian menatap gaun yang di pakainya di depan cermin, saat dirinya memperhatikan, memang gaunnya terlihat seksi dan terbuka, setelah itu ia menoleh mengambil salah satu gaun yang lain, kali ini ia memakai gaun berlengan panjang, masih dengan warna yang senada seperti kedua gaun yang sebelumnya modelnya simple namun terlihat elegant ketika Luna memakainya.
sebentar lagi end ya..
__ADS_1
selamat membaca...