
Sebelum pulang ke apartemen Saga, Luna meminta kekasihnya itu untuk mampir ke sebuah supermarket untuk membeli bahan makanan, mereka berhenti di pusat berbelanjaan yang tidak jauh dari apartemen. Setelah memarkirkan mobil, Luna dan Saga turun lalu berjalan masuk ke dalam, mereka memilih bahan makanan yang di butuhkan, setelah lama berkeliling dan keranjang belanjaan sudah penuh dengan barang yang di butuhkan, Luna berjalan ke kasir untuk membayar.
“Totalnya satu juta lima ratus” kata karyawan yang bertugas di bagian kasir itu.
Ketika Luna mengambil dompet di dalam tas, dari arah belakang tangan Saga menyodorkan kartu kepada kasir itu “pakai ini aja” ucap Saga. Luna menoleh ke arah Saga dan tersenyum.
Kasir yang ada di hadapan Luna ikut tersenyum seraya berkata “suaminya ganteng banget mba” celetuknya yang di respon Saga dengan menyodorkan tangannya memegang pundak Luna.
Luna terlihat malu-malu, setelah membayar kakinya berjalan cepat meninggalkan tempat itu diikuti Saga dari belakang yang membawa semua belanjaan di tangannya.
“Pelan-pelan dong sayang jalannya” keluh Saga yamg kelelahan menguikuti Luna.
Luna menengok dan menghentikan langkahnya, lalu ia mengambil satu plastik belanjaan yang ada ditangan Saga.
“Buruan Mas aku udah laper, yang telat nyampai ke parkiran dia yang masak” celetuk Luna ia tetap berjalan mendahului Saga.
“Bilang aja nyuruh aku yang masak” suara Saga lirih sembari tersenyum.
***
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai juga di apartemen, Saga langsung masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian, sedangkan Luna ia berjalan ke arah dapur dan membongkar belanjaannya. Tangannya mengeluarkan satu per satu barang belanjaannya dan menghitung apa ada yang kelupaan. Setelah berganti pakaian Saga menghampiri Luna, dan menyuruh gadis itu untuk membersihkan tubuhnya dahulu, Luna yang tak mengindahkan omongan Saga tetap diam sambil membuka plastik yang berisi daging lalu mencucinya.
“Mandi dulu sana” Saga menyuruh Luna lagi untuk mandi.
“Entar aja Mas kalau udah selesai masak” sahut Luna.
Saga menatap Luna lalu tiba-tiba tanganya menarik tubuh gadis cantik itu dan menggendongnya, Luna yang terkejut akhirnya berteriak.
“Mas turunin aku” sembari meronta-ronta, namun Saga tetap santai menggendong Luna dan membawanya masuk ke dalam kamar. Kemudian menghempaskan tubuh kekasihnya itu di atas ranjang.
“Aduh” pekik Luna yang kemudian langsung memposisikan tubuhnya duduk. Saga pun ikut duduk di samping Luna.
“Oke” jawab Luna, kemudian ia arahkan keningnya menyentuh kening Saga dan berlalu pergi menuju kamar mandi, saat Luna baru sampai di pintu, Saga mengejar Luna dan menarik tangan gadis itu masuk ke dalam kamar mandi.
“Mas Saga” terika Luna.
Saga menghempaskan tubuh Luna ke dinding, salah satu tangannya menyalakan shower hingga airnya jatuh membasahi tubuh mereka, sekujur tubuh mereka pun basah oleh guyuran air shower yang mengalir deras.
“Kita belum pernah kan main disini” ucap Saga dengan memperlihatkan wajah nakalnnya.
__ADS_1
Seketika tubuh Luna merinding mendengar kata-kata yang di ucapkan laki-laki yang ada di hadapannya itu, berkali-kali tangan Luna mengusap wajahnya yang terkena guyuran shower. Saga yang sudah tak dapat mengendalikan dirinya kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Luna dan memiringkannya hingga akhirnya bibirnya yang basah sukses menempel pada bibir Luna. Gadis itu pun merespon apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu, ia mengulurkan tangannya memegang tengkuk leher Saga.
Mereka menikmati ciuman romatis di bawah guyuran air dari shower. Ketika tangan Saga mulai bergerilya menjamah tubuh Luna yang lain, terdengar suara dering ponsel yang nyaring dari luar kamar mandi, membuat Saga kesal dan akhirnya menghentikkan aktifitasnya. Saga melepaskan pagutannya, sebelum keluar ia menangggalkan pakaiannya yang basah di hadapan Luna lalu mengambil handuk yang tergantung di dinding kemudian melingkarkan handuk itu di pinggangnya.
“Mas Saga” lagi-lagi Luna berteriak.
“Bisa nggak sih lepas pakaiannya jangan di depan aku” imbuh Luna lagi, bila di hadapan Luna Saga memang sudah tak malu-malu memperlihatkan tubuhnya, mendengar keluhan Luna ia hanya menyunggingkan senyum simpul dibibirnya seraya berkata "emang sengaja biar kamu pengen".
kemudian Saga memutar kenop pintu dan keluar dari kamar mandi lalu menutupnya kembali. Saga berjalan menuju nakas dan mengambil ponsel yang ia letakkan di atasnya. Terlihat dilayar beberapa panggilan tidak terjawab, kemudian ia menghubungi nomor itu kembali dari seberang telepon terdengar suara perempuan yang mengatakan bahwa barang yang di pesannya sudah jadi dan bisa di ambil olehnya.
Saga terlihat senang lalu ia berterima kasih kepada perempuan itu dan mengatakan akan mengambil pesanannya esok hari. Kemudian ia mengambil baju dari lemari dan memakainya.
Setelah beberapa menit di kamar mandi, Luna pun keluar dan mendapati Saga sudah tidak ada di dalam kamar, ada perasaan lega dalam hatinya ia bisa memakai baju dengan bebas di dalam kamar.
Nantikkan kisah Saga dan Luna selanjutnya...
tinggalkan jejak kalian
Terima kasih 😉😘😘
__ADS_1