
Keesokan harinya Saga yang sudah bersiap akan pergi bekerja teringat akan sesuatu, hari ini ia harus mengambil barang yang di pesannya. Saga pun mengambil ponsel yang ada di atas meja, ia menghubungi Tommy dan memberitahu jika hari ini mungkin akan datang terlambat ke perusahaan. Tommy hanya manggut-manggut dari seberang telepon setelah mendengar apa yang dikatakan bosnya. Kemudian ia bersiap-siap untuk berangkat ke kantor namun sebelum berangkat Tommy menyempatkan diri untuk menghubungi Cheryl, menanyakan kesan papahnya terhadap dirinya. Lantas Cheryl pun memberitahu bahwa ia di cecar banyak pertanyaan oleh papahnya.
Namun yang jelas Cheryl memberitahu papahnya kalau hubungannya dengan Tommy hanya teman, setelah banyaknya obrolan yang mereka bicarakan lewat telepon, Tommy berpamitan pada Cheryl untuk berangkat kerja dan sambungan telepon pun terputus.
***
Sementara Saga yang masih berada di apartemen, sedang menikmati waktunya menyeruput secangkir kopi yang ia buat sendiri. Ia duduk dengan posisi kaki naik ke atas sofa dan meluruskannya dengan tangan yang sibuk memegang ponsel. Jari jemarinya yang lentik berselancar mengetik sesuatu di mesin pencarian.
“Ah aku bingung harus milih yang mana, semuanya bagus-bagus” Saga bermonolog sendiri.
Cukup lama Saga fokus dengan ponselnya, tanpa di sadari waktu sudah menunjukkan pukul 09.00, Saga kemudian bangkit dari duduknya, dan berjalan ke kamar untuk mengambil dompet dann kunci mobil, setelah itu ia keluar dari apartemen, menuruni lift menuju basement untuk mengambil mobil. Lalu Saga pun melajukan mobilnya menyusuri jalanan ibukota yang terlihat cukup lengang karena bukan jam kantor.
Setelah sampai di tempat yang di tuju, Saga berjalan masuk ke dalam menuju toko yang ia datangi sebelumnya. Senyumnya mengembang ketika ia bertemu dengan pelayan toko itu, Saga sendiri sudah tak sabar melihat desain yang di buat dengan tangannya sendiri.
Pelayan toko mengambil barang yang di pesan Saga, lalu memperlihatkannya pada si pembuat desain.
“Lihat Tuan, ini cantik sekali” ucap pelayan yang melayani Saga sembari tersenyum.
__ADS_1
“Iya benar-benar cantik, aku yakin dia pasti juga suka” sahut Saga.
“Jadi ini buat pacar anda?” tanya pelayan toko itu yang di respon Saga dengan tersenyum malu.
Setelah selesai membayar, Saga pergi meninggalkan toko tersebut dengan wajah yang berseri-seri karena senang, ia berjalan menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil lalu menjalankannya menuju kantor.
Hanya butuh beberapa menit untuk sampai di kantornya , laki-laki ganteng itu segera naik ke lantai atas menuju ruang kerjanya. Tommy yang melihat kedatangan bosnya saat keluar dari lift langsung mengikutinya dari belakang.
Ketika Saga sudah ada di ruang kerja dan duduk di kursi kebesarannya, mata Saga menatap lurus pada dokumen yang ada di atas mejanya.
Saga menghela napas kasar dan mengusap wajahnya dengan tangan, baru di tinggal sebentar sudah banyak pekerjaan menumpuk menunggunya.
“Memang hari jum’at Tuan mau kemana?”
Saga tidak menjawab pertanyaan Tommy, ia justru malah meminta bantuan asistennya itu untuk melakukan sesuatu, Saga memberikan Black Card miliknya kepada Tommy untuk membeli keperluan yang ia butuhkan, bosnya memberikan secarik kertas berisi barang-barang yang harus di beli oleh asistennya itu. Saga juga menyuruh laki-laki pemalu itu untuk datang ke villanya dan meminta bantuan Bik Iroh untuk menyiapkan hal yang di perlukan.
“Sebenarnya Tuan mau ngapain sih?”
__ADS_1
Pertanyaan ini lah yang muncul di benak Tommy, membeli keperluan untuk di villa dan meminta bantuan Bik Iroh menyiapkannya, Tommy kemudian melebarkan bola matanya sembari menyunggingkan senyum ke arah Saga yang sedang sibuk.
“Jangan-jangan” dalam hati Tommy namun ia tak melanjutkan melainkan langsung membalikkan badannya dan keluar dari ruang kerja bosnya.
Tommy sampai di parkiran setelah keluar dari lift, ia langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya menuju Mall yang ada di pusat kota, namun tak di sangka saat masuk ke dalam Mall, Tommy bertemu dengan Cheryl yang tengah berjalan sendiri tanpa sahabatnya itu.
“Cher” panggil Tommy dengan lantang, mendengar ada yang memanggil namanya Cheryl pun menghentikan langkah dan menengok ke belakang, ia terkejut ketika melihat Tommy berkeliaran seorang diri di Mall.
Tommy berjalan menghampiri Cheryl yang berdiri beberapa langkah darinya seraya berkata “Kamu nggak kuliah?” tanya Tommy yang sudah berdiri tepat di depan gadis cantik itu.
“Libur” jawab Cheryl singkat.
Kemudian Cheryl juga menanyakan hal yang sama kenapa pas jam kantor laki-laki pemalu itu malah berkeliaran di Mall, Tommy tersenyum dan ia memberitahu Cheryl jika bosnya lah yang menyuruhnya untuk datang ke Mall, ia juga menunjukkan daftar barang yang di perintahkan oleh bosnya itu. Cheryl pun menawarkan diri menemani Tommy agar ia tak sendirian mencari barang yang di minta Saga. Mereka berdua berkelililng memasuki toko demi toko untuk mendapatkan apa yang tertulis di kertas itu.
Maaf ya teman-teman baru bisa UP soalnya Author lagi ada keperluan 🙏😊
Selamat membaca...
__ADS_1
Terima kasih