DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 110


__ADS_3

“Lun pulang kuliah temenin gue ke Mall yuk” ajak Cheryl ketika mereka sedang berjalan menuju perpustakaan.


“Gue nggak bisa Cher, soalnya mamah tadi telepon nyuruh gue ke butik buat fitting baju lamaran”


“Ooh gitu, ya udah deh gue ikut lo aja” Cheryl terlihat sangat antusias mendengar Luna akan fitting baju untuk lamarannya.


“Kenapa lo yang seneng” Luna melihat mata Cheryl berbinar terang dengan wajah yang berseri-seri.


“Nggak apa-apa, cuma gue nggak nyangka malah lo duluan yang bakalan nikah” Cheryl terkekeh seraya menepuk punggung Luna.


\~\~\~


Sore harinya Saga tiba di butik langganan mamahnya bersama Tommy, ia masuk ke dalam dan di sambut ramah oleh pegawai butik yang sudah mengenalnya, karena Saga sering juga mengantar Sonya pergi ke sana.


“Mari Pak Saga” Pegawai itu meminta Saga mengikutinya ke ruangan untuk mencoba baju yang akan di pakainya nanti. Tak berselang lama Luna datang bersama dengan Cheryl, ketika masuk ke dalam Cheryl melihat Tommy tengah berdiri seraya memandangi berbagai macam pakaian yang berjejer rapih di etalase.


“Mas Tommy” seru Cheryl seraya berjalan perlahan menghampiri Tommy.


Tommy menengok seraya membalikkan badan saat namanya di panggil, ia tersenyum ketika melihat gadis yang di sukainya berjalan ke arahnya.


“Mas Saga dimana Mas Tom?” Luna bertanya karena ia tak melihat Saga saat ia masuk ke dalam.

__ADS_1


Belum sempat Tommy menjawab, pegawai yang tadi membawa Saga ke ruangan menghampiri Luna.


“Mba Luna ya?” tanya pegawai itu.


Luna mengangguk kemudian pegawai itu meminta Luna untuk ikut dengannya menyusul Saga yang sudah berada di dalam ruangan sedang mencoba pakaian.


Saat sudah sampai di ruangan, Luna tersenyum ketika melihat Saga memakai beskap lengan panjang berwarna nude yang membuanya terlihat sangat gagah. Luna di panggil oleh pegawai butik dan memintanya untuk mencoba kebaya yang senada dengan warna beskap yang Saga kenakan.


“Ganti disini aja Lun, nggak usah di dalam” goda Saga seraya tersenyum smirik saat Luna berjalan menghampiri pegawai butik itu. Mendengar gurauan Saga, pegawai butik itu menahan tawa dan melirik ke arah Luna yang terlihat malu. Beberapa menit kemudian Luna keluar ia memperlihatkan kebaya yang dikenakannya pada Saga.


“Gimana Mas?” tanya Luna yang meminta pendapat Saga tentang kebaya yang di pakainya sembari memutar badannya.


Saga menatap Luna dari ujung kaki sampai ujung rambut “Cantik, tapi lebih cantik lagi kalau kamu nggak pakai apa-apa Lun” ujarnya santai dengan tatapan tajam ke arah Luna.


Luna menoleh ke arah pegawai butik yang berdiri di sampingnya, ia tersenyum malu dan meminta maaf atas gurauan Saga yang tidak pantas untuk di dengar. Pegawai itu tersenyum dan mengatakan pada Luna bahwa calon suaminya itu pandai bercanda.


Setelah selesai fitting baju, Luna dan Saga keluar ruangan dan mendapati Cheryl tengah duduk bersandar pada bahu Tommy.


“Kayaknya bentar lagi nggak cuma kita yang mau ngadain lamaran ada pasangan lain juga” sindir Luna seraya berjalan menghampiri sahabatnya itu.


Tommy dan Cheryl saling beradu pandang terlihat wajah mereka memerah menahan malu, tak lupa Luna juga memberikan baju seragam pada Cheryl dan juga Tommy yang akan di kenakan mereka pada acara lamarannya nanti.

__ADS_1


Mereka tak menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dia adalah asisten Tania yang bernama Eva, dia juga sedang berada di butik untuk mengambil gaun. Mendengar Saga akan mengadakan acara lamaran dengan Luna, Eva dengan cepat memberitahu Tania, model cantik itu sangat terkejut setelah mendengar hal itu ia seperti tak percaya bahwa Saga akan melamar Luna.


\~\~\~


Saga kembali ke perusahaan bersama Tommy sedangkan Luna menemani Cheryl pergi ke Mall, setelah sampai di Mall Cheryl menarik Luna masuk ke sebuah toko tas bermerk, gadis itu berkeliling memilih tas yang ingin di belinya.


“Cher ini bagus, simple dan elegant” Luna mengambil sebuah tas yang ada di etalase lalu menunjukkannya pada Cheryl.


“Oke gue ambil itu satu” tunjuk Cheryl pada tas yang di pegang Luna. Padahal gadis itu hanya melihat sekilas namun ia langsung ingin membelinya, tak hanya tas yang di pegang Luna, Cheryl pun mengambil tas yang lain.


Mereka keluar dari toko setelah membayar semua tas yang di beli Cheryl, sesaat setelah masuk ke dalam mobil, Cheryl memberikan satu paper bag yang di bawanya kepada Luna.


“Ini buat lo” ia menaruh papar bag itu di samping Luna.


“Kok di kasih ke gue?” tanya Luna yang heran.


“Hadiah buat lo, anggap aja sebagai hadiah pernikahan” sahut Cheryl terkekeh, senyum mengembang di bibir Luna dengan mata yang berkaca-kaca, Cheryl adalah satu-satunya sahabat yang selalu menemaninya di saat ia sedih maupun bahagia. Akhirnya Luna tak kuasa membendung air matanya lagi, ia menangis di pelukan sahabatnya itu.


“Tapi entar kalau gue nikah, ganti yah yang lebih mahal misalnya mobil sport gitu, secara lo kan mau jadi istri seorang Saga Ganendra yang kekayaannya udah nggak di ragukan lagi sampe tujuh turunan juga nggak bakalan abis-abis” celetuk Cheryl yang membuat Luna tertawa sembari menepuk punggung sahabatnya itu.


“Ternyata minta di ganti” ucap Luna, mereka berdua tertawa terbahak-bahak di dalam mobil.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya


terima kasih...


__ADS_2