DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 85


__ADS_3

Perhatian Luna teralihkan ketika melihat ada bayangan seseorang yang berjalan menuju ke arahnya dari lemari hias yang terbuat dari kaca di ruang tamu, tidak lain adalah Byantara.


Ini kesempatan untuknya agar papahnya Adrian sendiri yang membatalkan perjodohan dengan anaknya, pikir Luna.


Gadis cantik itu tiba-tiba melakukan hal yang tak terduga, tangan nakalnya menarik kepala Saga lalu mendaratkan sebuah ciuman dibibir laki-laki itu. Saga yang mendapat serangan mendadak langsung terkejut, melebarkan bola matanya dan terdiam seperti patung seakan tak percaya dengan apa yang dilakukan Luna terhadapnya namun ia tetap menikmati ciuman yang Luna berikan padanya.


Byantara yang tak sengaja melihat, tertegun dengan pemandangan yang di suguhkan dua kakak beradik itu, ia yang tadinya akan keluar untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di mobil akhirnya membalikkan badan dan berjalan kembali ke ruang makan.


“Udah ngambil ponselnya?” tanya Wyman yang heran karena Byantara cepat kembali ke ruamg makan padahal dia belum lama keluar.


Byantara diam tak menjawab pertanyaan temannya itu, ia hanya menatap lekat wajah Wyman untuk beberapa saat, hingga akhirnya mulutnya pun terbuka.


“Wym ada yang mau aku omongin sama kamu, hanya kita berdua” tutur Byantara dengan wajah serius.


Wyman mengangguk, kemudian ia beranjak dari duduknya dan meminta Byantara untuk mengikutinya berjalan menuju ruang kerja, yang letaknya di samping kamar utama, mereka berjalan melewati Luna dan Saga yang masih duduk di ruang tamu. Adrian dan juga Sonya saling beradu pandang setelah Byantara mengajak Wyman untuk bicara empat mata, ada apa sebenarnya?


“Lengan kamu kenapa Ga?” tanya Wyman yang melihat Luna sedang menutup luka dengan perban.


“Nggak apa-apa kok om ini cuma tergores” sahut Saga santai, namun ia melihat Byantara memandangnya dengan tatapan mata yang tajam, membuat Saga heran.

__ADS_1


“Ada apa dengan Om Byantara” gumam Saga dalam hati.


Wyman dan Byantara masuk ruang kerja, lalu laki-laki paruh baya itu menyuruh temannya untuk duduk.


“Ada apa Byn?” Wyman bertanya sembari mendudukkan tubuhnya di sofa.


Tanpa basa basi Byantara langsung menanyakan hubungan antara Luna dan Saga, ia juga memberitahu Wyman tentang kelakuan dua anaknya yang di lihatnya di ruang tamu ketika ia akan mengambil ponsel di mobilnya.


Deg….


Jantung Wyman seakan berhenti berdetak, ia hanya terdiam dan menundukkan kepalanya. “mereka sudah terang-terangan” pikir Wyman.


banyak bercerita tentang Saga dengan matanya yang berbinar terang pada Sonya sore tadi ketika memasak, membuat hatinya tergerak.


Hal inilah yang membuat dirinya banyak berpikir tentang masalah perjodohan, ia tak bisa membiarkan perjodohan ini di lanjutkan karena tak hanya akan meyakiti hati kedua anaknya namun Adrian juga yang akan jadi korban pikir Wyman, dan akhirnya Wyman pun menyerah, ia mengatakan pada Byantara untuk membatalkan perjodohan antara Luna dan Adrian.


Seperti tersambar petir, Byantara tertegun mendengar apa yang di katakan Wyman, ia tak menyangka teman masa kecilnya itu akan membatalkan perjodohan antara Luna dan Adrian, ada rasa kecewa, sedih, marah dan juga kesal


semua bercampur jadi satu dalam hati Byantara, namun ia sadar sepenuhnya kalau ini juga bukan kesalahan temannnya, masalah hati memang susah di kendalikan, walaupun begitu ia tetap mengapresiasi atas kejujuran Wyman memberitahu kebenarannya.

__ADS_1


Byantara kemudian meminta pada Wyman untuk memberinya waktu membicarakannya dengan Adrian, ia juga ingin meminta pendapat anaknya tentang masalah ini, karena yang ia lihat sepertinya Adrian punya perasaan terhadap


Luna, ia juga ingin menanyakan pada anaknya apa ia tahu tentang hubungan Luna dan Saga.


***


Di ruang makan Adrian dan juga Sonya beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ruang tamu dimana Luna dan Saga berada.


“Kamu kenapa lagi sih Ga?” tanya Sonya yang kemudian duduk di sebelah anaknya.


“Nggak apa-apa kok mah, cuma ada insiden kecil pas mau ke sini” jawab Saga sembari menyungingkan senyum.


Wyman dan Byantara keluar dari ruang kerja kemudian menghampiri mereka yang sedang duduk, Byantara sendiri mendekati Adrian dan mengajak anaknya untuk pulang. Adrian mengerutkan kening kenapa papahnya tiba-tiba mengajaknya pulang, apa yang mereka bicarakan di dalam sana? Pikira Adrian mulai berkecamuk.


Namun bila terus berada di rumah Wyman, ia juga merasa kesal melihat kedekatan Luna dan Saga yang terang-terangan, keduanya terlihat seperti berada di dunia mereka sendiri, sudah tak peduli dengan orang di sekitarnya.


Adrian duduk di belakang kursi kemudi sementara Byantara duduk di sampingnya, sesekali mata Adrian melirik ke arah papahnya yang sedari tadi menutup rapat mulutnya, kenapa papahnya aneh sekali, biasanya ia yang selalu banyak bicara namun setelah keluar dari ruang kerja ayahnya Luna, wajahnya terlihat tak sedap di pandang, selalu mengerutkan kening.


 Ayo...ayo...jangan lupa like, komen dan votenya

__ADS_1


terima kasih 😘😘😘🤞


__ADS_2