
Wyman menghentikan mobilnya di sebuah restoran sebelum ia berangkat kerja, ia masuk ke dalam dan mendapati Byantara tengah duduk di sebuah meja sedang menyeruput kopi yang di pesannya.
“Byn” sapa Wyman pada pria yang tengah duduk santai. Byantara tersenyum dan tangannya melambai ke arah Wyman yang sedang berjalan menuju dirinya.
Kemudian mereka berdua membicarakan tentang pertemuan semalam, Byantara mengatakan bahwa ia menyukai Luna dan benar-benar ingin menjodohkannya dengan Adrian, namun Wyman belum mengambil keputusan karena ia juga harus minta pendapat putrinya.
Di kampus
“Lun lo kenapa sih dari tadi gue perhatiin ngelamun terus?” Cheryl yang bingung dengan gelagat Luna yang tidak seperti biasanya.
Luna hanya merespon dengan menatap wajah Cheryl dan menghela napas sampai terdengar suara “haaahh” dari mulutnya sambil mengedikkan bahu.
“Maksud lo apa kayak gitu” ucap Cheryl yang heran sembari menirukan apa yang dilakukan Luna.
Luna menceritakan semuanya pada Cheryl tentang niatan ayahnya yang ingin menjodohkannya dengan Adrian, Cheryl membulatkan matanya lebar serta mulutnya ternganga setelah mendengar perkataan sahabat dekatnya itu, seakan tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
“Bukannya lo harusnya seneng, orang yang dulu pernah lo suka sekarang mau dijodohin sama lo”
“Itu kan dulu Cher, sekarang gue kan sukanya sama Mas Saga”
“Dunia itu kecil ya, Om Wyman ternyata teman papahnya Ka Adrian, ini bukan kebetulan yang dibuat-buat, tapi kayak udah takdir, iya nggak sih” ujar Cheryl yang masih tak percaya dengan semuanya.
“Nggak tahu lah Cher, tapi sekarang yang gue pikirin itu Mas Saga, soalnya dia belum tahu masalah ini, nanti pulang kuliah gue mau ke kantornya, lo mau ikut nggak?”
Cheryl diam, butuh waktu beberapa menit sampai ia membuka mulutnya “oke deh gue ikut” jawabnya.
Selesai kuliah Luna dan Cheryl menuju kantor Saga yang letaknya di pusat kota. Hanya butuh beberapa menit bagi mereka untuk sampai disana dengan lalu lintas jalanan yang lengang. Setelah memarkirkan mobilnya di basement, mereka turun dan berjalan menuju lobi perusahaan.
__ADS_1
Kemudian resepsionis meminta mereka menunggu di karenakan Saga sendiri sedang mangadakan rapat dengan bawahannya.
Di ruang rapat….
Setelah rapat selesai Saga berjalan keluar menuju ruangan kerjanya dengan wajah yang lesu, ketika di koridor ia bertemu dengan Tommy yang baru saja keluar dari lift. Melihat wajah atasannya yang tak sedap di pandang Tommy buru-buru mengikuti Saga yang berjalan di depannya.
“Tuan anda kenapa? sakit?” tanya Tommy yang khawatir ketika mereka sudah berada di ruangan kerja.
“Nggak apa-apa Tom” jawab Saga, kemudian ia mengambil ponselnya yang di letakkan di laci meja kerjanya, terlihat di layar ponsel ada banyak sekali panggilan dan pesan dari Luna.
“Tom jemput Luna di lobi, suruh dia datang kemari” titah Saga pada Tommy yang segera dilaksanakan, Tommy kemudian keluar dari ruang kerja bosnya dan menuruni lift menuju lobi perusahaan.
Setelah keluar dari lift, Tommy melihat Luna dan juga Cheryl tengah duduk sembari memainkan ponselnya lalu ia berjalan menuju mereka.
“Mba Luna” panggil Tommy.
Luna menaiki lift menuju ruang kerja pacarnya, ketika sudah sampai di depan pintu Luna mengetuknya dan mendengar suara berat laki-laki yang di cintainya menyuruhnya masuk.
Luna berjalan menuju meja kerja Saga dengan pandangan mata mereka yang saling bertatapan satu sama lain, namun Saga menatap Luna dengan tatapan tajam ia bahkan tidak berkedip sedikitpun sampai Luna berhenti melangkahkan kakinya di depan meja.
Luna menyunggingkan senyum manis di bibirnya membuat Saga yang sedang duduk langsung memposisikan tubuhnya berdiri dan berjalan mendekati Luna. Kemudian Saga menarik pinggul gadis cantik itu untuk mendekat ke tubuhnya dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir Luna.
Gadis cantik berhidung mancung itu sedikit terkejut, namun kemudian ia mengulurkan tangannya ke pundak dan memegang tengkuk leher Saga dengan erat. Merasa apa yang dilakukannya di respon oleh Luna ciuman Saga
semakin dalam, lalu ia mengangkat tubuh Luna dan mendudukannya di atas meja.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar, membuat Saga dan Luna menghentikan aktifitas mereka. Luna kemudian mendudukkan tubuhnya di sofa sedangkan Saga masih dalam posisi berdiri namun agak menjauh dari Luna.
__ADS_1
“Masuk” ucap Saga sembari mengelap bibirnya dengan tangan.
Karyawan yang mengetuk pintu di luar kemudian masuk ke dalam dengan membawa sebuah map berwarna merah yang berisi dokumen, lalu menyerahkannya pada Saga untuk di tandatangani.
Setelah karyawannya keluar dari ruang kerjanya, Saga menghampiri Luna yang masih duduk di sofa sembari memainkan ponsel miliknya. Kemudian Saga mengambil ponsel Luna dan meletakkanya di saku jas yang ia
kenakan dan duduk di samping pacarnya itu.
“Kok kamu bisa makan malem bareng Adrian?” Saga bertanya pada Luna dengan menyipitkan kedua matanya.
“Kan ayah yang ngajakin, bukannya Mas Saga juga di ajak, tapi nggak bisa karena sibuk iya kan? Aku juga nggak tahu ternyata temannya ayah adalah papahnya Ka Adrian” sahut Luna menjelaskan.
“Jadi inti dari makan malam itu apa? Pertemuan dua keluarga atau ada maksud lain dibaliknya, hemm?”
Luna cukup lama terdiam ia hanya menatap lekat manik mata Saga hingga akhirnya ia membuka mulutnya “sebenarnya ayah tuh mau…”
Tok…Tok…Tok…
Suara ketukan pintu dari luar membuat Luna tak melanjutkan perkataannya pada Saga, mereka berdua menengok ke arah pintu dan terlihat Tommy yang membuka pintu tersebut, dia berjalan masuk diikuti Cheryl di belakangnya.
“Tuan anda harus ke ruang rapat sekarang” tutur Tommy memberitahu atasannya.
“Ah iya aku lupa kalau masih ada rapat” Saga lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu, tiba-tiba ia menghentikkan langkahnya dan membalikkan badan.
“Kamu tunggu disini Lun, jangan kemana-mana, kamu juga Cher” perintahnya yang hanya di respon dengan anggukan oleh kedua gadis cantik itu.
👇👇😉
__ADS_1