DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 41


__ADS_3

Satu jam kemudian Saga dan Luna sampai di sebuah Mall, setelah selesai memarkirkan mobilnya di basement Saga mengajak Luna masuk ke dalam. Ketika mereka berjalan Saga terus menggenggam tangan Luna, membuat Luna merasa tidak nyaman karena ia takut ada orang yang mereka kenal melihatnya.


Mereka berjalan menuju bioskop yang ada di lantai dua, bukan Saga namanya kalau tak jadi pusat perhatian, banyak perempuan yang melihatnya berdecak kagum dengan wajah gantengnya.


“Harusnya tadi kamu pakai masker Mas biar nggak jadi pusat perhatian” Luna kesal dengan tatapan perempuan yang memandang Saga seolah mereka tidak melihat Luna yang berada disampingnya.


Saga tersenyum mendengar keluhan Luna menandakan bahwa gadis yang di sampingnya sedang cemburu dan itu membuatnya terlihat sangat menggemaskan.


Akhirnya mereka sampai di bioskop setelah keluar dari lift, Saga menyuruh Luna duduk di kursi yang ada di bioskop sedangkan dirinya pergi membeli tiket dan cemilan.


Ketika Saga sedang membeli tiket, Luna yang tengah duduk seorang diri tiba-tiba di hampiri dua laki-laki muda yang ingin berkenalan, mereka mengira Luna datang sendirian.


“Sendirin aja neng?” tanya laki-laki yang memakai hem warna navy, ia memposisikan dirinya duduk di samping Luna.


Luna diam tak menjawab pertanyaan laki-laki itu dan menggeser tubuhnya menjauh dari laki-laki yang sedang duduk disampingnya.


“Ditanya kok diem aja” timpal laki-laki yang satunya.


Saga yang selesai membeli tiket dan cemilan berjalan ke tempat dimana Luna duduk dan melihat kekasihnya sedang di goda oleh dua laki-laki, matanya mengarah tajam menatap mereka dari kejauhan.


Saga berjalan dengan langkah kaki yang lebar hingga akhirnya cepat sampai di tempat Luna “sayang ayo kita masuk, sebentar lagi filmnya mulai” Saga menarik tangan Luna, ia menatap satu per satu wajah laki-laki itu dan menyeringai membuat mereka berdua memundurkan badannya dan berbalik pergi.


Selama film di putar Saga hanya diam dengan menampakkan raut wajah yang masam, sesekali mata Luna melirik ke arah Saga dan raut wajahnya tidak berubah, ini adalah pertama kalinya mereka menonton film di bioskop namun suasananya malah tidak menyenangkan membuat Luna bertanya-tanya dalam hatinya.

__ADS_1


Dua jam telah berlalu, Saga dan Luna keluar dari gedung bioskop, Luna yang awalnya ragu ingin bertanya akhirnya memberanikan diri, dengan susah payah ia merangkai kata-kata yang akan di tanyakan kepada Saga.


“Mas kamu kenapa? Apa kamu nggak seneng jalan sama aku, dari semenjak film di putar sampai film selesai kamu diam aja” Luna menghentikkan langkahnya kemudian memposisikan tubuhnya berdiri di hadapan Saga, matanya


menatap lurus manik mata Saga membuat laki-laki yang di depannya salah tingkah dan mengedarkan pandangan ke arah lain.


Saga diam tak menjawab perkataaan Luna hanya matanya saja yang menatap lekat wajah cantik perempuan yang ada di depannya itu.


Luna menghela napas kasar “ya udah kalau mau diem aja” Luna berbalik dan mempercepat langkah kakinya berjalan meninggalkan Saga, dengan sigap Saga menarik tangan Luna dengan tangannya yang besar hinggga membuat tubuh bagian belakang Luna jatuh tepat di dada bidang Saga.


Saga memeluk Luna dari belakang, “aku nggak seneng liat kamu di deketin sama dua laki-laki tadi” Luna berusaha berontak karena sadar sekarang mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang melihatnya.


“Anak muda jaman sekarang udah nggak punya malu bisa-biasanya mereka mesra-mesraan di tempat umum” celetuk seorang ibu-ibu yang melintas di samping Luna dan Saga.


Luna menarik tangan Saga dan pergi dari restoran itu “ada apa Lun, kenapa nggak jadi masuk” Saga mengernyitkan keningnya heran.


“Aku liat Tante Sonya lagi makan di dalem bareng temen-temennya” Ucap Luna masih tetap menarik tangan Saga dan berjalan cepat agar tidak ketahuan oleh Sonya.


Di dalalm restoran jepang.


“Sonya kamu ngeiatin apa sih kok serius banget” tanya salah satu teman Sonya yang duduk di sampingnya.


“Barusan kayaknya aku liat anak aku deh di depan pintu restoran” sahut Sonya pandangannya lurus menatap ke arah pintu masuk restoran.

__ADS_1


“Saga?” timpal temennya yang lain.


“Bukan tapi anakku yang perempuan, aku liat tadi kayaknya dia sama laki-laki”.


“Oh maksud kamu anak sambung kamu itu siapa itu namanya? Eee…Luna ya” Sonya menganggukkan kepalanya pelan.


“Mungkin kamu salah liat kali” timpal temannya.


“Mungkin juga ya, kayakya aku harus periksa mata ke dokter nih” ucap Sonya yang di tertawakan oleh teman temannya yang berjumlah tiga orang.


***


Sementara Saga dan Luna masih berjalan bergandengan tangan menjauh dari restoran itu, Luna lalu menghentikkan langkahnya.


“Ada apa Lun kenapa berhenti” tanya Saga.


“Aku ke toilet dulu ya Mas” Luna melepaskan gandengan tangannya dari Saga lalu berjalan menuju ke toilet.


Saga yang sedang berdiri tidak jauh dari toilet di kejutkan dengan sosok perempuan cantik yang datang menyapanya.


“Hai Ga! nggak nyangka ketemu kamu di sini, udah lama ya kita nggak ketemu” ucap perempuan cantik


itu lalu berjalan ke arah Saga dan langsung memeluk tubuh Saga.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian setelah Luna selesai dengan kegiatannya di dalam toilet ia berjalan keluar, tiba-tiba matanya membulat sempurna, tubuhnya kaku seperti patung takala melihat kekasihnya sedang berpelukan dengan perempuan lain.


__ADS_2