
Tania duduk bersila di atas kursi gantung yang terbuat dari anyaman rotan yang ia tempatkan di balkon apartemennya menikmati angin sore yang sejuk, di telinganya terpasang airpods berwarna putih yang ia sambungkan dengan benda pipih yang sedang di pegangnya untuk mendengarkan musik.
Kepalanya di gerakkan ke kanan dan ke kiri mengikuti alunan musik yang sedang ia dengarkan dengan sesekali bibirnya ikut bersenandung menyanyikan lagu yang ia dengarkan. Lagu yang sering diperdengarkan oleh Saga ketika mereka masih bersama, membuat Tania mengingat kembali saat-saat indah yang ia lalui bersama Saga. Ada penyesalan dalam dirinya karena keegoisannya membuat dia kehilangan sosok lelaki yang sangat ia cintai.
Sementara di tempat lain Saga sedang berbaring santai di atas ranjangnya dengan posisi tangan yang ia jadikan bantal untuk menumpu kepalanya, sedangkan matanya ia arahkan ke atas menatap langit-langit yang ada di ruang
kamarnya, entah apa yang sedang di dipikirkan Saga Ganendra namun suara dering ponsel yang ia letakkan tidak jauh dari tubuhnya membuyarkan lamunannya.
“Nomor tidak di kenal” gumam Saga lirih kemudian ia menekan tombol hijau guna mengetahui siapa orang yang menghubunginya.
“Halo ini siapa?” Saga bertanya kepemilik suara yang terdengar seperti suara perempuan.
“Ini aku Tania” jawab si pemilik suara tersebut.
Saga mengangkat sebelah alisnya, sedikit tidak percaya bahwa Tanialah yang menghubunginya “ada apa Tan?”
“Aku masih nyimpen nomor kamu yang dulu, jadi aku coba menghubungi kamu ternyata masih tersambung, aku nggak nyangka kamu masih gunain nomor ini” ujar Tania sembari menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.
__ADS_1
Saga diam, belum sempat ia menjawab Tania sudah kembali berbicara, “kamu ada waktu nggak? aku pengen ketemu sama kamu, please Ga” rengek Tania.
Awalnya Saga ragu untuk bertemu dengan Tania karena memikirkan Luna namun akhirnya ia menyetujui untuk bertemu dengannya, mereka janjian bertemu di Mall yang berada di pusat kota.
Di kampus
Luna duduk menyender di sandaran kursi yang ada di kantin sementara tangannya tengah sibuk memainkan benda pipih miliknya, di sampingnya ada Cheryl yang sama-sama sibuk dengan ponselnya sembari bibirnya tersenyum mmembaca pesan yang di kirim Tommy kepadanya.
Luna menoleh ke arah Cheryl dan menatap sahabatnya yang masih tersenyum sendiri seperti orang gila.
“Lo lagi baca apaan sih senyum-senyum sendiri kayak gitu” Luna menggeser kepalanya mendekat ke Cheryl guna melihat apa yang ada di dalam ponsel milik sahabatnya yang membuatnya tersenyum sendiri.
“Lun gue denger dari Mas Tommy, katanya mantannya Mas Saga yang selama ini tinggal di luar negeri udah balik lagi ke sini ya?” tanya Cheryl dengan menatap wajah Luna yang terlihat sendu setelah mendengar perkataannya.
Luna mengangguk pelan sembari menatap balik wajah Cheryl, “gue juga pernah ketemu sama dia di Mall kebetulan waktu itu gue lagi jalan sama Mas Saga, gue akuin dia cantik banget Cher”
“Terus kenapa? lo jadi minder gitu karena kalah cantik, dia tuh cuma mantan Lun”
__ADS_1
“Iya emang cuma mantan, tapi mantan yang bikin Mas Saga sampai di bawa ke psikiater setelah di tinggal ke luar negeri sama Tania, coba lo bayangin seberapa besar cintanya Mas Saga buat mantannya itu” tutur Luna yang sedikit menggebu-gebu.
“Oh namanya Tania, eh tunggu! tapi kok lo tahu Mas Saga sampai di bawa ke psikiater?” Cheryl bertanya dengan wajah penasaran.
“Gue nggak sengaja pernah denger pembicaraannya Tante Sonya sama Mas Saga, mereka lagi ngomongin masalah itu” tutur Luna.
Cheryl menatap wajah Luna kemudian menepuk punggungnya pelan “udah nggak usah di pikirin mendingan sekarang lo ikut gue ke Mall, udah lama gue nggak belanja” Cheryl mengambil dompet yang ada di dalam tasnya kemudian memamerkan black card miliknya dengan tampang muka sombong kepada Luna. Kemudian mereka berjalan meninggalkan kantin menuju parkiran mobil dan pergi ke mall.
Setengah jam kemudian mereka sampai di mall, setelah memarkirkan mobilnya di basement mereka berjalan masuk ke dalam Mall, tempat pertama yang mereka datangi adalah toko baju, setelah dari toko baju mereka lanjut ke toko tas dan yang terakhir mereka memasuki toko kosmetik.
Setelah puas berbelanja Cheryl dan Luna merasakan cacing-cacing di perut mereka menari-nari minta di beri makan, kemudian mereka berjalan ke sebuah restoran jepang yang letaknya tidak jauh dari toko kosmetik yang mereka datangi.
Saat memasuki restoran tersebut Cheryl tanpa senagaja melihat orang yang dikenalnya tengah duduk berhadapan dengan soerang perempuan.
“Lun bukannya itu Mas Saga ya” Cheryl menunjuk ke arah meja yang letaknya berada di pojok dekat dengan dinding kaca.
Luna mengarahkan matanya ke tempat yang di tunjuk oleh Cheryl, ia terkejut ketika melihat dua orang yang tengah duduk berdua sembari menyantap makanan yang ada di atas meja.
__ADS_1
Wajah Luna langsung berubah ia menghela napas berat, kepalanya menggeleng perlahan dan sudut bibirnya turun “Mas Saga” ucapnya lirih.