DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 56


__ADS_3

Luna berdiri di balkon seorang diri menikmati secangkir teh yang di pegangnya, pandangannya jauh ke depan menatap gedung-gedung pencakar langit yang ada di sekitar apartemen milik Saga. Pulang kuliah tadi Saga menjemputnya dan membawa Luna mampir ke apartemennya.


Matanya terpejam ketika ia menghirup angin sore yang merasuk ke dalam tubuhnya “hemm sejuk” ucap Luna sendiri.


Saga keluar dari kamar setelah selesai membersihkan tubuhnya, ia berjalan mendekat ke arah Luna yang masih berdiri di balkon sambil tangannya menggosok-gosok rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil.


Ketika tubuhnya tepat di belakang gadis pujaannya itu, ia menjulurkan tangannya memeluk tubuh Luna dari belakang setelah menaruh handuk kecilnya di kursi yang ada di balkon. Gadis itu menoleh dan tersenyum seraya berkata “udah selesai mandi?” tanya Luna.


Saga menganggukkan kepalanya dan menyenderkannya pada bahu Luna, tangannya terus memeluk erat tubuh gadis itu.


“Lun kayaknya mamah tahu deh tentang hubungan kita” ucap Saga dengan santainya.


Luna yang awalnya menyenderkan tubuhnya pada pagar balkon kini memposisikan tubuhnya tegak ia sedikit terkejut dengan ucapan Saga.


“Kenapa Mas Saga bisa berpikiran seperti itu?” tanya Luna heran, bahkan kekasihnya itu terlihat biasa-biasa saja ketika mengucapkannya.


“Tania, dia datang ke perusahaan dan mengatakan kalau dia sudah tahu tentang hubungan kita, aku yakin dengan sifatnya yang terus terang, dia pasti sudah memberitahukannya pada mamah” urai Saga menjelaskan pada Luna.


Luna diam, entah apa yang sedang di pikirkan gadis itu sekarang, Saga melepaskan pelukannya dari belakang dan membalikkan tubuh gadis itu ke hadapannya, kini ia bisa menatap wajah cantik Luna, Saga mengambil secangkir teh yang di pegang oleh Luna lalu meletakkanya di atas meja.


Kini mereka berdua saling bertatapan satu sama lain, “terus gimana sekarang?” tanya Luna.


“Kalau mamah masih diam dan tak menanyakannya pada kita, itu artinya mamah masih nggak percaya dengan apa yang di katakan Tania padanya, anggap saja dia masih belum tahu” tutur Saga tangannya tak henti-hentinya mengelus lembut pipi mulus Luna.


Luna melingkarkan tangannya ke pinggang Saga, kemudian menarik tubuh laki-laki itu agar makin dekat dengan tubuhnya, “aku nggak nyangka Mas Saga masih paham banget sama sifat Tania, mungkin karena pacaran

__ADS_1


udah lama kali ya…jadi tahu betul dengan sifatnya “celetuk Luna dengan wajah yang terlihat masam.


“Kamu cemburu ya” goda Saga sembari mencolek hidung mancung Luna dengan jari tangannya.


“Nggak!” sahut Luna membuang muka dan mengerucutkan bibirnya.


Saga tersenyum iya yakin gadis yang ada di hadapannya sedang cemburu, dan membuatnya semakin menggemaskan pikir Saga, lalu ia memegang dagu Luna dan menolehkan wajah gadis itu ke depan wajahnya dan mengecup mesra bibir Luna dengan lembut.


“Aku seneng kalau liat kamu cemburu, itu artinya kamu beneran cinta sama aku, karena selama ini aku ngerasa kamu nggak bener-bener cinta sama aku”


“Apa aku terlihat seperti itu di mata Mas Saga?” Luna bertanya dengan melebarkan kedua matanya.


Saga menganggukkan kepalanya pelan, lalu kembali mendaratkan sebuah ciuman di bibir Luna dan terus mencium tanpa henti, hingga Luna sedikit kewalahan dengan ciuman Saga yang semakin dalam, kini tangan Saga mulai bergerilya masuk ke dalam sela-sela baju yang di pakai Luna dan melepaskan kaitan pakaian dalam yang menyangga bagian dada tubuh Luna.


yang harus di hadapai apalagi di tambah dengan kembalinya Tania yang kelihatannya ingin kembali menjalin hubungan dengan Saga.


“Sshh” desisnya ketika Saga menggigit bagain leher Luna dan meninggalkan bekas yang terlihat jelas di kulit putih gadis itu. Tak berhenti sampai di situ, Saga masih terus melanjutkan aktifitasnya hingga akhirnya terdengar suara dering ponsel yang menggema dari ruang tamu apartemennya membuat Saga tak senang lalu menghentikkan aktifitasnya “siapa sih yang telepon ganggu aja” keluhnya kesal karena mengganggu kemesraannya dengan Luna di balkon.


Luna berjalan ke arah ruang tamu dan mengambil ponselnya yang terus berdering di dalam tas. Saga yang masih berdiri di balkon menekuk wajahnya kesal gara-gara dering ponsel Luna “awas aja kalau nggak ada hal yang penting” gumamnya sendiri.


“Halo Cher”


“Lo dimana Lun?” tanya Cheryl.


“Gue di tempat Mas Saga, emang kenapa Cher?” Luna balik bertanya pada Cheryl.

__ADS_1


“Lo nginep di tempat gue ya sekarang, soalnya gue sendirian di rumah, mamah sama papah pergi ke luar kota” sahut Cheryl yang berharap sahabatnya akan datang dan menginap di tempatnya.


Luna menoleh ke arah Saga yang masih terlihat kesal, gadis itu tersenyum melihat wajah Saga yang terlihat lucu, sifatnya sungguh kekanak-kanakan pikir Luna.


“Lun” panggil Cheryl.


“Lo masih di situ nggak sih kok nggak ada suaranya” imbuh Cheryl lagi.


“Eh, iya…iya...” sahut Luna, ia mulai fokus kembali dengan Cheryl dari sambungan telepon.


“Gue ijin dulu sama ayah, lo juga telepon ayah gue, biar dia tahunya nggak cuma dari gue doang, dari lo juga, biar gue nggak di kira bohong” tutur Luna.


“Oke” balas Cheryl sambil menganggukkan kepalanya, kemudian ia langsung menutup panggilan telepon.


Setelah mennyelesaikan aktifitas teleponnya dengan Cheryl, Luna kembali berjalan ke balkon dimana Saga masih berdiri di situ.


“Dari Cheryl” Saga menebak dengan tepat, Luna menganggukkan kepalanya seraya menyunggingkan senyum di bibirnya membenarkan tebakan Saga.


“Dia minta aku nginep di rumahnya sekarang soalnya mamah sama papahnya keluar kota” Luna memberitahu Saga sebelum laki-laki itu bertanya perihal Cheryl menelepon.


Selamat Hari Raya Idul Fitri


Minal Aidzin Wal Faidzin,


mohon maaf lahir batin buat para reader semua yang merayakannya.

__ADS_1


__ADS_2