DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 81


__ADS_3

Luna keluar dari kamar setelah selesai membersihkan diri, matanya menatap Saga yang sudah rapih dengan jas lengkap yang ia kenakan dan tatanan rambut klimis yang membuatnya terlihat sungguh mempesona.


“Sore-sore gini kamu mau ke kantor?” tanya Luna yang heran.


“Iya, soalnya ada rapat penting” sahut Saga yang sedang memakai sepatu.


“Aku berangkat dulu ya” Saga berjalan ke arah pintu namun belum sampai ke pintu, ia menghentikkan langkahnya dan berbalik mendekat ke Luna yang masih berdiri tidak jauh darinya.


“Ada yang ketinggalan?” Luna bertanya dengan wajah polosnya.


“Ada” sahut Saga kemudian Saga mendekatkan bibirnya ke kening Luna dan mengecupnya dengan lembut.


“Nanti kalau pulang hati-hati yah” pesannya sebelum Saga keluar dari pintu.


Saga tiba di kantor sesaat sebelum rapat di mulai, Tommy sendiri sudah mempersiapkan apa saja yang di perlukan dalam rapat nanti, itulah kenapa Saga selalu mempercayakan pekerjaannya pada Tommy bila ia tak bisa datang ke kantor karena asistennya itu selalu bisa di andalkan, tapi tidak dengan masalah perempuan, Tommy benar-benar nol dalam hal itu.


Cukup lama Saga berada di ruang rapat membahas berbagai permasalahan yang ada di perusahaan, ia yang tak sengaja menguap lebar membuat orang-orang yang mengikuti rapat menoleh ke arahnya, berbisik-bisik satu sama lain hingga membuat Tommy menahan tawa melihat bosnya.


Saga berjalan keluar setelah rapat selesai, dengan mata yang menahan kantuk ia mengayunkan kakinya kembali ke ruang kerjanya.


“mataku udah nggak kuat” gumam Saga lalu mendudukkan tubuhnya di sofa dengan posisi kaki naik ke atas dan meluruskannya. Tommy kemudian masuk ke ruangan, tangannya memegang segelas kopi yang ia buatkan untuk bosnya, namun dirinya malah mendapati Saga tengah tertidur pulas di atas sofa.

__ADS_1


Tak ingin mengganggu, setelah ia meletakkan gelasnya di atas meja, Tommy pun keluar ruangan dengan langkah pelan.  setengah jam kemudian Tommy kembali lagi ke ruang kerja bosnya, namun laki-laki itu masih tertidur.


“Tuan bangun” tutur Tommy sembari tangannya menepuk lengan Saga.


Mendengar suara Tommy, Saga mulai membuka matanya “aku ketiduran ya Tom?”


“Iya Tuan, sebaiknya anda pulang dan melanjutkan istirahat di rumah”


Saga memposisikan dirinya berdiri kemudian berjalan keluar ruangan menuju parkiran untuk pulang ke apartemennnya.


Rumah Wyman…


Luna turun dari mobil setelah memarkirkannya di garasi, ia berjalan masuk ke rumah dan melihat kedua orang tuanya tengah duduk di sofa ruang tamu.


“Nggak yah” sahut Luna, ia bahkan tak berani menatap wajah ayahnya, Luna langsung ngeloyor naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya.


Sonya kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur, mengambil air untuk ia berikan pada Luna, bukan bermaksud ikut campur dalam urusan privasi anaknya, namun Sonya penasaran kemana Luna pergi sampai ia menonatifkan ponselnya.


 Wyman yang masih sibuk dengan ponselnya tak memperhatikan ketika Sonya berjalan menaiki tangga menuju kamar anak gadisnya itu.


Tok…Tok…Tok…

__ADS_1


Suara ketukan pintu dari luar yang membuat Luna khawatir, ia takut kalau ayahnya yang datang ke kamarnya, namun setelah mendengar suara lembut perempuan memanggil namanya, dengan cepat Luna langsung membuka pintu kamar.


Sonya masuk ke dalam kamar dan meletakkan air yang ia bawa di atas nakas, Lalu ia medudukkan tubuhnya di tepi ranjang.


“Duduk Lun mamah mau bicara”


Luna duduk di samping Sonya dengan wajah yang masih tertunduk, sepertinya Luna tahu apa yang akan Sonya tanyakan padanya.


“Kamu nggak nginep di tempat Cheryl kan? Kamu pergi kemana Sama Saga?” cecar Sonya tanpa basa basi.


Mendengar itu sontak saja membuat Luna terkejut dan mendongakkan kepalanya menatap wanita paruh baya di hadapannya.


“Mamah tahu darimana kalau aku pergi sama Mas Saga?”


“Ini namanya ikatan batin seorang ibu Lun?”


Kemudian Luna menceritakan semuanya kepada Sonya kemana mereka pergi dan kenapa ponsel keduanya tidak aktif. Mendengar cerita Luna, Sonya hanya geleng-geleng kepala sebab ia tahu siapa yang merencanakan itu semua kalau bukan anak laki-lakinya. Sonya kemudian keluar dari kamar Luna dan menyuruh gadis itu untuk istirahat.


Namun ketika ia sedang berjalan menuruni tangga, Sonya mendengar pembicaraan Wyman lewat sambungan telepon dengan seseorang, dari yang ia tangkap sepertinya Wyman mengundang orang itu untuk makan malam di rumahnya.


Sonya berjalan mendekati Wyman, sebelum ia bertanya dengan siapa suaminya berbicara lewat telepon, Wyman terlebih dulu memberitahu istrinya jika besok malam ia mengundang Byantara dan juga Adrian untuk makan malam di rumah dan meminta Sonya untuk memasak makanan yang lezat. Wyman mengatakan kalau makan malam itu akan membahas perjodohan Luna dan Adrian, ia ingin segera mengadakan pesta pertunangan untuk mereka berdua karena Adrian pun sudah setuju untuk di jodohkan dengan Luna.

__ADS_1


Sonya terkejut mendengarnya ia memikirkan bagaimana hubungan Saga dan Luna, ia tak mengerti dengan jalan pikiran suaminya yang mementingkan hubungan pertemanannya dengan Byantara namun tak memikirkan perasaan anak perempuannya itu.


__ADS_2