DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 104


__ADS_3

Saat di dalam rumah pun Maya terus saja berusaha mencari perhatian Saga, ketika Luna akan duduk di samping Saga, ia dengan cepat mengambil alih dan menduduki kursi tersebut. Melihat kelakuan sepupunya, Luna hanya menghela napas disertai gelengan kepala, Maya memang dari dulu tidak pernah berubah, ia selalu menginginkan apapun yang Luna miliki.


Kemudian Luna berjalan mengitari meja makan dan duduk di hadapan Saga dengan wajah cemberut, Dari arah luar Sonya datang dengan menyunggingkan senyum simpul saat melihat Maya yang berbaur dengan Saga dan Luna.


“Kapan dateng May?” tanya Sonya, tangannya menggeser kursi yang ada di sebelah Luna dan mendudukkannya.


“Baru aja Tante” jawab Maya.


Sonya lalu menoleh ke arah Luna yang terlihat hanya diam saja tanpa ekspresi di wajahnya, melihat anak gadisnya tak bersemangat Sonya lalu menggenggam tangannya dan menanyakan apa yang sedang gadis cantik itu pikirkan. Luna hanya meresponnya dengan senyuman, ia tetap menutup rapat mulutnya.


Tiba-tiba ponsel Luna yang ia letakkan di atas meja berdering, nama Adrian tertera di layar benda pipih milik gadis itu, ia kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan menjauh untuk menerima panggilan telepon dari Adrian. Karena penasaran siapa yang menelepon kekasihnya itu, Saga mengikuti Luna dari belakang agar mengetahui siapa yang menghubungi Luna hingga ia mencari tempat untuk menerima panggilan itu.


Ketika Saga menguping pembicaraan Luna di telepon terdengar nama Adrian keluar dari mulut Luna, karena rasa penasarannya yang tinggi Saga yang tadinya berjarak beberapa langkah dari Luna, kini berjalan mendekat dan berdiri tepat di belakang gadis cantik itu. Tak tinggal diam ternyata Maya juga mengikuti kedua sejoli itu dan mengamati pergerakan mereka berdua dari kejauhan.


“Aku dengar kamu udah di lamar sama Saga ya Lun?” tanya Adrian, ia hanya ingin memastikan apa yang di dengarnya itu memang benar.


“Ka Adrian tahu dari mana?” giliran Luna yang balik bertanya pada senior sekaligus dosennya itu.


“Tunggu-tunggu nggak usah di jawab, pasti Cheryl kan yang ngasih tahu Ka Adrian?” imbuh Luna lagi dengan suara lantang.

__ADS_1


Adrian menanggapinya dengan tersenyum dan membenarkan apa yang Luna katakan, laki-laki itu lalu mengucapkan selamat pada Luna, ia juga mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi kesempatan baginya untuk memiliki gadis cantik itu, namun dia senang karena Luna bahagia dengan laki-laki pilihannya.


Hati  Luna tersentuh, ia lalu berterima kasih pada Adrian karena pernah menyukai gadis biasa sepertinya, Luna pun mendoakan agar Adrian bisa bertemu dengan gadis lain yang lebih baik darinya. Selesai mengobrol dengan Adrian lewat panggilan seluler Luna membalikkan badan dan terkejut ketika melihat Saga sudah berdiri di belakangnya. Laki-laki ganteng itu menyipitkan kedua matanya.


“Ngapain Adrian telepon kamu?”


“Mas Saga pasti juga udah denger kan pembicaraan aku sama Ka Adrian”


Luna melangkahkan kakinya berjalan melewati Saga, namun laki-laki itu langsung memegang tangan Luna dan menarik tubuhnya hingga jatuh ke dalam pelukan Saga. Kini mereka saling berhadapan satu sama lain.


“Mas lepasin entar mamah liat” berontak Luna sembari melepaskan tangan Saga yang melingkar di pinggangnya.


Luna dan Saga tak sadar ada sepasang mata yang melihat keintiman dua sejoli yang bucin itu, Maya yang merasa iri pada Luna mengepalkan salah satu tangannya dan menatap tajam ke arah mereka. Ia benar-benar tidak suka melihat kebahagiaan yang dirasakan oleh sepupunya itu. Sonya yang masih terduduk di kursi merasa heran ketika melihat Maya yang sudah berdiri terlalu lama tanpa ada pergerakan apapun.


“Kamu lagi liat apa May, serius gitu mukanya?” tanya Sonya yang beranjak dari duduknya lalu berjalan menghampiri Maya.


“Nggak...nggak liat apa-apa kok Tante” jawab gadis itu terbata.


“Aku permisi pulang dulu Tante soalnya udah sore” imbuh Maya berpamitan pada Sonya.

__ADS_1


“Kamu nggak pamitan dulu sama Luna?”


“Nggak Tante, kayaknya dia lagi sibuk, nggak enak takut ganggu” Maya berjalan keluar dengan terburu-buru membuat Sonya mengernyitkan dahinya.


“Ada apa sama anak itu” gumam Sonya seorang diri.


Di ruangan lain, Luna masih berusaha melepaskan pelukan kekasihnya itu, ia terus berusaha lepas dari gengggaman tubuh Saga dengan mencubit tangannya namun laki-laki itu tak bergeming, ia malah semakin erat memeluk tubuh Luna, hingga akhirnya Sonya datang dan mengejutkan kedua sejoli itu.


“Eh...eh...kalian itu udah nggak punya malu yah, mesra-mesraan di tempat umum” ucap Sonya dengan gurauan.


“Ini di rumah, bukan tempat umum mah” Saga menimpali gurauan mamahnya itu.


Luna yang tak melihat Maya bersama dengan Sonya lalu menanyakan keberadaan sepupunya itu, dan Sonya memberitahu kalau Maya sudah pulang, ia tak sempat berpamitan pada Luna karena sepertinya ia sedang buru-buru. Luna menghela napas pelan setelah tahu sepupunya yang selalu iri dengannya itu sudah pulang, ada perasaan lega dalam hatinya.


“Kamu nggak deket yah sama Maya?” Tanya Saga saat melihat wajah Luna yang merasa senang ketika tahu Maya sudah pulang.


Luna lalu memberitahu Saga kalau ia dan Maya selalu tidak akur dari dulu, sifat iri Maya yang membuat Luna tidak menyukai sepupuya itu, apalagi saat tadi ia bertemu dengan Saga, terlihat jelas di wajahnya kalau Maya ingin menggoda Saga.


Saga tersenyum saat tanpa sadar kekasihnya itu mengungkapkan kecemburuan yang ia rasakan.

__ADS_1


selamat membaca 😉😘


__ADS_2